Seorang Pemuda dan Kakek tua

Seorang Pemuda dan Kakek tua


   Ada seorang Anak muda datang kepada Kakek tua di sisi Danau yang jernih. Sang pemuda bercerita kepada Kakek tua akan segala masalah yang ini dan itu.
Apa yang dilakukan oleh Kakek tua...?
Kakek tua permisi. Lalu, kembali dengan membawa segenggam garam dan membawa satu gelas berisi air.
Kakek tua itu menaruh sebagian garam yang digenggam ke gelas yang beliau pegang, lalu Kakek tua itu menyuruh Anak muda itu untuk minum. Anak muda tersebut pun menanggapi dulu dengan mengatakan bahwa itu akan terasa asin. Tetapi, Kakek tua menyuruhnya untuk meminum saja terlebih dahulu.
Akhirnya, Anak muda itu pun meminumnya dan memuntahkan air dari gelas itu ke tanah karena tidak kuat merasakan rasa asin yang tidak bisa diminum itu.
   Kemudian, Kakek tua itu melempar setengah garam lagi yang digenggam tadi ke Danau, beliau mengambil air itu dengan gelas yang belum terisi oleh air. Kakek tua menyuruh Anak muda untuk mencoba meminum air itu, Anak muda pun meminumnya, Kakek tua bertanya bagaimana soal rasanya, anak muda itu pun menjawab... bahwa airnya terasa segar, enak, dan nyaman.

Itulah, hatimu.
Jika hatimu sesempit gelas ini, sekecil apapun masalah akan menghadirkan kesulitan seperti garam yang kamu minum tadi. Tetapi, jika hatimu luas, maka masalah sebesar apapun tidak akan berdampak bagi dirimu kecuali engkau mampu menyusun rencana untuk mengatasinya.

———————————————————————

Barakallah fiikum
Semoga bermanfaat baik di dunia dan akhirat
Kisah dari Ustadz Adi Hidayat

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *