Mitos dan Pengetahuan
Ilmu Alamiah Dasar
Bab ke-2 dan ke-3
Mitos Penalaran & Cara Memperoleh Pengetahuan
A. Pengertian Mitos
Manusia selalu merasa ingin tahu, maka ia akan selalu mencari jawaban rasa ingin tahunya terutama terhadap fenomena (gejala) alam. Perkembangan lebih lanjut dari rasa ingin tahu manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan non-fisik atau kebutuhan alam pikirannya, manusia mereka-reka sendiri apa jawabannya.
Berdasarkan sejarah perkembangan manusia, menurut August Comte yang membagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.
- Tahap teologi atau tahap metafisika.
- Tahap filsafat.
- Tahap positif atau tahap ilmu.
Mitos termasuk dalam tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi berarti pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos.
Manusia menyusun mitos untuk mengenal realita atau kenyataan, yakni pengetahuan yang tidak objektif melainkan subjektif. Mitos ada untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia untuk menjawab keterbatasan manusia tentang alam. Dalam alam pikiran mitos, rasio atau penalaran belum terbentuk yang bekerja hanya daya khayal, intuisi atau imajinasi.
Istilah mitos (mythos) berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah "perkataan" atau "cerita". Orang pertama yang memperkenalkan istilah mitos adalah Plato. Plato memakai istilah "muthologia" yang artinya menceritakan cerita.
Menurut Van Peursen mitos adalah suatu cerita yang memberikan pedoman atau arah tertentu kepada sekelompok orang. Cerita itu dapat ditularkan dan dapat pula diungkapkan melalui tari-tarian, pementasan wayang, sendratari, drama dan sebagainya. Secara garis besarnya, mitos dibedakan menjadi tiga bagian yaitu
a. Mitos sebenarnya
manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada, meskipun belum tepat. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuannya sehingga untuk hal tersebut orang mengaitkan dengan tokoh tertentu.
b. Cerita rakyat
Mitos yang berupa cerita rakyat adalah cerita yang mengisahkan peristiwa peristiwa penting berkenaan dengan kehidupan manusia yang disampaikan dari mulut ke malut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
c. Legenda
Legenda adalah cerita rakyat yang seorang tokohnya dikaitkan dengan nama suatu daerah. Apakah tokoh tersebut pernah ada atau tidak, namun tokoh tersebut dihubungkan dengan apa yang terdapat di suatu lingkungan sebagai bukti kebenaran suatu legenda.
d. Mitos sangat berpengaruh
Pada zaman dahulu mitos sangat berpengaruh, bahkan sampai saat inipun kepercayaan terhadap mitos masih belum sepenuhnya hilang. Pencarian jawaban atas masalah seperti itu belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Beberapa hal penyebab timbulnya mitos antara lain:
1. Keterbatasan pengetahuan manusia
Keterbatasan pengetahuan manusia karena keterbatasan pengetahuan manusia maka mereka mencoba mereka-reka dengan khayalan dam imajinasinya untuk memperoleh jawaban atas permasalahan tersebut. Pengetahuan yang diperoleh dan belum tentu kebenarannya kemudian diceritakan kembali kepada orang lain atau generasi berikutnya.
2. Keterbatasan penalaran manusia
Keterbatasan penalaran manusia, manusia pada awalnya memang mampu berpikir, namun pemikirannya belum terlatih. Pemikiran dapat benar dan dapat pula salah. Dengan perkembangan pemikiran manusia lama-kelamaan pemikiran yang salah akan ditinggalkan orang, sedangkan yang benar akan terus bertahan sampai ada kebenaran baru yang muncul
3. Keingintahuan manusia yang telah dipenuhi untuk sementara
Keingintahuan manusia yang telah dipenuhi untuk sementara kebenaran memang harus diterima oleh akal, tetapi sebagian lagi dapat diterima secara intuisi, yakni penerimaan atas dasar kata hati tentang sesuatu yang benar. Kata hati yang irasional dalam kehidupan masyarakat awam sudah dapat diterima sebagai suatu kebenaran atau pseudo science.
4. Keterbatasan alat indera manusia
keterbatasan alat indera manusia membuat manusia mencari jalan pintas untuk memperoleh jawaban.
5. Puncak hasil pemikiran mitos
Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia yakni 700-600 SM. Orang-orang Babylonia berpendapat bahwa alam semesta itu sebagai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya, sedangkan langit-langit dengan bintang merupakan atapnya. Namun, yang menakjubkan adalah mereka telah mengenal ekliptika yaitu saatu bidang edar matahari dan telah menetapkan perhitungan satu tahun yaitu satu kali matahaari beredar sampai ke tempat semula yakni selama 365, 25 hari. Horoskop atau ramalan nasib manusia berdasarkan perbintangan seperti Virgo, Sagitarius, Scorpio, Pisces, Leo dan sebagainya yang sampai saat ini masih dipercaya banyak orang juga berasal dari Babylonia.
6. Pengetahuan orang-orang Babilonia
Pengetahuan orang-orang Babylonia ini setengahnya berasal dari hasil pengamatan atau pengalaman, namun setengahnya berupa dugaan, imajinasi, kepercayaan atau mitos. Pengetahuan demikian dapat dianggap sebagai pseudo science yang artinya mirip sains tetapi bukan sains,
Contoh Mitos yaitu Sebagai Berikut:
1. Jangan duduk di depan pintu, nanti susah berjodoh
2. Jangan makan pisang yang ada di pinggir, nanti jodohnya adalah orang jauh
3. Jangan membuka payung di dalam rumah, nanti sulit rejekinya
Contoh cerita rakyat Sebagai Berikut:
1. Malin Kundang
2. Ande-ande Lumut
3. Timun Mas
4. dan lain lain.
Contoh Legenda Sebagai Berikut:
1. Legenda Batu Menangis
2. Legenda Terbentuknya Danau Toba
3. Sangkuriang
Pada Masa Prasejarah, Mitos Dapat Diterima dan Dipercaya Kebenarannya Diantaranya Sebagai Berikut:
Keterbatasan pengetahuan uang disebabkan karena keterbatasan penginderaan, baik langsung maupun dengan alat
Keterbatasan penalaran manusia pada saat itu yaitu sebagai berikut:
Hasrat ingin tahunya terpenuhi karena kemampuan berpikir manusia makin maju dan disertai pula dengan perlengkapan pengamatan yang makin baik, mitos dengan berbagai legendanya. mulai ditinggalkan, Orang mulai menggunakan akal sehat serta rasionya untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang alam,
Kegiatan untuk memperoleh atau menemukan pengetahuan yang benar disebut herpikir, sedangkan proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang benar disebut penalaran. Pengetahuan yang diperoleh tidak berdasarkan penalaran digolongkan pada pengetahuan yang non ilmiah atau bukan ilmu pengetahuan.
Terdapat beberapa cara untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan yang tidak berdasarkan penalaran, yaitu sebagai berikut:
- Prasangka: Pengambilan kesimpulan berdasarkan perasaan
- Intuisi: Kegiatan berpikir yang tidak analitis, tidak herdasarkan pola berpikir tertentu. Pandangan batiniah yang serta merta tembus mengenai peristiwa atau kebenaran tanpa penurutan pikiran
- Coba-ralat atau trial and error: Suatu cara untuk memperoleh pengetahuan secara coba-coba atau untung untungan.
Mengenal alam semesta dan isi alam semesta teori terbentuknya alam
Semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya.
Alam semesta atau universum dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat dan energi yang ada didalamnya.
Tata surya terdiri dari matahari, sembilan planet dan berbagai benda langit seperti satelit, komet, asteroid, planet-planet berevolusi mengelilingi matahari dengan orbit (garis edar) yang berbentuk elips. Beberapa planet mempunyai setelit, satelit ini berputar mengelilingi planet dan bersama dengan planet mengelilingi matahari.
Jadi, tata surya merupakan sistem rotasi yang berpusat pada matahari.
Hingga kini dikenal sembilan planet sebagai anggota tata surya sebagai berikut.
- Merkurius
- Venus
- Bumi
- Mars
- Jupiter
- Saturnus
- Uranus
- Neptunus
- Pluto
Dari gambar planet-planet dapat dikelompokkan menjadi dua sebagai berikut.
1) Kelompok planet dalam: Planet-planet yang dekat dengan matahari terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
2) Kelompok planet luar: Planet-planet yang jauh dari matahari terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Bintang-hintang tidak ditemukan terpencar di ruang angkasa secara serampangan. Pada kenyataannya, bintang-bintang berkumpul dalam pulau-pulau perbintangan yang besar dan ruang di antara pulau-pulau tersebut tidak mengandung pulau. Ini yang dinamakan galaksi.
Galaksi kita dikenal dengan nama galaksi bimasakti atau milky way. Pada dasarnya. penamaan ini berasal dari bahasa yunani yang berarti susu, Orang yunani menganalogikan galaksi kita dengan tumpuhan susu yang tampak putih pada malam hari yang gelap gulita. Galaksi kita berdiameter 100.000 tahun cahaya dan mencakup di dalamnya 130.000.000 bintang.
Selain galaksi kita, ada beberapa galaksi lain yang bisa diamati menggunakan mata langsung antara lain:
- Galaksi Andromeda: termasuk galaksi pertama yang terungkap di luar galaksi kita. Galaksi ini lebih besar daripada galaksi kita. Demikian halnya dengan bintang-bintang yang ada di dalamnya. Sesungguhnya, diameter galaksi andromeda adalah 40,000 tahun cahaya, Galaksi ini pertama kali ditemukan oleh hubble pada tahun 1923.
- Awan Megallanic Kecil: Galaksi tersebut juga bisa diamati dengan mata langsung. Galaksi tersebut terdiri dari bintang-bintang berusia tua. Diameternya sekitar 25.000 tahun cahaya.
- Awan Megallanic Besar: Galaksi ini mengandung awan debu yang menutupi cahaya, la disusun oleh bintang-bintang berusia muda dan beberapa tua di sebagian kumpulan bintang yang berbentuk bulat. Diameternya kira-kira 40.000 tahun cahaya..
B. Terbentuknya Alam Semesta dan Penghuninya
1. Teori dentuman atau ledakan
Mengutamakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dijagat raya dan mempunyai jenis yang sangat besar, meledak dengan hebatnya akibat adanya reaksi inti, massa yang meledak berserekan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan, massa yang berserakan itu berbentuk kelompok dengan berat jenis relatif kecil dari massa semula yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi ini terus bergerak menjauhi titik intinya,
2. Teori ledakan besar (big-bang theory)
Teori big bang yaitu teori yang bisa diterima secara ilmiah sekarang untuk menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta (universe) teori ini berbunyi:
“Alam semesta diciptakan kira-kira 15.000.000.000 (lima belas triliun) tahun yang lalu, kejadiannya berawal dari meledaknya atom prima atau atom awal (primeval atom). Ledakan itu sangat besar dan dahsyat yang menyebabkan berhamburannya seluruh isi (materi dan energi) atom prima itu ke segala arah.”
Dengan dasar teori big bang itu, para ahli sekarang berhasil mereka ulang pembentukan alam semesta dari waktu ke waktu, dimulai dari peristiwa big bang bahkan saat ini mereka dapat memperkirakan hagaimana bentuk alam semesta ini beberapa abad nanti, contohnya jika galaksi bimasakti (milkyway) tempat kita berpijak dan galaksi tetangga yang paling dekat yaitu galaksi andromeda akan saling bergerak mendekat dan suatu saat mereka akan bertabrakan.
3. Teori ekspansi dan kontraksi
Dalam jangka waktu 30.000 juta tahun dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi beserta bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur lain yang kompleks pada masa kontraksi, terjadi galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.
C. Proses Terbentuknya Alam Semesta
Setelah terjadinya ledakan (big bang), terjadilah semacam bencana alam semesta (cosmic cataclysm). Alam semesta dipenuhi oleh bola-bola api yang sangat panas dan padat, dari bola-bola api inilah kemudian terbentuk partikel-partikel dasar dan muatan-muatan energi, dari muatan-muatan energi ini kemudian terbentuk daya-daya kekuatan di alam semesta. Daya kekuatan alam yang diperkirakan pertama kali terbentuk adalah daya gravitasi, kemudian daya nuklir serta daya electromagnetis.
Partikel-partikel dasar yaitu elektron, proton, neutron, dan lain-lain saling bertubrukan untuk kemudian membentuk proton dan neutron. Selama masa ini sebagian besar energi masih berbentuk radiasi (percikan-percikan cahaya dari bola-bola api).
Alam semesta terus mengembang dan perlahan-lahan mulai mendingin. Pada tahap ini, inti atom hidrogen, helium dan litium mulai membentuk. Tahap selanjutnya alam semesta mulai memasuki tahap suhu yang cukup dingin sehingga partikel-partikel elektron yang bermuatan negatif dapat berkait dan menyatu dengan inti-inti atom hidrogen dan helium yang bermuatan positif untuk kemudian membentuk atom-atom yang netral. Karena alam semesta terus membesar, kepadatannya otomatis semakin berkurang dan suhunya juga semakin mendingin.
Proses pengembangan alam semesta terus berlanjut dengan tingkat kecepatan yang tinggi. Daya gravitasi mulai mempengaruhi tingkat kepadatan gas-gas yang terbentuk akibat big bang, sehingga menciptakan gumpalan gumpalan awan gas dan saat gumpalan-gumpalan ini semakin memadat, inti gumpalan gas tersebut juga bertambah padat berlipat-lipat dengan suhu yang juga terus meningkat panas sampai akhirnya menyala sebagai bentuk awal sebuah bintang. Saat semua kantong-kantong gas mengalami proses serupa maka kelompok bintang-bintang muda ini membentuk menjadi sebuah gugusan bintang (galaksi). Seluruh proses di atas, dari big bang hingga terbentuknya planet, bintang serta galaksi berlangsung dalam kurun waktu miliyaran tahun seperti halnya proses pembentukan bintang-bintang yang lain.
Bintang yang kita kenal dengan nama matahari (sun) juga terbentuk dari gumpalan atau kantong awan gas. Gumpalan awan gas yang berbentuk piringan yang sangat luas ini beterbangan berputar-putar. Bagian tengahnya mulai padat dan memanas untuk kemudian menyala menjadi bintang sementara materi sisa disekelilingnya saling bertumbukan, menyatu dan menggumpal membentuk planet-planet, bulan-bulan dan asteroid. Bumi yang merupakan bagian kecil dari material yang menggumpal ini menjadi planet ke tiga. Dengan suhunya yang relatif lebih dingin, memungkinkan terbentuknya atmosfer pendukung kehidupan
D. Terbentuknya Materi Padat
Setelah big bang sampai 300.000 tahun kemudian, bentuk materi masih berupa gas. Dari gumpalan-gumpalan gas ini selanjutnya bintang-bintang berukuran sangat besar mulai terbentuk tetapi hanya berusia pendek karena kemudian meledak (supernova). Setelah meledak gas-gasnya menggumpal lagi, menjadi padat, kemudian menyala dan terbentuk bintang-bintang lagi yang berukuran lebih kecil, meledak kembali, demikian terus menerus untuk beberapa kali sampai akhirnya terbentuk materi-materi berat di inti bintang-bintang yang meledak.
Materi-materi padat inilah yang kemudian membentuk benda-benda di alam semesta seperti yang sekarang ini seperti planet-planet dil bahkan unsur-unsur pembentuk tubuh kita sebagian besar dari materi-materi berat ini.
Jadi, materi-materi padat dibentuk di dalam inti bintang melalui proses fusi nuklir (peleburan / penyatuan materi nuklir) dan dimulai dari materi-materi ringan seperti hidrogen dan helium, Sementara materi-materi yang lebih berat seperti karbon, oksigen, nitrogen hingga besi dibentuk di dalam inti bintang karena memang suhu dan tekanannya lebih memungkinkan. Materi-materi ini terlempar ke luar angkasa saat bintang-bintang tersebut meledak.
E. Evolusi Alam Semesta
Naluri manusia selalu ingin mengetahui asal usul sesuatu, termasuk asal-usul alam semesta, berbagai hasil pengamatan dianalisis dengan dukungan teori-teori fisika untuk mengungkapkan asal-usul alam semesta. Teori yang kini diyakini bukti-buktinya menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari ledakan besar (big bang) sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu.
Semua materi dan energi yang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik tak berdimensi yang berkerapatan tak berhingga. Tetapi ini jangan dibayangkan seolah olah titik itu berada di suatu tempat di alam yang kita kenal sekarang ini. Yang benar, baik materi, energi, maupun ruang yang ditempatinya seluruhnya bervolume amat kecil, hanya satu titik tak berdimensi, Tidak ada suatu titik pun di alam semesta yang dapat dianggap sebagai pusat ledakan. Dengan kata lain ledakan besar alam semesta tidak seperti ledakan bom yang meledak dari satu titik ke segenap penjuru.
Hal ini karena pada hakikatnya seluruh alam turut serta dalam ledakan itu. Lebih tepatnya, seluruh alam semesta mengembang tiba-tiba secara serentak, ketika itulah mulainya terbentuk materi, ruang, dan waktu.
Materi alam semesta yang pertama terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang dan galaksi generasi pertama. Dari reaksi fusi nuklir di dalam bintang terbentuklah unsur-unsur berat seperti karbon, oksigen, nitrogen, dan besi. Kandungan unsur- unsur berat dalam komposisi materi bintang merupakan salah satu "akte" lahir bintang. Bintang-bintang yang mengandung banyak unsur berat berarti bintang itu "generasi muda yang memanfaatkan materi-materi sisa ledakan bintang- bintang tua. Materi pembentuk bumi pun diyakini berasal dari debu dan gas antar bintang yang berasal dari ledakan bintang di masa lalu. Jadi, seisi alam ini memang berasal dari satu kesatuan.
Bukti-bukti pengamatan menunjukkan bahwa alam semesta mengembang. Spektrum galaksi galaksi yang jauh sebagian besar menunjukkan bergeser ke arah merah yang dikenal sebagai red shift (panjang gelombangnya bertambah karena alam mengembang). Ini merupakan petunjuk bahwa galaksi galaksi itu saling menjauh. Sebenarnya yang terjadi adalah pengembangan ruang. Galaksi-galaksi itu (dalam ukuran alam semesta hanya dianggap seperti partikel-partikel) dapat dikatakan menempati kedudukan yang tetap dalam ruang dan ruang itu sendiri yang sedang berekspansi
Kita tidak mengenal adanya ruang di luar alam ini. Oleh karenanya kita tidak bisa menanyakan ada apa di luar semesta ini.
Secara sederhana, keadaan awal alam semesta dan pengembangannya itu dapat diilustrasikan dengan pembuatan roti.
Materi pembentuk roti itu semula terkumpul dalam gumpalan kecil. Kemudian mulai mengembang. Dengan kata lain "ruang" roti sedang mengembang. Butir butir partikel di dalam roti itu (analogi dengan galaksi di alam semesta) saling menjauh sejalan dengan pengembangan roti itu (analogi dengan alam).
Dalam ilustrasi tersebut, kita berada di salah satu partikel di dalam roti itu. Di luar roti, kita tidak mengenal adanya ruang lain, karena pengetahuan kita, yang berada di dalam roti itu, terbatas hanya pada ruang roti itu sendiri. Demikian pulalah, kita tidak mengenal alam fisik lain di luar dimensi "ruang waktu" yang kita kenal.
Bukti lain adanya pengembangan alam semesta diperoleh dari pengamatan radio astronomi. Radiasi yang terpancar pada saat awal pembentukan itu masih berupa cahaya. Namun karena alam semesta terus mengembang, panjang gelombang radiasi itu pun makin panjang, menjadi gelombang radio, Kini radiasi awal itu dikenal sebagai radiasi latar belakang kosmik (cosmic background radiation) yang dapat dideteksi dengan teleskop radio.
F. Tata Surya
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya, Surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah sabuk kuiper dan piringan tersebar.
Awan oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak. sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar. Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet tata surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km).
Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah ceres (415 juta km. Di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km). Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing- masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
- Matahari
Matahari yaitu bintang induk tata surya dan merupakan komponen utama sistem tata surya ini. Bintang ini berukuran 332,830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik
Matahari dikategorikan ke dalam bintang kerdil kuning (tipe g v) yang berukuran tengahan, tetapi nama ini bisa menyebabkan kesalahpahaman karena dibandingkan dengan bintang-bintang yang ada di dalam galaksi bima sakti, matahari termasuk cukup besar dan cemerlang.
Bintang diklasifikasikan dengan diagram hertzsprung-russell, yaitu sebuah grafik yang menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah bintang terhadap suhu permukaannya. Secara umum, bintang yang lebih panas akan lebih cemerlang. Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret utama, dan matahari letaknya persis di tengah deret ini, Akan tetapi, bintang-bintang yang lebih cemerlang dan lebih panas dari matahari adalah langka, sedangkan bintang-bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum. Dipercayai bahwa posisi matahari pada deret utama secara umum merupakan "puncak hidup dari sebuah bintang karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir dan saat ini matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecemerlangan sekarang.
- Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam tata surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara bumi dengan matahari adalah 149,6 juta kilometer atau 1 au (inggris: astronomical unit). Kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik. Sedangkan kala revolusinya adalah 365,25 hari.
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer.
Anggota Tata Surya Yang Lain
✓ Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Komet berasal dari bahasa yunani, yang artinya rambut panjang. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari, ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.
Panjang komet dapat mencapai jutaan KM. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet, Komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari.
Kita sering menyebut komet sebagai bintang berekor. Sebetulnya pernyataan bintang disini tidak tepat. Komet terbentuk dari es dan debu. Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Inti komet adalah sebongkah batu dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari. Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas, Bentuk ekor debu tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas. Angin matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi. Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya,komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
- Komet berekor panjang: Komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75,000 tahun sekali dan komet halley setiap 76 tahun sekali
- Komet berekor pendek: Komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor, Contohnya komet encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.
✓Asteroid
Asteroid adalah benda-benda angkasa yang berada dalam serbuk asteroid, yakni daerah antara orbit Mars dan Jupiter. Ada dua teori asal mula asteroid:
- Asteroid berasal dari planet yang terletak di antara Mars dan Jupiter meledak karena efek gaya ganggu jupiter dan membentuk asteroid-asteroid.
- Asteroid terbentuk pada awal terbentuk pada awal terbentuknya tata surya terdapat cukup partikel di antara Mars dan Jupiter yang membentuk batu-batu berkelompok.
✓ Meteor dan meteorid
Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada saat menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat dari bumi. Meteorit adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi.
Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit di bedakan menjadi dua yaitu:
- Meteorit besi: Meteroit besi terdiri dari 90% zat besi dan 10% nikel
- Meteorit batu: Meteroit batu terdiri dari terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon
Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah terjadinya perubahan kondisi atmosfer, seperti suhu, san cuaca yang menyebabkan suatu kondisi yang tidak menentu.
Perubahan ini sangat berdampak luas bagi kehidupan manusia dalam berbagai sektor Perubahan iklim juga dapat dikatakan sebagai, keadaan dimana temperatur di bumi mengalami kenaikan dan pergeseran musim. Kenaikan temperatur ini akan menyebabkan terjadinya pemuaian massa air dan permukaan air laut.
Menurut Ipce (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin terjadi karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal atau ulah manusia yang terus-menerus merubah komposisi atmosfer atau tata guna lahan.
- Penyebab Perubahan Iklim
Penyebab Perubahan Iklim yang telah disebutkan sebelumnya bahwa aktivitas manusia merupakan penyebab utama terjadinya perubahan iklim. Selain itu, pertambahan populasi penduduk dan pesatnya pertumbuhan teknologi dan industri ternyata juga memberikan kontribusi besar pada pertambahan grk (gas rumah kaca), akibat jenis aktivitas yang berbeda-beda, maka grk yang dikontribusikan oleh setiap negara ke atmosfer pun porsinya berbeda-beda.
Ada banyak kejadian yang dapat menyebabkan perubahan iklim. Penyebab-penyebab tersebut sebagai berikut.
1. Kehutanan
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan luas hutan terbesar, yaitu 120,3 juta hektar. Sekitar 17% dari luasan tersebut adalah hutan konservasi dan 23% hutan lindung, sementara sisanya adalah hutan produksi (fwi/gfw, 2001). Namun dari tahun ke tahun luas hutan berkurang. Hal ini disebabkan oleh penebangan liar atau juga kebakaran hutan (disengaja ataupun tidak disengaja). Padahal hutan sangat berperan sebagai penyerap co₂ dan penghasil oz. Dengan kemampuan hutan tersebut dapat mengurangi kadar grk di udara.
2. Pemanfaatan energi bahan bakar fosil
Saat ini kehidupan manusia sangat tergantung pada energi listrik dan bahan bakar fosil. Ketergantungan tersebut sangat berdampak buruk bagi kehidupan umat manusia. Penggunaan energi fosil seperti, minyak bumi, batu bara, dan gas alam dalam berbagai kegiatan akan memicu bertambahnya emisi grk di atmosfer
1. Pertanian dan peternakan
Sektor pertanian juga berperan banyak terhadap meningkatnya emisi grk, khususnya gas metana (CH) yang dihasilkan dari sawah yang tergenang. Berdasarkan penelitian sektor pertanian menghasilkan emisi gas metana tertinggi di banding sektor-sektor lainnya. Sektor peternakan juga tidak kalah dalam mengemisikan grk, hal tersebut dikarenakan kotoran ternak yang membusuk akan melepaskan gas metana ke atmosfer.
2. Sampah
Sampah turut mengasilkan emisi grk berupa gas metana walaupun dalam jumlah yang cukup kecil, Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan sekitar 50 kg gas metana. Kegiatan manusia selalu menghasilkan sampah. Sampah merupakan masalah besar yang dihadapi oleh kota-kota besar di indonesia. Data dari kementerian lingkungan hidup mengatakan bahwa pada tahun 1995 rata- rata orang di perkotaan di indonesia menghasilkan sampah 0,8 kg per hari dan terus meningkat hingga 1 kg per orang per hari pada tahun 2000
- Dampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim akan memberikan dampak yang sangat besar pada berbagai sektor, diantaranya:
a. Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian
Perubahan iklim akan menyebabkan pergeseran musim, sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang.
Hal ini akan menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Sehingga indonesia harus mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhannya. Secara otomatis, produktivitas di bidang pertanian juga akan menurun.
b. Dampak perubahan iklim terhadap kenaikan muka air laut
Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di kutub utara dan selatan mencair.
Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut, seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Sehingga akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai.
Kenaikan muka air laut akan menyebabkan hancurnya tambak-tambak ikan di beberapa daerah, juga dapat merusak terumbu karang yang ada di laut indonesia.
a. Dampak perubahan iklim terhadap ekosistem
Meningkatnya tingkat keasaman dari laut karena bertambahnya karbondioksida di atmosfer akan membawa dampak negatif pada organisme- organisme laut, Misalnya, hilangnya jenis flora dan fauna khususnya di indonesia.
b. Dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air
Pada pertengahan abad ini, rata-rata aliran air sungai dan kelestarian air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.
c. Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan
Frekuensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah akan meningkat. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit- penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.
d. Dampak perubahan iklim terhadap sektor lingkungan
Dengan lingkungan yang rusak, alam akan lebih rapuh terhadap perubahan iklim. Apabila terjadi curah hujan yang cukup tinggi akan berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Rangkuman
i. Pengertian alam semesta mencakup tentang Mikrokosmos dan Makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan Makrokosmos adalah benda-benda yang ukurannya sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi.
ii. Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
iii. Surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah sabuk kuiper dan piringan tersebar.
iv. Perubahan iklim adalah terjadinya perubahan kondisi atmosfer, seperti suhu, san cuaca yang menyebabkan suatu kondisi yang tidak menentu.
Daftar Pustaka
Iswadi, M.Pd. 2024. Ilmu Alamiah Dasar. Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar: Penerbit Natural Aceh
Comments
Post a Comment