Puisi: Kita dan Realita


Kita dan Realita

Katakan saja jika suasana itu telah dipilih
Dipilih, untuk menyalakan lentera yang nyenyai
Waktu yang berselang-seling itu melihat kita di alas abu
Kebersamaan dalam batas waktu–mukena yang siap dikemas

Cengkrama kita adalah hiasan sisa rintik hujan
Untuk membiarkan kita memadukan kebermanfaatan
Kabar rasa balam-balam yang mengusik kita
Kini, telah tiada karena ketulusan bersama

Tak usah dinanti,
Biarkan kita menjadi arti.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *