Operasi-operasi pada Relasi, Komposisi Relasi
Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
(2)
Operasi-operasi pada Relasi, Komposisi Relasi
Operasi-operasi pada Relasi
- Relasi biner merupakan relasi yang menghubungkan antara dua buah himpunan.
- Relasi biner merupakan himpunan pasangan terurut, maka operasi-operasi pada himpunan seperti irisan, gabungan, selisih, dan selisih simetri antara dua relasi juga berlaku.
- Jika R1 dan R2 masing-masing adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B, maka R1 n R2, R1 U R2, R1 – R2, dan R1 ∆ R2 juga adalah relasi dari A ke B.
Misalkan B = {Ani, Budi, Citra, Dita}.
R1 dan R2 merupakan relasi-relasi dari himpunan B ke himpunan B.
R1 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Dita, Citra), (Dita, Dita)}
R2 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani), (Dita, Dita)}
R1 n R2 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Dita, Dita)}
R1 U R2 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani), (Dita, Citra), (Dita, Dita)}
Contoh 1 (lanjutan)
R1 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Dita, Citra), (Dita, Dita)}
R2 = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani), (Dita, Dita)}
R1 – R2 = {(Dita, Citra)}
R2 – R1 = {((Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani)}
R1 ∆ R2 = (R1 U R2) – (R1 n R2)
= {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani), (Dita, Citra), (Dita, Dita)} – {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Dita, Dita)}
= {(Budi, Budi), (Citra, Citra), (Dita, Ani), (Dita, Citra)}
Komposisi Relasi
Misalkan R relasi dari himpunan A ke himpunan B dan S relasi dari himpunan B ke himpunan C.
- Suatu relasi baru didefinisikan dari himpunan A ke himpunan C, dinotasikan S ∘ R yang beranggotakan semua pasangan terurut (a, c) yang memenuhi (a, b) ∈ R dan (b, c) ∈ S.
- Notasi:
S ∘ R = {(a, c)| ∃ (ada) b ∈ B yang memenuhi (a, b) ∈ R dan (b, c) ∈ S}
Contoh 3
Misalkan
A = {Ani, Budi, Citra, Dita, Edi, Fina}
B = {50, 60, 70, 80, 90}
C = {A, B, C}
1. R merupakan relasi yang menghubungkan antara anggota himpunan A dengan anggota himpunan B (R: A → B).
R = {(Ani, 60), (Budi, 70), (Citra, 80), (Dita, 50), (Edi, 90), (Fina, 80)}
2. S merupakan relasi yang menghubungkan antara anggota himpunan B dengan anggota himpunan C (S: B → C).
S = {(50, C), (60, C), (70, B), (80, A), (90, A)}
Contoh 3 (lanjutan)
R = {(Ani, 60), (Budi, 70), (Citra, 80), (Dita, 50), (Edi, 90), (Fina, 80)}
S = {(50, C), (60, C), (70, B), (80, A), (90, A)}
R S S ∘ R
(a, b) (b, c) (a, c)
(Ani, 60) (60, C) (Ani, C)
(Budi, 70) (70, B) (Budi, B)
(Citra, 80) (80, A) (Citra, A)
(Dita, 50) (50, C) (Dita, C)
(Edi, 90) (90, A) (Edi, A)
(Fina, 80) (80, A) (Fina, A)
Komposisi relasi R dan S adalah
S ∘ R = {(Ani, C), (Budi, B), (Citra, A), (Dita, C), (Edi, A), (Fina, A)}
Juga dapat dengan Diagram Panah.
Daftar Pustaka
Indarti, Dina. (2024). Himpunan. Depok: UG
Comments
Post a Comment