Psikologi Kognitif

Psikologi Umum

(kel-4)

Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif adalah cabang psikologi yang mempelajari proses-proses mental yang terkait dengan cara manusia atau individu memperoleh, memproses, menyimpan, dan menggunakan informasi. Bidang ini fokus pada aspek-aspek seperti persepsi, perhatian, ingatan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan bahasa. 

Psikologi kognitif berusaha memahami bagaimana otak manusia bekerja untuk menghasilkan perilaku dengan menekankan proses internal yang terjadi dalam pikiran.

Kata kognitif sendiri berarti berhubungan atau melibatkan kognisi. Kognitif adalah semua aktivitas mental yang membuat individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan peristiwa sehingga individu bisa mendapatkan pengetahuan setelahnya.

1. Akar Awal Psikologi Kognitif
  • Filsafat Kognitif (400 SM - Abad ke-17): Plato dan Aristoteles membahas hubungan antara pikiran, persepsi, dan pengetahuan.
  • Psikologi Eksperimental (Abad ke-19): Wilhelm Wundt (1879) mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman, dan memperkenalkan introspeksi sebagai metode untuk mempelajari kesadaran.
2. Dominasi Behaviorisme (Awal Abad ke-20)
Behaviorisme, yang dipelopori oleh John B. Watson dan B.F. Skinner, menjadi paradigma dominan dalam psikologi.

Sejarah dan Perkembangan

3. Revolusi Kognitif (1950-an–1970-an)
Revolusi ini menandai kelahiran kembali psikologi kognitif sebagai disiplin ilmu yang fokus pada proses mental. Faktor-faktor utama nya
  • Kritik terhadap Behaviorisme: Noam Chomsky (1959) mengkritik teori belajar bahasa Skinner, menyatakan bahwa bahasa terlalu kompleks untuk dijelaskan melalui pengkondisian.
  • Munculnya Teknologi Komputasi: Komputer digunakan sebagai metafora untuk memahami pikiran manusia.
  • Penelitian Baru dalam Kognisi Jean Piaget: Mengkaji perkembangan kognitif pada anak-anak dan mengidentifikasi tahapan pertumbuhan intelektual.
4. Perkembangan Psikologi Kognitif Modern
Pada akhir abad ke-20, psikologi kognitif
berkembang dengan mengintegrasikan
pendekatan multidisipliner, seperti:
  • Neurosains Kognitif
Penelitian yang menghubungkan fungsi otak
dengan proses kognitif, menggunakan teknologi
seperti fMRI dan EEG.
  • Pengaruh Kecerdasan Buatan (AI)
Model komputer digunakan untuk memahami dan mensimulasikan proses mental manusia.
  • Penelitian Eksperimental dan Teori
Fokus pada perhatian, memori kerja, pengambilan keputusan, dan pembelajaran.



Pertanyaan

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi bias
= Emosi, pemikiran individu, keterbatasan kemampuan otak, heuristil mental

2. Gimana cara menyembuhkan trauma menurut psikologi kognitif
= Langkah
Pengenalan pikiran negatif, identifikasi tentang pikiran negatif akibat trauma, ubah cara pandang, pengolahan emosi teknik mindfulness kelola emosi yang muncul, psikologi kognitif melakukan terapis meresturksi pola pikiran yang lebih sehat pendekatan ini bertujuan 

3. Cara agar memori tahan lama
Kita harus pemahaman mendalam mencari materi, mengajarkan materi, (diulang-ulang), banyak metode

4. Komputasi
Simulasikan proses-proses mental manusia, komputasi menjadi metafora dalam memahami manusia yaitu otak manusia menerima mengolah dan menerima rangsangan

5. Psikologi Kognitif Kontemporer
Psikologi kognitif terus berkembang dengan eksplorasi yang lebih dalam terhadap:
  • Interaksi Kognisi dan Emosi
Bagaimana emosi memengaruhi pemrosesan informasi dan pengambilan keputusan.
  • Kognisi Sosial
Penelitian tentang bagaimana manusia memahami pikiran dan perilaku
orang lain.
  • Aplikasi Praktis
Psikologi kognitif diterapkan dalam pendidikan, pengembangan teknologi (antarmuka pengguna), dan terapi psikologis (seperti CBT).

Teori Memori

Teori memori dalam psikologi kognitif menjelaskan bagaimana informasi diterima, disimpan, dan diambil kembali oleh otak manusia. Memori umumnya dibagi menjadi tiga
tahap utama :
  1. Memori Sensorik: Informasi dari lingkungan ditangkap melalui pancaindra. Memori ini bersifat sangat singkat, hanya berlangsung beberapa milidetik hingga beberapa detik. Contoh : Mengingat gambar atau suara sejenak setelah melihat atau mendengarnya.
  2. Memori Jangka Pendek (Short-Term Memory): Menyimpan informasi sementara untuk diproses atau digunakan. Kapasitas terbatas (7 ± 2 item, menurut George Miller). Informasi akan hilang jika tidak diulang (rehearsal) atau diproses lebih lanjut. Contoh : Mengingat nomor telepon cukup lama untuk menuliskannya.
  3. Memori Jangka Panjang (Long-Term Memory): Menyimpan informasi dalam waktu yang lebih lama, bahkan seumur hidup. Kapasiasnya tidak terbatas.
Terbagi menjadi :
  • Memori deklaratif (eksplisit): Informasi yang dapat disadari dan diceritakan, seperti Fakta (Memori Semantik) yakni jenis memori jangka panjang yang menyimpan pengetahuan umum, fakta, konsep, dan informasi yang tidak terkait dengan pengalaman pribadi tertentu. Contohnya adalah pengetahuan tentang arti kata atau fakta sejarah. Memori ini tidak melibatkan konteks pengalaman pribadi sehingga lebih bersifat umum dan tidak memiliki rincian waktu atau tempat.
  • Pengalaman Pribadi (Memori Episodik) Memori episodik adalah jenis memori jangka panjang yang menyimpan pengalaman pribadi yang terjadi pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Contohnya adalah ingatan tentang liburan terakhir atau pesta ulang tahun. Memori ini melibatkan konteks temporal dan spasial, sehingga kita bisa mengingat peristiwa spesifik dengan detail tentang waktu dan tempat terjadinya.
  • Memori non-deklaratif (implisit): Informasi yang tidak disadari, seperti keterampilan atau kebiasaan (memori prosedural).

Teori Atensi

Teori atensi ada berbagai macam definisi tentang atensi. William James, dalam bukunya The Principles of Psychology, mendefinisikan atensi sebagai pemusatan pikiran, dalam bentuk yang jelas dan tajam, terhadap salah satu dari beberapa objek yang simultan atau dari rentetan pemikiran. Atensi adalah fokalisasi, konsentrasi, dan kesadaran. Atensi merupakan penarikan dari satu hal untuk menangani hal lain secara efektif, dan merupakan kondisi yang berlawanan dengan keadaan bingung, linglung, dan lengah.

  • Model - Model Atensi
  1. Model Penyaringan (Broadbent): Sebuah teori awal tentang atensi yang paling lengkap dikembangkan oleh Broadbent (1958). Teori yang disebut model penyaringan (filter model) ini berhubungan dengan teori saluran tunggal yang menyatakan gagasan bahwa pemrosesan informasi dibatasi oleh kapasitas saluran yang tersedia.
Model Beban Kognitif: Model beban kognitif yang diperkenalkan oleh John Sweller pada tahun 1980-an, berfokus pada cara informasi diproses dalam konteks belajar dan pembelajaran. Model ini mengemukakan bahwa kapasitas memori kerja manusia terbatas, dan beban kognitif dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran.
  • Jenis Beban Kognitif
  1. Beban Kognitif Intrinsik: Beban yang terkait dengan kompleksitas materi yang sedang dipelajari. Semakin sulit materi, semakin tinggi beban kognitif intrinsik.
  2. Beban Kognitif Extraneous: Beban kognitif yang berkaitan dengan aspek eksternal, seperti desain pembelajaran.
  3. Beban Kognitif Germane: Beban yang berkaitan dengan proses belajar yang efektif, seperti membangun skema mental yang baik. Beban ini dianggap positif karena membantu dalam pemahaman dan retensi informasi.

Persepsi

Secara etimologis, persepsi atau dalam bahasa inggris perception berasal dari bahasa Latin percipere, yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi adalah suatu proses tentang petunjuk-petunjuk indra dan pengalaman masa lampau yang relevan diorganisasikan untuk memberikan kepada kita gambaran yang terstruktur dan bermakna pada suatu situasi tertentu.
  • Persepsi Visual dan Auditori
  1. Persepsi Visual: Persepsi visual didapatkan dari penglihatan. Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi atau balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
  2. Persepsi Auditori: Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga, pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan terutama oleh system pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan otak. Tidak semua suara dapat dikenali oleh semua binatang.Beberapa spesies dapat mengenali amplitudo dan frekuensi tertentu. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz sampai 20.000 hz. Bila dipaksa mendengar frekuensi yang terlalu tinggai terus menerus, system pendengaran dapat menjadi rusak.
  • Pemecahan Masalah dan pengambilan keputusan
  1. Persepsi: Bagaimana kita menafsirkan informasi yang kita terima dari lingkungan
  2. Memori: Bagaimana kita menyimpan dan mengingat informasi yang relevan dengan masalah.
  3. Bahasa: Bagaimana kita menggunakan bahasa untuk merepresentasikan masalah dan solusi.
  4. Pemikiran: Bagaimana kita menggabungkan informasi yang ada untuk menghasilkan solusi baru.
  • Strategi Pemecahan Masalah
  1. Trial And Eror
  2. Insight
  3. Algoritma
  4. Heuristik
Faktor yang mempengaruhi yaitu bias kognitif, emosi, dan motivasi.

Bahasa

Bahasa adalah bentuk komunikasi khusus yang melibatkan pembelajaran aturan aturan rumit. Menurut A. R. Mclntosh & Lobough, 2003 kemampuan untuk menggunakan Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling luar biasa sehingga tulisan bisa dibuat manusia diperkirakan bisa berbicara sekitar 6.900 bahasa yang berbeda. Sebuah kata adalah pasangan sembarangan antara bunyi atau simbol suatu makna dan tata bahasa mengacu pada serangkaian aturan untuk digabungkan kata-kata menjadi frasa dan kalimat untuk mengekspresikan jumlah pikiran yang tak terbatas dan dapat dipahami.

  • Aturan Bahasa
  1. Mengatur Fonologi : menentukan bagaimana kita membuat bunyi bunyi bermakna yang digunakan oleh bahasa tertentu. Setiap kata dari bahasa dapat terpecah menjadi Fonem (bunyi dasar konsonan dan vokal).
  2. Mengatur Morfologi : sistem yang kita gunakan untuk mrngkelompokkan fonem menjadi kombinasi bunyi dan kata yang bermakna yaitu Morfem (gabungan bunyi terkecil yang bermakna dalam suatu bahasa).
  3. Mengatur Sintakis : seperangkat aturan yang menentukan bagaimana kita menggabungkan kata-kata untuk membentuk frasa dan kalimat.
  4. Mengatur Simantik : menentukan arti kata atau frasa ketika muncul dalam berbagai kalimat atau konteks dan mengetahui bagaimana arti kata dalam konteks yang berbeda dalam pertanyaan yang menarik.
  • Tahapan Memperoleh Bahasa

Mengoceh

Dimulai pada saat bayi, bayi mengulang ulang suara yang sama. Mengoceh dimulai pada usia 6 bulan, mengacu pada satu suku kata.

Kata Tunggal

Sejak usia dini bayi sudah terbiasa membuat dan mendengar bunyi yang membentuk bahasa ibu mereka.

Kombinasi Dua Kata

Pada usia bayi 1 tahun mulai memahami kata kata tunggal, merujuk pada apa yang dapat mereka lihat dan rasakan. Sekitar setengah dari kata tunggal bayi mengacu pada objek, tindakan, rutinitas atau gerakan. Pada sekitar usia 2 tahun, anak mulai mempelajari untuk membentuk kombinasi kata. Kombinasi 2 kata adalah rangkaian dua kata yang mengekspresikan berbagai tindakan. Perkembangan bahasa anak sebagian tergantung pada seberapa responsifnya orang tua dan anak dapat mempelajari rata-rata satu kata baru setiap 2 jam.

Kalimat

Pada usia sekitar 4 tahun, anak-anak membuat lompatan bahasa yang cukup besar seperti kalimat berkisar antara 3 sampai 8 kata panjangnya dan menunjukan pengetahuan yang berkembang, anak berusia 4 atau 5 tahun biasanya struktur kalimat mereka banyak yang membaik dan menunjukan mereka telah mempelajari aturan dasar tata bahasa.

Bahasa Mempengaruhi Pikiran

Keterkaitan antara bahasa dan pikiran dinyatakan oleh Edward Sapir dan Bejamin Lee Whorf. Uraian hipotesisnya yaitu pada hipotesis pertama linguistic relativy hypothesis yang menyatakan bahwa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan perbedaan kognitif non bahasa, perbedaan ini menyebabkan pikiran manusia yang menggunakan bahasa tersebut, pada hipotesis kedua adalah linguistic determinism yaitu bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara individu mempresepsi dan menalar dunia perseptual, struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan struktur yang sudah ada dalam bahasa

Aplikasi Psikologi Kognitif
  • Pendidikan
  • Teknologi dan Desain
  • Psikologi Klinis
  • Pemasaran
  • Hukum
  • Hiburan

Studi Kasus

Seorang mahasiswa, sebut saja Evan, Evan mengalami kesulitan dalam mengingat materi kuliah. Dia sering merasa cemas saat ujian dan merasa tidak percaya diri meskipun telah belajar dengan giat. Evan merasa bahwa dia menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Tapi, informasi yang dia pelajari tidak tersimpan dengan baik dalam ingatannya.

Metode

  1. Menggali pengalaman belajar dan strategi yang digunakan.
  2. Wawancara observasi tes memori.
  3. Mengamati cara ia belajar di lingkungan kelas dan saat belajar mandiri.
  4. Menggunakan tes memori jangka pendek dan jangka panjang untuk mengevaluasi kemampuan mengingat informasi.

Psikologi kognitif berperan penting dalam memahami cara berpikir manusia dan bagaimana proses mental mempengaruhi perilaku. Penerapan prinsip-prinsip psikologi kognitif sangat luas yang mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, klinis, pemasaran, hukum, hingga hiburan dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara manusia berpikir dan memproses informasi, kita berusaha merancang solusi yang lebih efektif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup dalam berbagai aspek dan kemaslahatan masyarakat.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *