Tentang Sore Ini dan Televisi Sirkuit Tertutup
Tentang Sore Ini dan Televisi Sirkuit Tertutup
Tolong! Tolong!
Perempuan itu membekap jeritan dari kepala yang sedang mengepul kegelisahan.
Sendiri, membawa dirinya yang gelagapan. Bahkan, sore itu bisa menjadi momenmu tenggelam dalam kujur pertanyaan.
Sungguh, jika sedang membaca arah. Bisa jadi gumpalan awan di depan langsung kupapaskan.
Tapi, sore itu kita bertemu. Pertemuan kita bak menyusuri pulangnya matahari, membuat rasamu saat itu adalah rasaku, sampai mataku tak segan berbicara pada terpaan yang terluncur di songsong sisi.
Benar ya, Allah SWT Maha Baik.
Bukan saja mempertemukan aku dan kamu, tapi pula sekejap mengobati kegelisahanmu dan memberikan masing-masing dari kita kesempatan untuk melihat kenyataan yang transparan di kejadian sore itu.

Comments
Post a Comment