Filsafat Pragmatisme

Filsafat

Bab ke-10

Filsafat Pragmatisme


3. Enam Tesis Dasar Pragmatisme

Realitas selalu berubah, dan pengetahuan berfungsi sebagai instrumen untuk beradaptasi dengan dan menguasai realitas. Eksistensi pada dasarnya adalah tindakan (action), bukan ide (idea). Karena perubahan adalah kondisi kehidupan yang tak dapat dielakkan, maka perubahan harus dikelola sedemikian agar bermanfaat bagi individu dan masyarakat.

Dalam investigasi kritis yang terpenting adalah pengalaman, bukan prinsip-prinsip abstrak atau penalaran apriori (noneksperimental).

Ide, keyakinan, atau proposisi itu benar kalau dapat diterapkan atau bermanfaat dalam problem solving.

Kebenaran berarti applicability. Sesuatu itu benar kalau dapat dipraktikkan/diaplikasikan dalam kenyataan (menolak teori kebenaran korespondensi).

Ide adalah alat untuk membimbing perilaku. Suatu ide itu efisien, berguna, dan bernilai bergantung pada kemampuannya untuk membimbing tindakan yang sukses. Ide bukanlah gambaran tentang obyek eksternal, tapi alat penuntun tindakan.

Realitas ditentukan oleh efektivitas (efficacy) dan manfaat (utility) dalam memenuhi suatu kebutuhan.

Tokoh Filsafat


Tokoh Filsafat dari Amerika; United State (US) sebagai berikut.

a.

b.

c. John Dewey (1859-1952)

Dewey mengembangkan prinsip-prinsip pragmatisme dari Peirce dan James menjadi sistem pemikiran yang komprehensif yang dinamakannya naturalisme eksperimental (experimental naturalism), atau instrumentalisme.


Manusia dapat memecahkan masalah-masalah sosial dengan menggunakan pengalaman, intelijensi, dan penyelidikan (inquiry). Konsep-konsep tradisional tentang pengetahuan dan kebenaran, yang mengakui adanya unsur absolut, tidak cocok (incompatible) dengan pandangan dunia Darwinian tentang kemajuan, dan sebab itu harus ditolak.


Basis pengetahuan adalah aspek biologis dan sosial, sedangkan ide merupakan "rencana tindakan" (plans of action), jadi bersifat instrumental. Dia menegaskan perlunya pendekatan eksperimental terhadap etika, dan mengkaitkan nilai dengan kebutuhan individu dan sosial.


Artinya, suatu itu bernilai kalau bermanfaat.


Soal Latihan

Bab ke-10: PRAGMATISME
1. Filsafat Pragmatisme merupakan filsafat khas dari:

A. Amerika

B. Eropa kontinental

C. Inggris

D. Asia Timur (Korea dan Jepang)



2. Konsep utama dari ajaran filsafat Pragmatisme ialah:

A. Manfaat dan Problem solving

B. Hak Asasi Manusia

C. Toleransi

D. Modernitas



3. Berikut ini filsuf2 Pragmatisme, kecuali:

A. William James

B. Plotinus

C. John Dewey

D. Sanders Peirce



4. Pragmatisme mengajarkan tentang kebenaran yang bersifat pragmatis. Menurut aliran pragmatisme, yang benar berarti:

A. Yang sesuai agama

B. Yang sesuai teori

C. Yang dapat diaplikasikan 

(applicability) demi problem solving

D. Yang bermanfaat demi problem solving



5. Menurut William James, moralitas dan agama merupakan produk dari:

A. Iman 

B. Rasio

C. Kehendak untuk percaya (the will to believe)

D. Kontrak sosial

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *