Prososial

Psikologi Sosial

(14)

Pro-sosial

Perilaku Prososial (Prosocial Behavior)

Perilaku Prososial (Prosocial Behavior) menurut Batson (1998), perilaku prososial adalah tindakan yang dirancang untuk membantu orang lain, terlepas dari motif si penolong.

Altruisme (Alturism)

Altruisme adalah tindakan sukarela untuk membantu orang lain “tanpa pamrih”, atau sekedar “beramal baik”.

Alturisme merupakan bagian dari perilaku prososial. Perbedaannya, ada pada Alturisme yaitu tindakan menolong “tanpa pamrih”. Misalnya, ada orang yang bergegas langsung menolong orang lain saat ia hendak jatuh. Perilaku Prososial sama-sama tindakan menolong, namun dibalik tindakan tersebut kemungkinan “masih terdapat motif-motif tertentu”. Misalnya, kemungkinan ada pada motif tersebut.


Perspektif Teoritis

1) Perspektif Teori Evolusi

Kecondongan untuk membantu adalah bagian dari warisan evolusi genetik kita.

2) Perspektif Teori Sosiokultural

Menegaskan pentingnya norma sosial yang mengatur kapan kita mesti memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan.

3) Perspektif Teori Proses Belajar

Perspektif teori proses belajar menyatakan bahwa orang belajar menolong, mengikuti prinsip dasar “penguatan” dan “peniruan” (modeling)

4) Perspektif Teori Pengambilan Keputusan

Perspektif teori pengambilan keputusan berfokus pada proses yang memengaruhi penilaian tentang kapan bantuan dibutuhkan. Selain itu, ia juga “menekankan pertimbangan biaya serta manfaat” dalam memutuskan untuk memberi pertolongan.

Teori ini menyatakan bahwa seseorang memiliki keterbatasan pengetahuan dan bertindak hanya berdasarkan persepsinya terhadap situasi yang sedang dihadapinya. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda.

Sehingga, akan berpengaruh pada pengambilan keputusan yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai konteks sosial berupa tekanan-tekanan dan pengaruh pilitik ekonomi, dan sosial.

5) Perspektif Teori Atribusi

Teori atribusi secara tegas menandaskan ide bahwa kesediaan kita untuk membantu sangat bergantung pada aspek “manfaat” dari kasusnya dan khususnya, apakah seseorang tersebut pantas untuk diberi pertolongan atau tidak yang artinya “terdapat motif-motif tertentu” di dalam kesediaannya membantu orang lain.


Faktor yang Memengaruhi Perilaku Prososial

Faktor yang memengaruhi perilaku prososial, menurut Staub (dalam Dayaskini, 2009):

1) Self Gain

Self Gain diartikan sebagai harapan seseorang untuk mendapatkan atau menghindari kehilangan sesuatu, misalnya ingin mendapatkan pengakuan, pujian atau takut dikucilkan.

2) Personal Values and Norms

Personal Values and Norms yaitu adanya nilai-nilai dan norma sosial yang diinternalisasikan oleh individu selama mengalami sosialisasi dan sebagian nilai-nilai serta norma tersebut berkaitan dengan tindakan prososial, seperti berkewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan. 

3) Empathy

Empathy adalah kemampuan untuk ikut merasakan perasaan atau pengalaman orang lain. Kemampuan untuk empati ini erat kaitannya dengan perilaku pengambilalihan peran. Jadi, untuk melakukan empati, individu harus memiliki kemampuan untuk melakukan pengambilan keputusan.

Sudut pandang lain sebagai berikut.

1) Faktor Situasional

Misal, kehadiran orang lain dan atribusi terhadap korban. Contoh, seseorang akan terdorong memberi bantuan secara materi kepada korban bencana alam. Nilai-nilai dan norma sosial.

2) Pengaruh Faktor dari Dalam diri

Suasana Hati (Mood), perilaku menolong  dipengaruhi oleh suasana hati. Orang yang suasana hatinya gembira akan lebih suka menolong, sedangkan dalam suasana hati sedih, orang cenderung kurang suka memberikan pertolongan.


Tahapan dalam Perilaku Pro-Sosial

  • Menyadari adanya keadaan darurat, atau tahap perhatian.
  • Menginterpretasikan keadaan sebagai keadaan darurat (sebagai korban yang perlu pertolongan).
  • Mengasumsikan bahwa adalah tanggung jawabnya untuk menolong.
  • Mengetahui apa yang harus dilakukan.
  • Mengambil keputusan untuk menolong.

Meningkatkan tingkah laku menolong (Pro-sosial)

1. Beramal baik dan ikhlas karena Allah swt

Melalui kegiatan amal dan memberi dukungan pada orang-orang yang melakukan tingkah laku menolong seperti menyosialisasikan pentingnya menolong sesama, baik sesama manusia maupun sesama makhluk hidup.

2. Tanggung Jawab Bersama

Adanya situasi darurat dan rasa tanggung jawab setiap orang meningkatkan tingkah laku menolong. Orang yang dalam keadaan bahaya, cenderung ditolong.

3. Gambaran dan Pemikiran Positif

Meningkatkan rasa bersalah dan menciptakan gambaran diri (self-images) yang positif pada penolong potensial juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya pertolongan.

Daftar Pustaka

Tjoen Tjie, Lie. 2024. "Prososial", Universitas Gunadarma

Rianda, Fiska Rahma. "Teori Pengambilan Keputusan Agar Keputusan Menjadi Efektif dan Adil", Gramedia. 2021. https://www.gramedia.com/literasi/teori-pengambilan-keputusan

Comments

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *