Perkalian Kartesian, Definisi Relasi, Penyajian Relasi, Relasi Invers
Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Perkalian Kartesian, Definisi Relasi, Penyajian Relasi, Relasi Invers
- Perkalian kartesian
Contoh 1
A = {Ani, Budi, Citra, Dita}
B = {150, 160, 170}
A × B = {(Ani, 150), (Ani, 160), (Ani, 170), (Budi, 150), (Budi, 160), (Budi, 170),
(Citra, 150), (Citra, 160), (Citra, 170), (Dita, 150), (Dita, 160), (Dita, 170)}
B × A = {(150, Ani), (150, Budi), (150, Citra), (150, Dita), (160, Ani), (160, Budi),
(160, Citra), (160, Dita), (170, Ani), (170, Budi), (170, Citra), (170, Dita)}
A × B ≠ B × A
Jika sebuah relasi R didefinisikan pada himpunan A (R: A → A),
Contoh 2
A = {Ani, Budi, Citra, Dita}
B = {150, 160, 170}
A × B = {(Ani, 150), (Ani, 160), (Ani, 170), (Budi, 150), (Budi, 160), (Budi, 170), (Citra, 150), (Citra, 160), (Citra, 170), (Dita, 150), (Dita, 160), (Dita, 170)}
Contoh 2 (lanjutan)
Misalkan
1. R merupakan relasi yang menghubungkan antara anggota himpunan A dengan anggota himpunan B (R: A → B).
Ani memiliki tinggi badan 160 cm, Budi memiliki tinggi badan 170 cm, Citra memiliki tinggi badan 150 cm dan Dita memiliki tinggi badan 160 cm.
2. S merupakan relasi yang menghubungkan antara anggota himpunan A dengan
anggota himpunan A (S: A → A).
Ani, Citra, dan Dita berjenis kelamin perempuan, Budi berjenis kelamin laki-laki.
Relasi R dan S dinyatakan sebagai berikut:
R = {(Ani, 160), (Budi, 170), (Citra, 150), (Dita, 160)} maka R A × B
S = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Ani, Dita), (Budi, Budi), (Citra, Ani), (Citra, Citra), (Citra,
Dita), (Dita, Ani), (Dita, Citra), (Dita, Dita)} maka S ⊆ A × A
Penyajian Relasi
1. Pendaftaran
Setiap elemen relasi yang merupakan pasangan terurut didaftarkan secara rinci.
2. Pencirian
3. Diagram Panah
Dua himpunan dihubungkan dengan tanda panah yang menyatakan relasi antara dua himpunan tersebut.
Contoh 5
4. Diagram Kartesius atau Grafik Relasi
Misalkan R: A → B. Relasi R disajikan dalam diagram kartesius di mana sumbu mendatar merupakan elemen-elemen A dan sumbu tegak merupakan elemen-elemen B.
Setiap elemen A yang berelasi dengan elemen B diberi tanda ●.
Contoh 6
5. Tabel
Kolom pertama tabel menyatakan daerah asal relasi, sedangkan kolom kedua menyatakan daerah hasil.
6. Matriks
7. Graf Berarah
Graf berarah merupakan graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah.
Tiap elemen himpunan dinyatakan dengan sebuah titik (simpul atau vertex) dan tiap pasangan terurut dinyatakan dengan busur (arc)
Misalkan relasi R dari A = {a1, a2, …, am} dan B = {b¹, b², …, b n}.
Setiap relasi R dari himpunan A ke himpunan B memilik invers yang dinamakan R-¹ dari himpunan B ke himpunan A.
Contoh :
R = {(Ani, 160), (Budi, 170), (Citra, 150), (Dita, 160)} maka
R-¹ = {(160, Ani,), (170, Budi), (150, Citra), (160, Dita)}.
S = {(Ani, Ani), (Ani, Citra), (Ani, Dita), (Budi, Budi), (Citra, Ani), (Citra,
Citra), (Citra, Dita), (Dita, Ani), (Dita, Citra), (Dita, Dita)} maka
S-¹ = {(Ani, Ani), (Citra, Ani), (Dita, Ani), (Budi, Budi), (Ani, Citra), (Citra,
Citra), (Dita, Citra), (Ani, Dita), (Citra, Dita), (Dita, Dita)}.
- Relasi Biner Operasi Relasi
- Komposisi





Comments
Post a Comment