Atribusi Sosial

Psikologi Sosial

(6)

Atribusi Sosial

Atribusi sosial merupakan suatu proses individu atau kelompok dalam membentuk suatu kesimpulan yang bersifat subjektif (hanya berdasarkan persepsi pribadi) yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu fenomena yang tampak dari “sekelompok” orang.

Kesimpulan disini terkait dengan pertanyaan: apa yang mendasari sehingga fenomena tersebut tampak? atau mengapa berperilaku seperti itu?


Teori Atribusi

Dasar teori atribusi adalah bahwa perilaku seseorang itu ditentukan oleh kombinasi antar berikut ini:

1) Kekuatan internal (Internal Forces), yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang misalnya seperti kepribadian, kemampuan, pengetahuan.

2) Kekuatan eksternal (Eksternal Forces), yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar misalnya kesempatan dan lingkungan.


  • Harold Kelley

Proses penyimpulan berdasarkan kausalitas internal dan eksternal dengan memperhatikan aspek sebagai berikut.

1) Konsensus, apakah perilaku orang lain sama dengan dirinya.

2) Konsistensi, apakah dirinya bertindak sama dengan pada situasi dan kondisi yang lain.

3) Kekhasan, apakah orang yang diamati bertindak sama pada situasi dan kondisi lain atau perilaku tersebut hanya dilakukan hanya pada kondisi itu saja

  • Correspondence Interference, Jones & Davis
Apakah suatu perilaku tersebut disebabkan oleh disposisi yaitu karakteristik yang relatif stabil pada setiap individu atau tidak.

  • Bernard Weiner

Perilaku seseorang akan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lingkungan kejadian.


Kesalahan Atribusi

1) Bias kesalahan atribusi dasar (fundamental attribution error)

Ini adalah kecenderungan untuk melebih-lebihkan pengaruh disposisi pada perilaku orang lain.


2) Efek pelaku-pengamat

Ini adalah bias dimana orang yang berperilaku (pelaku) memiliki kecenderungan untuk menekankan pengaruh situasional sebagai sebab perilakunya dan yang melihat perilaku itu (pengamat) cenderung menekankan pengaruh disposisional (karakteristik yang relatif stabil pada setiap individu).


3) Bias menghibur diri (self-serving bias) & menghakimi diri (self defeating)

Bias menghibur diri (self serving bias) adalah kecenderungan seseorang untuk menganggap hal-hal positif diakibatkan karena dirinya sendiri (disposisinya) dan hal-hal negatif disebabkan oleh orang lain (situasinya).

Menghakimi diri (self defeating) adalah kebalikan dari bias menghibur diri (self serving bias). Seseorang justru cenderung menganggap sebab dari perilaku positif berasal dari situasi dan sebab perilaku negatif dari disposisi.


4) Menyalahkan diri (self-blame)

Menyalahkan diri (self blame) adalah kecenderungan seseorang untuk secara berlebihan menyalahkan diri sendiri, terutama bila mengalami kegagalan.


5) Efek relevansi dengan keuntungan pribadi (hedonic relevance)

Ini adalah kecenderungan seseorang untuk menilai lebih positif perilaku orang lain yang menguntungkan dirinya pribadi dan menilai lebih negatif perilaku yang merugikan dirinya.


6) Bias Egosentrisme

Ini adalah kecenderungan seseorang untuk menilai orang dengan menggunakan diri sendiri sebagai referensi, yaitu beranggapan bahwa setiap orang lain juga melakukan hal yang sama.


Dampak kesalahan atribusi

  • Atribusi Anda bisa menyebabkan konflik dengan orang lain.

  • Konflik juga bisa terhindar kalau masing-masing pihak memiliki atribusi yang positif.

  • Atribusi juga bisa menyelesaikan konflik. Misalnya, dilakukan proses komunikasi dengan jujur sehingga tidak lagi terjadi kesalahan atribusi.


Daftar Pustaka

Tjoen Tjie, Lie. “Atribusi Sosial”. Universitas Gunadarma, 2024.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *