Agresi

Psikologi Sosial

(13)

Agresi

Agresi adalah setiap tindakan yang menyakiti atau melukai orang lain (eksternal) dan dapat pula pada diri sendiri (internal).
Bentuk Agresi dapat dilakukan secara Lisan atau “Verbal” dan “Fisik”

Proses Agresi

1) Melalui Pemodelan

Proses meniru sebagai pemodelan atau imitasi.

2) Melalui Pembelajaran

Terkait dengan proses pemberian hadiah jika berhasil dengan sukses. Pemberian hukuman jika gagal yang dikaitkan dengan perilaku menyakiti orang lain.

Faktor Agresi

1) Faktor Biologis

Faktor Biologis. Misal, faktor gen atau keadaan diri manusia.

2) Faktor Naluri atau Insting

Agresi dapat diarahkan kepada orang lain atau sasaran-sasaran lain (eksternal) dan dapat pula pada diri sendiri (internal).

3) Faktor Amarah
Pada saat marah ada perasaan ingin menyerang, meninju, menghancurkan atau melempar sesuatu dan biasanya timbul pikiran yang kejam.

4) Faktor Frustrasi

Frustrasi terjadi bila seseorang terhalang oleh sesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara respons terhadap frustasi.

5) Faktor Pembelajaran Sosial (peran belajar model kekerasan)

Tindakan agresi dapat dicontoh dari beberapa media anak-anak dan remaja seperti banyak belajar menyaksikan adegan kekerasan melalui televisi juga permainan (games) ataupun mainan yang bertema kekerasan.

Tujuan atau Motif Agresi

1. Agresi merujuk pada perilaku yang dimaksudkan untuk membuat objeknya mengalami bahaya atau kesakitan.
2. Pelampiasan rasa frustasi atau emosi.
3. Untuk menimbulkan efek kerusakan, kesakitan, atau kematian pada sasaran atau korban.
4. Sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan tertentu dengan tak baik.

Macam Agresi

Berkowitz membedakan agresi dalam dua macam, yaitu sebagai berikut.

1. Agresi instrumental yaitu agresi yang dilakukan oleh organisme atau individu sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Agresi benci (impulsif) yaitu agresi yang dilakukan semata-mata sebagai pelampiasan keinginan untuk melukai atau menyakiti atau agresi tanpa tujuan selain untuk menimbulkan efek kerusakan, kesakitan, atau kematian pada sasaran atau korban.


Faktor Perilaku Agresi

Faktor pencetus atau pemicu terjadinya Prilaku Agresi sebagai berikut.

1. Frustasi

Frustasi yaitu situasi dimana individu terhambat atau gagal dalam usaha mencapai tujuan tertentu yang diinginkannya, atau mengalami hambatan untuk bebas bertindak dalam rangka mencapai tujuan.

2. Stres

Stres sebagai stimulus yang menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan intrapsikis.

3. Deindividuasi

Deindividuasi bisa mengarahkan individu kepada keleluasaan dalam melakukan agresi sehingga agresi yang dilakukannya menjadi lebih intens.

4. Kekuasaan dan kepatuhan

Kekuasaan dan kepatuhan dimana adanya kecenderungan manusia menggunakan agresi sebagai instrumen untuk mencapai dan memelihara kekuasaan dan kepatuhan itu sendiri diduga memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecenderungan dan intensitas agresi individu.

5. Efek senjata

Senjata memainkan peranan dalam agresi tidak saja karena fungsinya mengefektifkan.

6. Provokasi

Provokasi dapat mencetus agresi karena provokasi itu oleh pelaku agresi dilihat sebagai ancaman yang harus dihadapi dengan respons agresif untuk meniadakan bahaya yang diisyaratkan oleh ancaman itu.

7. Alkohol dan obat-obatan

Alkohol dan obat-obatan yaitu dimana minum alkohol secara berebihan oleh individu yang berkepribadian labil atau memiliki masalah psikiatris dan neorologis tertentu bisa mengarahkannya pada tindakan kekerasan atau agresi.

8. Suhu udara

Suhu udara yaitu dimana pada musim panas lebih banyak terjadi tingkah laku agresif karena pada musim panas hari-hari “lebih panjang” dan individu punya keleluasaan bertindak.

Dampak Agresi

  1. Terjadinya kerusakan baik secara fisik maupun nonfisik
  2. Terjadinya perubahan
  3. Timbulnya konflik
  4. Terjadinya demonstrasi, perkelahian, bahkan sampai adanya kematian

Teori Terhadap Agresi

1) Teori Bawaan: Teori bawaan atau bakat terdiri atas teori Naluri dan teori Biologi.

2) Teori Kepribadian 

3) Teori Lingkungan

Pengaruh Terhadap Agresi

  1. Kondisi Lingkungan
  2. Pengaruh Kelompok
  3. Pengaruh Kepribadian dan Kondisi Fisik

Bentuk Agresi

1. Ucapan atau lisan dan tulisan seperti dengan cara memaki objek sasaran media atau mencoret-coret kertas yang untuk melampiaskan kemarahan dan lain sebagainya.

2. Fisik seperti dengan cara demonstrasi, huru-hara, aksi boikot, melempari batu ke arah objek sasaran dan lain-lain.


Mengurangi Agresi

1) Hukuman
Jelas bahwa rasa takut terhadap hukuman pembalasan bisa menekan perilaku agresif. 
Tipe orang rasional, akan memperhitungkan akibat agresi di masa mendatang, dan berusaha untuk tidak melakukan perilaku agresif bila ada kemungkinan mendapat hukuman.

2) Mengurangi Frustasi

Teknik yang lebih baik adalah dengan mengurangi kemungkinan terjadinya serangan dan frustasi. Setiap masyarakat berusaha menjamin adanya tingkat kesamaan hak untuk mendapatkan keperluan hidup. Alasan utamanya adalah untuk menghindari gangguan kekerasan yang berskala besar dalam kehidupan sehari-hari terutama dari kelompok-kelompok frustasi.

3) Hambatan yang Dipelajari

Teknik lain untuk mengurangi agresi adalah belajar mengendalikan perilaku agresif diri sendiri, tidak peduli apakah kita diancam atau dihukum. 

4) Pengalihan (Displacement)

Karakteristik penting dari agresi yang dialihkan adalah bahwa kecemasan mengalami penurunan yang lebih cepat.

5) Katarsis

Perasaan marah dapat dikurangi melalui pengurangan agresi. Freud menyebut proses ini katarsis (pembersihan).


Daftar Pustaka

Tjoen Tjie, Lie. 2024. "Agresi". Psikologi Sosial. Universitas Gunadarma

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *