Hukum-hukum Aljabar, Himpunan, Prinsip Dualitas, Prinsip Inklusi Eksklusi
Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Himpunan ke-3
Hukum-hukum Aljabar, Himpunan, Prinsip Dualitas, Prinsip Inklusi Eksklusi
- Hukum-hukum Aljabar
Hukum Aljabar adalah hukum matematika yang dipergunakan dalam pengoperasian persoalan matematika. Hukum Aljabar yang kali ini dipelajari adalah sebagai berikut.
Contoh:
- Prinsip Dualitas
Prinsip dualitas menyatakan bahwa dua konsep yang berbeda dapat dipertukarkan namun tetap memberikan jawaban yang benar
Contoh:
- kemudi mobil di kiri depan,
- mobil harus berjalan di bagian kanan jalan,
- pada jalan yang berlajur banyak, lajur kiri untuk mendahului,
- jika lampu merah menyala, mobil belok kanan boleh langsung.
- kemudi mobil di kanan depan.
- mobil harus berjalan di bagian kiri jalan,
- pada jalur yang berlajur banyak, lajur kanan untuk mendahului,
- jika lampu merah menyala, mobil belok kiri boleh langsung.
Prinsip Dualitas pada Himpunan
Prinsip Dualitas
Prinsip Inklusi dan Eksklusi
Jika diberikan dua himpunan A dan B maka
|A U B| = |A| + |B| – |A n B|
dan
|A + B| = |A U B| – |A n B| = |A| + |B| – 2 |A n B|.
1) Contoh:
Misalkan ada 567 mahasiswa angkatan 2020 jurusan Ilmu Komunikasi pada sebuah universitas di Jakarta yang mengambil kuliah Matematika, 456 mahasiswa yang mengambil kuliah Statistika, dan 123 orang mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika dan Statistika. Ada berapa mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika atau Statistika?
Misalkan
A = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika → |A| = 567
B = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Statistika → |B| = 456
A n B = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika dan Statistika
→ |A n B| = 123
A U B = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Matematika atau Statistika
→ |A U B| = ?
|A U B| = |A| + |B| – |A n B|
= 567 + 456 – 123
2) Contoh:
Penyelesaian:
A = himpunan bilangan bulat 1 – 100 yang habis dibagi 2,
B = himpunan bilangan bulat 1 – 100 yang habis dibagi 5,
A n B = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 2 dan 3 (KPK dari 2 dan 3, yaitu 6),
B n C = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 3 dan 5 (KPK dari 3 dan 5, yaitu 15),
A n C = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 2 dan 5 (KPK dari 2 dan 5, yaitu 10),
A n B n C = himpunan bilangan bulat yang habis dibagi 2, 3 dan 5 (KPK dari 2, 3 dan 5, yaitu 30),
Penyelesaian
|A n B| = [100/6] = 16,
|B n C| = [100/15] = 6,
|A n C| = [100/10] = 10,
|A n B n C | = [100/30] = 3,
sehingga
|A U B U C| = |A| + |B| + |C| – |A n B| – |A n C| – |B n C| + |A n B n C|
= 50 + 33 + 20 – 16 – 10 – 6 + 3 = 74.
Jadi, ada 74 buah bilangan yang habis dibagi 2 atau 3 atau 5.
- Himpunan Bilangan
~ Himpunan bilangan imajiner
~ Himpunan bilangan riil
~ Himpunan bilangan rasional
~ Himpunan bilangan pecahan
~ Himpunan bilangan bulat
- Himpunan Kuasa
(power set)
A {a, b, c {a, c}, {c}, {b,c}, d}
B {x, y, z} ~ |B| = 3
|P(B)| = 2 PANGKAT 3 = 8
P(8) = { { } }
Bilangan cacah mulai dari 0
Nbagus = Bilangan bulat asli (natural)
Rbagus = Bilangan riil/nyata
Zbagus = Bilangan bulat
Cbagus = Bilangan cacah
< = Sub set (himpunan bilangan) < sub set coret
Gambar himpunan.
Keterangan
S = semesta
A n B
A sub set coret D ~ D sub set coret A
C sub set coret
E sub set B
Jawaban contoh himpunan.
A sub set coret = bukan bagian
A disjoint dengan C
Disjoint = saling lepas
Himpunan kuasa (power set)
A = { {a, b, c, {a, c}, {c} }
B = {x, y, z} ~ |B| = 3
|P(B)| = 2 PANGKAT 3 = 8
P (B) = {{}, {x}, {y}, {z}, {x, y}, {x, 2}, {y, 2} B}
Cbagus = {1, {2} ~ |Cbagus| = 2 ~ PCbagus 1 = 2 PANGKAT 2 = 4
P(Cbagus) = {{}, {1}, {{2}}, C}
Jawaban kuis bersama.
{{}, {a}, {b}, {c}
{a, b}, {{a, c}}, {a, c}
{b, c}, {b{a, c}, {{c}
{c, {c}}, {a, b, c}
{a, c}, {c}}
{a, b, c} {a, b{a, c} {a, c{a, c}}, {a, {a, c}, {c}}
{b, c}, {a, c}, {b, {a, c}, {c}, {b, c, {a, c}, {c
{a, b, c, {a, c}}, {a, b, c {c}}, {a, c{a, c} {c}



Comments
Post a Comment