Psikologi Kognitif
Psikologi Umum
(kel-4)
Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif berusaha memahami bagaimana otak manusia bekerja untuk menghasilkan perilaku dengan menekankan proses internal yang terjadi dalam pikiran.
- Filsafat Kognitif (400 SM - Abad ke-17): Plato dan Aristoteles membahas hubungan antara pikiran, persepsi, dan pengetahuan.
- Psikologi Eksperimental (Abad ke-19): Wilhelm Wundt (1879) mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman, dan memperkenalkan introspeksi sebagai metode untuk mempelajari kesadaran.
Sejarah dan Perkembangan
- Kritik terhadap Behaviorisme: Noam Chomsky (1959) mengkritik teori belajar bahasa Skinner, menyatakan bahwa bahasa terlalu kompleks untuk dijelaskan melalui pengkondisian.
- Munculnya Teknologi Komputasi: Komputer digunakan sebagai metafora untuk memahami pikiran manusia.
- Penelitian Baru dalam Kognisi Jean Piaget: Mengkaji perkembangan kognitif pada anak-anak dan mengidentifikasi tahapan pertumbuhan intelektual.
- Neurosains Kognitif
- Pengaruh Kecerdasan Buatan (AI)
- Penelitian Eksperimental dan Teori
- Interaksi Kognisi dan Emosi
- Kognisi Sosial
- Aplikasi Praktis
Teori Memori
- Memori Sensorik: Informasi dari lingkungan ditangkap melalui pancaindra. Memori ini bersifat sangat singkat, hanya berlangsung beberapa milidetik hingga beberapa detik. Contoh : Mengingat gambar atau suara sejenak setelah melihat atau mendengarnya.
- Memori Jangka Pendek (Short-Term Memory): Menyimpan informasi sementara untuk diproses atau digunakan. Kapasitas terbatas (7 ± 2 item, menurut George Miller). Informasi akan hilang jika tidak diulang (rehearsal) atau diproses lebih lanjut. Contoh : Mengingat nomor telepon cukup lama untuk menuliskannya.
- Memori Jangka Panjang (Long-Term Memory): Menyimpan informasi dalam waktu yang lebih lama, bahkan seumur hidup. Kapasiasnya tidak terbatas.
- Memori deklaratif (eksplisit): Informasi yang dapat disadari dan diceritakan, seperti Fakta (Memori Semantik) yakni jenis memori jangka panjang yang menyimpan pengetahuan umum, fakta, konsep, dan informasi yang tidak terkait dengan pengalaman pribadi tertentu. Contohnya adalah pengetahuan tentang arti kata atau fakta sejarah. Memori ini tidak melibatkan konteks pengalaman pribadi sehingga lebih bersifat umum dan tidak memiliki rincian waktu atau tempat.
- Pengalaman Pribadi (Memori Episodik) Memori episodik adalah jenis memori jangka panjang yang menyimpan pengalaman pribadi yang terjadi pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Contohnya adalah ingatan tentang liburan terakhir atau pesta ulang tahun. Memori ini melibatkan konteks temporal dan spasial, sehingga kita bisa mengingat peristiwa spesifik dengan detail tentang waktu dan tempat terjadinya.
- Memori non-deklaratif (implisit): Informasi yang tidak disadari, seperti keterampilan atau kebiasaan (memori prosedural).
Teori Atensi
Teori atensi ada berbagai macam definisi tentang atensi. William James, dalam bukunya The Principles of Psychology, mendefinisikan atensi sebagai pemusatan pikiran, dalam bentuk yang jelas dan tajam, terhadap salah satu dari beberapa objek yang simultan atau dari rentetan pemikiran. Atensi adalah fokalisasi, konsentrasi, dan kesadaran. Atensi merupakan penarikan dari satu hal untuk menangani hal lain secara efektif, dan merupakan kondisi yang berlawanan dengan keadaan bingung, linglung, dan lengah.
- Model - Model Atensi
- Model Penyaringan (Broadbent): Sebuah teori awal tentang atensi yang paling lengkap dikembangkan oleh Broadbent (1958). Teori yang disebut model penyaringan (filter model) ini berhubungan dengan teori saluran tunggal yang menyatakan gagasan bahwa pemrosesan informasi dibatasi oleh kapasitas saluran yang tersedia.
- Jenis Beban Kognitif
- Beban Kognitif Intrinsik: Beban yang terkait dengan kompleksitas materi yang sedang dipelajari. Semakin sulit materi, semakin tinggi beban kognitif intrinsik.
- Beban Kognitif Extraneous: Beban kognitif yang berkaitan dengan aspek eksternal, seperti desain pembelajaran.
- Beban Kognitif Germane: Beban yang berkaitan dengan proses belajar yang efektif, seperti membangun skema mental yang baik. Beban ini dianggap positif karena membantu dalam pemahaman dan retensi informasi.
Persepsi
- Persepsi Visual dan Auditori
- Persepsi Visual: Persepsi visual didapatkan dari penglihatan. Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi atau balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
- Persepsi Auditori: Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga, pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh system pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Tidak semua suara dapat dikenali oleh semua binatang.Beberapa spesies dapat mengenali amplitudo dan frekuensi tertentu. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz sampai 20.000 hz. Bila dipaksa mendengar frekuensi yang terlalu tinggai terus menerus, system pendengaran dapat menjadi rusak.
- Pemecahan Masalah dan pengambilan keputusan
- Persepsi: Bagaimana kita menafsirkan informasi yang kita terima dari lingkungan
- Memori: Bagaimana kita menyimpan dan mengingat informasi yang relevan dengan masalah.
- Bahasa: Bagaimana kita menggunakan bahasa untuk merepresentasikan masalah dan solusi.
- Pemikiran: Bagaimana kita menggabungkan informasi yang ada untuk menghasilkan solusi baru.
- Strategi Pemecahan Masalah
- Trial And Eror
- Insight
- Algoritma
- Heuristik
Bahasa
- Aturan Bahasa
- Mengatur Fonologi : menentukan bagaimana kita membuat bunyi bunyi bermakna yang digunakan oleh bahasa tertentu. Setiap kata dari bahasa dapat terpecah menjadi Fonem (bunyi dasar konsonan dan vokal).
- Mengatur Morfologi : sistem yang kita gunakan untuk mrngkelompokkan fonem menjadi kombinasi bunyi dan kata yang bermakna yaitu Morfem (gabungan bunyi terkecil yang bermakna dalam suatu bahasa).
- Mengatur Sintakis : seperangkat aturan yang menentukan bagaimana kita menggabungkan kata-kata untuk membentuk frasa dan kalimat.
- Mengatur Simantik : menentukan arti kata atau frasa ketika muncul dalam berbagai kalimat atau konteks dan mengetahui bagaimana arti kata dalam konteks yang berbeda dalam pertanyaan yang menarik.
- Tahapan Memperoleh Bahasa
Mengoceh
Dimulai pada saat bayi, bayi mengulang ulang suara yang sama. Mengoceh dimulai pada usia 6 bulan, mengacu pada satu suku kata.
Kata Tunggal
Sejak usia dini bayi sudah terbiasa membuat dan mendengar bunyi yang membentuk bahasa ibu mereka.
Kombinasi Dua Kata
Kalimat
Bahasa Mempengaruhi Pikiran
- Pendidikan
- Teknologi dan Desain
- Psikologi Klinis
- Pemasaran
- Hukum
- Hiburan
Studi Kasus
Metode
- Menggali pengalaman belajar dan strategi yang digunakan.
- Wawancara observasi tes memori.
- Mengamati cara ia belajar di lingkungan kelas dan saat belajar mandiri.
- Menggunakan tes memori jangka pendek dan jangka panjang untuk mengevaluasi kemampuan mengingat informasi.
Comments
Post a Comment