Kognisi Sosial

Kognisi Sosial

(7)

Kognisi Sosial

Kognisi Sosial merupakan cara individu untuk menganalisa, mengingat, dan menggunakan informasi mengenai kejadian atau peristiwa-peristiwa sosial, pendapat menurut Baron dan Byrne (2000), 

Jalan Pintas Mental

Dalam upaya memahami sesuatu, individu sering melakukan kesalahan. Kesalahan yang dilakukan individu antara lain berpikir jalan pintas (heuristic). Individu cenderung malas untuk berpikir kompleks, sehingga cenderung menyederhanakan suatu peristiwa yang dialami.

Penyederhanaan itu dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1)  Representasi yaitu pengambilan kesimpulan berdasarkan pengalaman yang baru saja terjadi atau yang paling dialami.

2) Base rate fallacy yaitu pengambilan kesimpulan dengan cara melakukan generalisasi pada sekelompok individu berdasarkan perilaku individu lain.

Berpikir Ilusi

Berpikir Illusi (Illusory Thinking)

Ilusi dalam konsep psikologi adalah kesalahan dalam memprepsikan sesuatu. 
Dalam Psikologi Sosial, individu sering mengalami kasalahan dalam mempresepsikan sesuatu yang mengakibatkan terjadinya kesalahan pula kognisi sosial. Berpikir illusi dapat dibedakan menjadi Ilusi tentang korelasi, ilusi kontrol, penilaian terlalu percaya diri.

1)   Ilusi tentang korelasi (llusory Correlation)

Ilusi ini terjadi apabila individu menghubungkan dua hal yang tampaknya berhubungan padahal sebenarnya tidak.

2)   Ilusi kontrol (Illusory Control)

Individu menganggap seakan-akan dirinya dapat mengendalikan lingkungan.

3)   Penilaian terlalu percaya diri (Overconfidence Judgement)

Individu salah memberikan penilaian atau menarik kesimpulan akibat terlalu percaya pada dirinya sendiri.


Aspek Dasar Kognisi Sosial

Kognisi sosial berisikan istilah skema. Menurut Taylor (2009), skema merupakan seperangkat tatanan struktur pengetahuan atau pemahaman mengenai beberapa konsep atau stimulus.

Pengaruh Skema Terhadap Kognisi Sosial

Skema menimbulkan efek yang kuat pada tiga proses dasar yaitu atensi, encoding dan retrieval.

  • Perhatian atau atensi (attention)
Skema berperan sebagai penyaring informasi yang konsisten yaitu dengan skema lebih diperhatikan dan lebih mungkin masuk ke kesadaran.
  • Pengkodean (encoding)
Informasi yg menjadi fokus atensi lebih mungkin disimpan dalam memori jangka panjang. Jadi, informasi yang konsisten dengan skema yang dikodekan.

  • Mengingat kembali (retrieval). 
Orang cenderung mengingat dan menggunakan informasi yang konsisten dengan skema lebih banyak daripada informasi yang tidak sesuai dengan skema.

Penulis: Cara tersebut dapat dicoba menjadi lebih mudah untuk menghafal, seperti menghafalkan Al-Qur'an.

 

Aspek-Aspek Lain dalam Kognisi Sosial 

1) Memperhatikan yang Inkonsisten

Individu lebih cenderung memperhatikan yang inkonsisten untuk membuat suatu kesimpulan mengenai suatu gejala sosial.


2) Memperhatikan yang negatif

Individu cenderung memperhatikan hal-hal yang negatif saja dari seseorang dan tidak menghiraukan sisi baik orang lain.


3) Keraguan karena Motivasi

Individu cenderung terfokus kepada motivasi dirinya.


4) Berpikir Kontrafaktual

Individu mengabaikan informasi terbaru yang ia terima dan menyimpulkan sesuatu berdasarkan informasi yang sudah lebih dahulu ada.


5) Pribadi dan Benda Milik
Individu sering kali juga memberikan atribusi tertentu kepada orang lain berdasarkan benda-benda yang ia miliki. Hal itu terjadi karena adanya anggapan bahwa kepribadian seseorang tercermin dari benda-benda yang dimiliki.

Afeksi dan Kognisi

Kognisi mempengaruhi afeksi.. dan sebaliknya.
Afeksi merupakan perasaan seseorang terhadap suatu stimulus sedangkan kognisi adalah cara berpikir seseorang terhadap suatu stimulus.

Dalam menilai dan memahami suatu gejala sosial, tanpa kita sadari ternyata dipengaruhi oleh “perasaan” kita pada saat itu.
Perasaan juga dapat dipengaruhi oleh suasana hati (mood). Ini berarti afeksi memengaruhi kognisi. Sedangkan apabila kita berpikir hal-hal buruk, maka kita akan menjadi cemas dan takut, namun apabila kita menanggapi sebaliknya maka kita akan tenang. Ini berarti kognisi mempengaruhi afeksi.

Daftar Pustaka

Tjoen Tjie, Lie. “Kognisi Sosial”. Universitas Gunadarma, 2024.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *