Puisi: Kita dan Realita
Kita dan Realita
Katakan saja jika suasana itu telah dipilih
Dipilih, untuk menyalakan lentera yang nyenyai
Waktu yang berselang-seling itu melihat kita di alas abu
Kebersamaan dalam batas waktu–mukena yang siap dikemas
Cengkrama kita adalah hiasan sisa rintik hujan
Untuk membiarkan kita memadukan kebermanfaatan
Kabar rasa balam-balam yang mengusik kita
Kini, telah tiada karena ketulusan bersama
Tak usah dinanti,
Biarkan kita menjadi arti.

Comments
Post a Comment