Bulan Ramadan, Perempuan, dan Masa Haid
Bulan Ramadan, Perempuan, dan Masa Haid
Alhamdulillah, sobat-sobat. Kita kembali ketemu di tulisan yang lagi dibaca.
Jadi, kali ini.. KAF akan bahas suatu pembahasan tentang apa ya?
Tentang keperempuanan.
Jadi, sobat-sobat. Perempuan sudah ditetapkan oleh Allah Swt di dalam masa hidupnya bahwa ia akan mengalami masa menstruasi atau sama dengan haid. Masa haid ini menggambarkan kondisi seseorang yang sedang mengalami datang bulan. Hmm, banyak ya penamaan yang ada di masyarakat tentang ini, hehehe. Tetapi, melihat arti dari itu.. sama saja kok!
Masa haid ini bisa didapati oleh perempuan yang telah memasuki masa pubertas. Sewaktu di sekolah, di rumah, dan lingkungan yang kita tempati.. tak jarang bahkan wajib kita mengetahui apa itu masa pubertas.
Masa pubertas adalah masa di mana seseorang mulai beranjak tumbuh dari masa kanak-kanak ke peralihan masa dewasa. Ini juga disebut dengan akil balig.
Bagi seorang perempuan yang di antara ciri-ciri dari masa pubertas adalah mengalami haid. Ini merupakan suatu perihal yang normal sebagaimana Allah Swt sudah menetapkan itu kepada perempuan-perempuan.
Perempuan yang mendapati masa seperti itu harus mengetahui, memahami, dan mengerti bagaimana Allah Swt dengan kasih sayang-Nya memberikan itu kepada perempuan-perempuan karena haid yang ditetapkan Allah Swt kepada para perempuan memiliki hubungan yang erat dengan kondisi fisik dan psikologis bagi perempuan.
Maa syaa Allah, tabarakallah.
Allah Swt memberikan kondisi tersebut pasti untuk kebaikan dan ada hikmah yang didapatkan untuk perempuan yang mengalami masa haid.
Masa haid berlangsung dengan jangka waktu satu bulan sekali. Semua manusia, terutama perempuan harus menjaga kebersihan reproduksi masing-masing dan mengondisikan masa haid untuk kebaikan diri sendiri.
Berikut ada beberapa cara untuk menjaga dan memelihara alat reproduksi dan masa haid
1. Ganti pakaian dalam secara rutin dan pastikan alat reproduksi bersih dan nyaman
2. Catat setiap tanggal kapan masa haid itu datang dan kapan berakhirnya masa haid.
Sewaktu haid datang, ada larangan perempuan-perempuan untuk melakukan ibadah wajib, contohnya adalah shalat dan puasa. Ini sudah ditetapkan oleh Allah Swt melalui syariat Islam. Namun, tak jarang perempuan masih merasa sedih dengan adanya kondisi seperti itu terutama saat berada di bulan Ramadan, di mana bulan Ramadan adalah bulan yang spesial yang diberikan oleh Allah Swt kepada setiap manusia untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Tapi, sekarang kekhawatiran, kesedihan, dan lain sebagainya yang dirasakan perempuan tentang itu bisa hilang! Alhamdulillah
Sebabnya karena perempuan tetap bisa melakukan ibadah kepada Allah Swt meskipun di masa haid, lho!
Ini ada amalan-amalan yang bisa dilakukan oleh para perempuan yang sedang mengalami masa haid, yaitu sebagai berikut:
1. Dzikir
2. Ikhlas
3. Berdo’a kepada Allah Swt
4. Infak
5. Sedekah
6. Berbakti kepada orang tua
7. Membagikan hal-hal yang baik
8. Menyiapkan makanan orang berbuka puasa
Maa syaa Allah, tabarakallah.
Jadi, sobat-sobat. Setiap apapun itu pasti Allah Swt InsyaaAllah mencukupi kita tanpa merasakan kekurangan karena ada anugerah yang didapat untuk setiap manusia dari Allah Swt. Kita patut bersyukur untuk itu dan atas segalanya kepada Allah Swt.
Kita sudah bahas tentang amalan-amalan yang bisa dilakukan oleh perempuan walaupun sedang mengalami masa haid.
Sekarang, kita bisa amalkan amalan baik itu ya.
Selamat! Anda telah mengisi pengetahuan diri.
Selanjutnya, silakan amalkan pengetahuan ini, dan bagikan kepada orang-orang lain juga yaa

Alhamdulillah.
ReplyDeleteTerima kasih