Akhlak
Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti
(6)
Akhlak
- Pengertian
Hal ini didasari oleh penjelasan Nabi Muhammad saw kepada malaikat Jibril di hadapan para sahabatnya mengenai arti Iman, Islam, dan Ihsan yang ditanyakan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.
Di dalam Al-Qur’an kata Ihsan berarti berbuat kebajikan dan kebaikan antara lain ada di surah An-Nahl (90), surah Ar-Rahman (60).
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَا لْاِ حْسَا نِ وَاِ يْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ وَا لْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 90)
هَلْ جَزَآءُ الْاِ حْسَا نِ اِلَّا الْاِ حْسَا نُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 60)
- Asal-usul
Kata akhlak berasal dari kata khilqun, yang mengandung segi-segi persesuaian kata khaliq dan makhluq. Dari sinilah asal perumusan ilmu akhlak yang memungkinkan timbulnya hubungan yang baik antara mahkluq dan khaliq serta antara makhluq dengan makhluq lainnya.
Akhlak menempati posisi yang sangat urgent (penting) dalam Islam. Misal, seolah pohon. Akhlak merupakan “buah” dari pohon Islam “akarnya” adalah aqidah, lalu “cabang dan daunnya” adalah syari’ah.
Pentingnya kedudukan akhlak dapat di lihat dari hadits-hadits Rasulullah SAW
diantaranya :
“Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. (H.R. Ahmad).
“Mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya”. (H.R. Tirmidzi).
Sayyidah Aisyah banyak sekali meriwayatkan sunnah Nabi SAW, diantaranya :
“Akhlak Nabi Muhammad SAW, adalah (seluruh) isi Al-Qur’an”.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
"Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar, berbudi pekerti yang luhur."
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4)
2. Perbandingan dalam Akhlak dengan Aliran Filsafat Etika
Perkataan Moral berasal dari bahasa latin Mores yang berarti adat kebiasaan, moral artinya ajaran baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti.
Perkataan Susila dalam bahasa Sansekerta, ‘su’ artinya baik atau bagus, ‘sila’ artinya sikap, dasar, peraturan hidup dan norma. Kesusilaan artinya (beradab, sopan, tertib), berkenaan dengan adab (kesopanan, kehalusan dan kebaikan budi pekerti) sesuai dengan norma-norma tata susila menurut kebiasaan di suatu tempat pada suatu masa.
Perkataan etika berasal dari bahasa Yunani yakni ‘ethos’ yang berarti kebiasaan yang dimaksud adalah kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Dalam kepustakaan umum kata etika diartikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
Etika sebagai cabang filsafat yang mempelajari tingkah laku manusia untuk menentukan nilai perbuatan baik atau buruk, ukuran yang digunakan adalah rasio (akal pikiran).
Akal yang menentukan apakah perbuatan manusia itu baik atau buruk, akhlak berbeda dengan moral dan etika. Sesuatu yang baik menurut akhlak adalah segala sesuatu yang berguna pun yang sesuai dengan nilai dan norma agama, nilai dan norma dalam masyarakat, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Buruk dalam tersebut adalah segala sesuatu yang tidak berguna, tidak sesuai dengan nilai dan norma agama, tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat, merugikan masyarakat dan diri sendiri.
Menentukan sikap (akhlak) baik dan buruk yang melahirkan perilaku atau perbuatan manusia dalam ajaran Islam adalah Al-Qur’an yang dijelaskan dan dikembangkan dalam sunnah (hadits) Rasulullah SAW. Sedangkan yang menentukan perbuatan baik dan buruk dalam moral dan etika adalah adat istiadat dan pikiran manusia dalam masyarakat pada suatu tempat di suatu masa.
Oleh karenanya, akhlak Islam bersifat tetap (absolut) dan berlaku untuk selama-lamanya, sedangkan moral dan etika berlaku selama masa tertentu (relatif/nisbi).
3. Penerapan Akhlak dalam Kehidupan
3.1. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq)
a. Al-Hubb yaitu mencintai Allah melebihi apapun dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (taqwa).
b. As-Syukr yaitu mensyukuri nikmat dan karunia Allah.
c. Qona’ah yaitu menerima dengan ikhlas semua ketetapan Allah.
d. Taubat yaitu bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubatt (taubatannasuha).
e. Tawakal setelah berupaya dan berusaha kemudian berserah diri hanya kepada Allah.
f. Berakhlak kepada Allah swt menjadi tolak ukur iman seseorang. Dengan berakhlak baik kepada Allah akan menciptakan ketenangan jiwa, kedamaian dan kesejahteraan hidup. Karena Allah selalu dekat dengan orang-orang yang mengingat-Nya.
3.2. Akhlak terhadap makhluq (manusia)
a. Akhlak terhadap Rasulullah SAW :
1) Mencintai Rasulullah dengan tulus dengan melaksanakan segala sunnahnya.
2) Menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan yakni idola dalam kehidupan.
3) Mengamalkan apa yang diajarkanya dan meninggalkan apa yang dilarangnya.
b. Akhlak terhadap kedua orang tua (birrul walidain) :
1) Merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh rasa kasih sayang.
2) Berkomunikasi kepada keduanya dengan bahasa dan kata-kata yang lembut.
3) Mengikuti nasihat baiknya, tidak menyinggung perasaannya dan menyakiti hatinya.
4) Mendoakan keselamatannya baik di dunia maupun di akhirat.
c. Akhlak terhadap diri sendiri :
1) Memelihara kehormatan dan kesucian diri.
2) Jujur terhadap perkataan maupun perbuatan.
3) Malu berkelakuan buruk dan berbuat jahat.
4) Tidak dengki dan dendam.
5) Adil terhadap diri dan orang lain.
6) Menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna.
d. Akhlak terhadap keluarga dan karib kerabat :
1) Membina kasih sayang dan rasa cinta dalam keluarga.
2) Menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak.
3) Berbakti kepada ayah dan ibu.
4) Mendidik anak-anak penuh kasih sayang.
5) Menjaga dan memelihara hubungan silaturahmi (tali persaudaraan) yang dibina orang tua dan melanjutkannya.
e. Akhlak terhadap tetangga :
1) Saling mengunjungi.
2) Saling bantu diwaktu senang terlebih diwaktu susah.
3) Saling beri memberi.
4) Saling menghindari pertengkaran maupun permusuhan.
f. Akhlak terhadap masyarakat :
1) Memuliakan tamu. Terhadap tamu, kita harus memuliakan dan menghormatinya. Nabi memerintahkan kepada kita agar selalu memuliakan tamu (HR. al-Bukhari dan Muslim), dan segera menyambut kedatangannya serta mengantarkan kepergiannya.
2) Menghormati tata nilai yang terdapat di masyarakat. Orang yang memiliki akhlak yang baik akan menjadi suri tauladan di tengah-tengah masyarakatnya dimana dia berada, mereka akan selalu menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari, menghormati, menghargai tata nilai yang ada di masyarakatnya. Mereka yang berakhlak baik menjadi motivasi dan penggerak aktifitas kehidupan masyarakat, keberadaannya dirasakan sangat bermanfaat. Maka pantaslah jika mereka senantiasa dihormati dan diteladani orang lain karena tidak ada dalam diri mereka sifat-sifat yang tercela.
3) Mengamalkan perbuatan baik dan mencegah perbuatan buruk (amal ma’ruf nahi munkar).
Fakta sejarah menunjukkan bahwa tidak pernah dijumpai orang-orang yang berbuat dan bertindak jahat itu memiliki akhlak yang baik. Karena pendidikan akhlak itu sendiri tidak mengajarkan perbuatan-perbuatan jahat sekecil apapun. Perilaku yang mengandung akhlak buruk akan selalu menjadi pengganggu di dalam masyarakat dan tentunya akan menjadi tanggungjawab masyarakat itu sendiri untuk menanganinya. Ajaran Islam memiliki ajaran yang sempurna dan didalamnya mengandung ajaran akhlak yang mulia yang menjadi rujukan kaum muslimin. Setiap muslim yang taat kepada Allah pasti ia memiliki akhlak yang baik dan mulia. Maka sungguh ironis bilamana ditemukan orang-orang Islam yang memiliki moral yang buruk. Hal itu menunjukkan bahwa ajaran Islam belum dijiwai dan dijalankan dengan baik dan benar.
4) Tolong menolong dan melakukan kebajikan terhadap sesama.
Suatu masyarakat yang memiliki akhlak yang baik tentunya berjuang untuk mewujudkan secara nyata kemakmuran masyarakatnya. Bagi orang yang berakhlak merasa berkewajiban untuk membangun masyarakatnya dan belum merasa tenang dan bahagia bila masyarakatnya belum mencapai kemakmuran. Salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama adalah dengan pembayaran pajak yang merupakan wujud nyata dalam upaya peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat melalui perbaikan dan penambahan pelayanan publik, fasilitas publik, dan untuk kemajuan masyarakat indonesia secara keseluruhan.
1) Memberi makan fakir miskin dan melapangkan kehidupannya.
2) Musyawarah dalam segala urusan dalam kehidupan bermasyarakat.
3) Mentaati dan melaksanakan putusan yang telah disepakati bersama.
4) Menunaikan amanah-amanah yang di amanahkan dari masyarakat.
5) Menepati janji.
g. Akhlak terhadap makhluq (lingkungan hidup):
Akhlak terhadap lingkungan hidup bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah (pemelihara). Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. kekhalifahan mengandung arti :
1) Menjaga dan memelihara lingkungan hidup.
2) Memanfaatkan alam, tumbuhan, hewan secara bijak.
3) Sayang terhadap sesama makluq Allah.
4) Pengayoman, pemeliharaan serta bimbingan setiap makhluk mencapai tujuan penciptaan-Nya.
Akhlak yang mesti kita hindari sebagai berikut.
h. Akhlak Buruk Terhadap Allah :
1) Al-Kibru sikap menyombongkan diri.
2) As-Syirk sikap mempersekutukan Allah dengan Mahkluq-Nya.
3) Ar-Riddah (murtad) keluar dari aqidah Islam (kafir).
4) An-Nifak (munafiq) sikap yang bukan sebenarnya.
5) Ar-Riya sikap memamerkan diri (show off)
6) Al-Israaf sikap melampaui batas dari ketentuan agama.
7) Al-Hirsu (tamak) sikap tidak pernah merasa cukup atas karunia Allah
i. Akhlak Buruk Terhadap Manusia :
1) Al-Ghadab sikap mudah marah.
2) Al-Hasad sikap dengki dan iri hati.
3) An-Namimah sikap mengadu domba.
4) Al-Ghibah sikap mengumpat (membicarakan aib orang lain).
5) Al-Ash’aru bersikap congkak, sombong perilaku dan perkataan.
6) Al-Bukhlu sikap kikir, pelit, medit, bakhil.
7) Az-Zhulmu sikap aniaya.
Jadi, itu adalah akhlak yang sudah kita bisa kenal untuk menumbuhkan kesadaran agar memelihara akhlak baik yang kita pilih tetap ada dan subur dalam diri kita.
Yuk, jaga diri kita sebagaimana kita ingin ada dalam penjagaan Allah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu menjaga kita dalam apapun. Aamiin Allahumma Aamiin.
Daftar Pustaka
Rahmat, S.Ag, M.Si. 2024. Akhlak. Pendidikan Agama Islam: UG
Surah An-Nahl 16: 90 *Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-apk.com
Surah Ar-Rahman 55: 60 *Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-apk.com
Surah Al-Qalam 68: 4 *Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-apk.com
Comments
Post a Comment