Manusia dan Ilmu Pengetahuan

Ilmu Alamiah Dasar

Bab ke-1

Manusia dan Ilmu Pengetahuan

A. Pengertian

Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu pengetahuan alam atau natural science yang mempelajari tentang awal terjadinya proses pembentukan sebuah konsep dan suatu prinsip secara konkret dari gejala-gejala dalam alam.

Ilmu Alamiah Dasar yang kita pelajari maka dengan itu kita dapat mengetahui tentang apa, bagaimana yang dipelajari dalam suatu hal yang berkenaan dengan alam semesta dan kita dapat tahu perkembangan dari ilmu tersebut.

Ilmu Alamiah Dasar hanya mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang bersifat umum, sebagai contoh yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia. Dapat dikatakan bahwa Ilmu Alamiah Dasar adalah disiplin ilmu seiring dengan perkembangan zaman yakni perubahan peradaban sesuai kemajuan peradaban manusia.

B. Tujuan

Tujuan mempelajari Ilmu Alamiah Dasar adalah untuk mengetahui perkembangan alam semesta secara menyeluruh dan Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu yang memberikan konsep yang bisa dimengerti dan dipahami serta memberikan suatu gambaran mengenai ilmu pengetahuan alam untuk manusia supaya mereka mengenal lebih jauh tentang asal-usul seperti alam semesta yang telah diciptakan sebaik-baiknya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

C. Fungsi

Mari, memastikan bahwa kita mempelajari ilmu yang mesti baik, bermanfaat, dan besar kemungkinan dapat menjadi ilmu yang berkah. Itu pun berlaku dalam belajar Ilmu Alamiah Dasar yang memberikan wawasan tentang konsep-konsep alam supaya kita dapat peka yang tanggap akan persoalan turut membantu menyelesaikan persoalan juga dalam bermasyarakat dan kita dapat bertanggung jawab. Pemanfaatan ilmu dikembangkan dalam perkembangan diri, ilmu, bahkan profesi dan tentu diisikan dengan kebaikan.

1. Perkembangan Manusia

Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Semesta Alam telah menciptakan makhluk-makhluk-Nya.

Makhluk Allah swt yang tampak dalam perwujudan nyata dapat dibagi menjadi dua yaitu benda mati yang bersifat anorganis dan makhluk hidup yang bersifat organis. Jadi, ada benda mati dan makhluk hidup yang membedakan antara keduanya tersebut.

Isi dari buku Ilmu Alamiah Dasar (Iswadi M.Pd) menyatakan hakikat manusia sebagai berikut.

  1. Manusia sebagai makhluk jasmani: Manusia sebagai makhluk dengan bentuk yakni jasad yang berada di luar dan secara langsung tampak seperti kepala, tangan, kaki, hidung, mata, dan lain sebagainya dan yang berada di dalam dan tak tampak secara langsung seperti syaraf, darah, tulang, dsb.
  2. Manusia sebagai makhluk berpikir: Setiap manusia dilahirkan disertai dengan potensi berpikir, manusia dapat memahami, mencerna, memilah pun dalam banyak hal. Maa syaa Allah.
  3. Manusia sebagai makhluk individu: Kata individu diambil dari bahasa Latin yaitu individuum yang berarti tidak terbagi yakni manusia bersifat perseorangan dan manusia memiliki potensinya sejak lahir yang merupakan anugerah dan titipan dari Allah swt. Manusia dapat mempergunakan potensi itu untuk meraih cita-cita baik setinggi langit dan semampu ia capai.
  4. Manusia sebagai makhluk sosial: Manusia sebagai makhluk sosial, ia sejak lahir membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup berartikan manusia saling membutuhkan satu sama lain seperti saling bantu serta tolong-menolong dan bekerjasama dalam kebaikan.
  5. Manusia sebagai makhluk susila: Manusia yang dapat patuh melaksanakan aturan sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang berisikan kebaikan untuk kesejahteraan bersama,
  6. Manusia memiliki potensi perasaan: Manusia dengan penilaian alami pada diri manusia seperti perasaan suka, duka, mudah, susah, kecewa, ikhlas dan sebagai penilaian secara psikologis tentang suatu benda atau hal yang terjadi.
  7. Manusia sebagai makhluk berkehendak: Manusia dengan kehendak yang merupakan kekuatan batin yang membangkitkan diri manusia untuk melakukan suatu hal. Kehendak manusia dalam hal tersebut ada yang kuat dan lemah, jika kuat ia dapat mempersiapkan dengan potensi pada diri manusia dan apabila diri manusia kurang maka akan dapat kurang energi untuk melaksanakan tersebut.
  8. Manusia memiliki potensi daya cipta: Manusia berpotensi dalam daya cipta dan ide untuk mewujudkan ide (hasil pikir) menjadi sebuah hasil konkret (produk).
  9. Manusia memiliki potensi karya: Manusia memiliki kemampuan untuk menghasilkan sesuatu, Kemampuan menghaasilkan sesuatu itu merupakan akumulasi dari potensi-potensi lainnya seperti potensi pikir, rasa, karsa, dan daya cipta.
  10. Manusia memiliki potensi tumbuh dan kembang: Manusia bertumbuh dan berkembang, tumbuh dan kembang pada setiap manusia berbeda-beda yang terdapat pada kecepatan, dan irama pertumbuhan dan perkembangan antara individu satu dengan yang lain manusia, hal-hal tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan secara genetik yakni hereditas.
  11. Manusia sebagai makhluk yang memiliki cita-cita: Manusia memiliki cita-cita dan tujuan dalam hidup. Tidak ada manusia yang tidak memiliki hal demikian, baik mereka yang ada atau kurang ada, tinggal di perkotaan atau pedesaan, apapun tentang hal tersebut. Cita-cita hidup adalah sesuatu atau suatu keadaan yang ingin dicapai dalam hidupnya, baik di masa sekarang dan di masa depan. Ada cita-cita jangka pendek dan jangka panjang. Setiap manusia berhak melangkah atau melakukan hal menuju tercapainya cita-cita dalam hidup.
  12. Manusia sebagai makhluk meng-ada: Manusia dapat beradaptasi seperti mengubah diri sendiri bahkan sesuai lingkungan. Maka dari itu, penting untuk ada dalam lingkungan yang baik sebagai pilihan untuk diisikan kebaikan- kebaikan.

2. Ciri Unik Manusia

Manusia sebagai makhluk yang memiliki ciri unik sebagai berikut.

  • Organ tubuh yang kompleks dan khusus: Organ tubuh yang bahkan dapat dikatakan organ tubuh yang kompleks dan sangat khusus seperti organ otak sehingga manusia merupakan makhluk yang cerdas dan bijaksana.
  • Metabolisme manusia: metabolisme manusia yaitu ada pertukaran zat antara zat yang masuk dan zat yang keluar.
  • Perasa dan pelaksana: Manusia dapat sensitif dan responsif dalam merasakan rangsangan dan memberikan tanggapan dari dalam dan luar.
  • Potensi untuk berkembang biak.
  • Bertumbuh dan bergerak.
  • Berinteraksi dengan lingkungan: Manusia dapat membuat alat-alat dan menggunakannya, manusia dapat berbicara, manusia dapat bermasyarakat, manusia dapat mengadakan usaha dalam perekonomian, dan manusia pasti akan mati, maka dari itu manusia menyadari dan meyakini adanya sesuatu yang gaib dan beriman kepada Allah swt.

3. Perkembangan Fisik, Sifat, dan Akal Manusia

Menurut (Maskoeri Jasin, 2008: 1) sebagai berikut.
  • Memiliki organ tubuh kompleks dan sangat khusus.
  • Mengadakan metabolisme atau penyusunan dan pembongkaran zat, yakni ada zat yang masuk dan keluar.
  • Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
  • Memiliki potensi untuk berkembang.
  • Tumbuh dan berkembang.
  • Berinteraksi dengan lingkungannya.
  • Bergerak.

4. Perkembangan Manusia seiring dengan Pertumbuhan manusia.

Berikut ini pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.

  • Masa bayi (0-2 tahun): Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. la mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan. keterangan melalui semua alat inderanya.

  • Masa Kanak-kanak (3-5 Tahun): Masa kanak-kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 27 tahun. Pada periode ini, dorongan keingintahuannya yang besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apa pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang-lambang seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong

  • Usia Sekolah (6-12 tahun): Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata, dengan kisaran usia 7-11 tahun. Pada periode ini, anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik dan motorik yang baik. Para psikolog menyebut juga masa ini sebagai "masa tenang", karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

  • Pemuda (13-20 tahun): Masa ini merupakan masa belajar dan mengatasi persoalan baik diri sendiri dan maupun dengan orang dewasa. Tapi, secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa dan terus lebih baik.

  • Masa dewasa (>20 tahun): Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.

5. Sejarah Pengetahuan Manusia

Menurut Auguste Comte (1798-1857), sejarah perkembangan jiwa manusia, baik sebagai individu maupun sebagai keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap (Heri Purnama, 2008: 13) sebagai berikut.

1. Tahap teologi atau fiktif

Tahap teologi atau fiktif, manusia mengamati gejala alam yang menarik perhatiannya diletakkan dalam kaitannya dengan sumber mutlak beranggapan bahwa setiap gejala dan peristiwa dikuasai dan diatur sesuatu yang gaib.

2. Tahap filsafat atau fisik atau abstrak

Tahap metafisika atau abstrak merupakan tahap dimana manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir dengan mempergunakan akal seperti berpikir guna menemukan hakikat segala sesuatu.

3. Tahap positif atau ilmiah riil

Tahap positif atau riil merupakan tahap dimana manusia telah mampu berpikir secara positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan secara positif melalui pengamatan, percobaan dan perbandingan.

Ilmu pengetahuan juga berkembang sesuai dengan zamannya dan sejalan dengan cara berpikir dan alat bantu yang ada pada saat itu. Sebagai contoh adalah pada zaman Babilonia dan Yunani, karena keterbatasan alat indera manusia (sebagai alat bantu utama) maka landasan ilmu pengetahuan zaman ini sebagian berasal dari pengamatan maupun pengalaman. Namun, sebagian lainnya hanya berupa imajinasi atau dugaan bahkan mitos, sebagai contoh adalah tentang pertanyaan hujan yang sering dijawab sebagai bocornya atap langit.. Pengetahuan semacam ini disebut sebagai "pseudo science" yaitu mirip sains tapi bukan sains (pengetahuan semu).

Berikut ini perkembangan pengetahuan manusia dari zaman purba sampai zaman modern.

1. Zaman Purba

Masa bercocok tanam, dan beternak merupakan pengalaman dan kemampuan untuk mengamati alam sekitar. pengetahuan yg diperoleh sampai zaman Babilonia.

2. Zaman Yunani (600-200 SM)

Beberapa pakar yang berpengaruh antara lain, menurut (Maskoeri Jasin, 2008: 7) sebagai berikut.

a) Thales (624-548) menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinar, bulan memantulkan cahaya matahari.

b) Pythagoras (580-500) menyatakan bahwa bumi ini bulat yang terdiri atas 4 unsur utama (air,api,udara,tanah)

c) Socrates (470-399) dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan. Yunani penganut faham logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.

d) Aristoteles (384-322) menyatakan bahwa silogisme satu pikiran yg terdiri dari 3 premis.

3. Zaman Pertengahan

Zaman pertengahan dikembangkan metode eksperimen menyangkut bidang kedokteran, farmasi, astronomi, kimia dan biologi. Penulisan bilangan Arab dan desimal memunculkan ilmu aljabar.

4. Zaman Modern

Banyak penemuan yg mengubah pola pikir yang dibantu dengan alat yg lebih baik.

Paham rasionalisme yaitu pertanyaan akan dijawab dengan logika atau hal-hal yang masuk akal. Metode-metode sebagai berikut.

  1. Metode deduksi yaitu penarikan suatu kesimpulan didasarkan pada sesuatu yang bersifat umum menuju kepada yang khusus.
  2. Metode induksi yaitu merupakan dasar dari perkembangan metode ilmiah sekarang yang intinya adalah bahwa pengambilan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimentasi yang diperoleh.

Manusia dalam melakukan eksperimen maka manusia memerlukan alat bantu atau instrumentasi pengamatan. Peralatan instrumentasi yang dibuat akan berkembang menjadi lebih baik dan bahkan dimungkinkan pengembangannya menjadi peralatan produksi atau industri. Metode ini kemungkinan dapat dipengaruhi oleh alat pendukung pengamatan yang digunakan. Semakin canggih alat yang digunakan maka akurasi datanya semakin tinggi dan memungkinkan penarikan kesimpulannya juga akan lebih tajam.

6. Perkembangan Alam Pikiran Manusia

Bagaimana alam pikiran manusia dapat berkembang?

Perkembangan alam pikiran manusia, pada dasarnya manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dalam persaingan hidup di muka bumi ini. Meski banyak keterbatasan fisik, seperti diantaranya: ukuran, kekuatan, kecepatan, dan panca indera. Keberhasilan tersebut disebabkan karena manusia memiliki akal yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan manusia lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, alam pikir manusia dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta nuraninya yang memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

Pengetahuan yang terkumpul dan semakin maju menyebabkan rasa ingin tahu manusia semakin berkembang. Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi di alam sekitarnya. Rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki oleh hewan. Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya. Rasa ingin tahu yang baik dan terdapat pada manusia ini yang menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang. Dan dengan sifat keingintahuan manusia yang besar, manusia selalu berusaha mencari keterangan tentang fenomena alam dan pengetahuan-pengetahuan yang sangat banyak, mungkin karena itu lah secara tidak langsung alam pikiran manusia dapat berkembang dan mungkin karena tidak langsung alam pikiran manusia dapat berkembang. Dan mungkin karena teknologi juga yang semakin berkembang sesuai zamannya, sehingga sejalan dengan cara berfikir manusia yang memudahkan manusia untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sehingga membuat alam pikir manusia semakin berkembang dan berkembang lagi.

Manusia secara terus menerus selalu mengembangkan pengetahuan. Mereka mengembangkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bagaimana alam pikiran manusia dapat berkembang karena hal tersebut.

7. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dari Zaman Prasejarah sampai Zaman Kontemporer yakni sampai sekarang terjadi dengan proses-proses pada waktu.

  • Zaman Kuno

Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan mengamati dan membeda-bedakan serta dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau trial and error. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-usul dan sebab akibat dari segala sesuatu.

Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan menulis membaca dan berhitung maka pengetahuan yang terkumpul dicatat secara tertib dan berlangsung terus menerus. Misalnya dari pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli astronomi Babilonia menetapkan pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan, minggu dibagi dalam 7 hari dan hari dalam 24 jam, Selanjutnya jam dibagi dalam 60 menit dan menit dalam 60 detik. Kemudian satuan enam puluh ini juga digunakan untuk pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama dengan 1 derajad dan satu lingkaran penuh sama dengan 3600. Demikian pula ahli Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari, tiap 18 tahun tambah 10 atau 11 hari.. Ini terjadi kira-kira 3000 SM.

Pada tahun 2980-2950 SM telah dapat dibangun piramid di Mesir untuk menghormati dewa agar tidak terjadi bahaya banjir di sungai Nil yang semua itu adalah mitos yakni tidak dibenarkan. Pembangunan piramid itu menunjukkan bahwa pengetahuan teknik bangunan dan matematika khususnya geometri dan aritmatika telah maju. Kurang lebih tahun 1.600 SM orang mesir telah menghitung keliling lingkaran sama dengan tiga kali garis tengahnya sedang luas lingkaran sama dengan seperdua belas kuadrat kelilingnya.

  • Zaman Yunani Kuno

Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani, disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini manusia tidak hanya menerima pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari jawab tentang asal-usul dan sebab-akibat dari segala sesuatu.

a. Thales (624-548 SM)

Thales seorang ahli filsafat dan matematika, pelopor dari cabang-cabang ilmu, la dianggap orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu, kepada air pula ia akan kembali. Disamping itu dia juga menyatakan bahwa bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima dari matahari.

b. Anaximenes (588-526 SM)

Menurut Anaximenes yang berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang merapat dan merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan bahwa manusia itu tergantung kepada pernafasan.

c. Anaximander (610-546 SM)

Menurut Anaximander yang berpendapat langit dengan segala isinya itu mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang nampak itu hanya separohnya.

d. Heraklitos (535-475 SM)

Menurut Heraklitos mengemukakan bahwa api adalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang menggerakkan sesuatu, menghidupkan alam semesta, yang berubah-ubah sifatnya didalam proses yang kekal. Yang kekal hanyalah perubahan, segala sesuatu adalah mengalir.

e. Pythagoras (580-499 SM)

Menurut pythagoras yang mengemukakan 4 unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang matematika menemukan dalil yang terkenal yaitu bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah segi tiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-siku tersebut.

f. Empedokles (495-435 SM)

Menerima 4 unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat segala benda terjadi dari pencampuran keempat unsur itu dalam perbandingan yang berbeda. Keempat unsur itu adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin membentuk bumi, panas dan kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan dingin, udara dari basah dan panas. Selain itu juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik, sedang yang berlawanan akan tolak menolak.

g. Leukippos dan Demokritos (460-370 SM)

Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos mengemukakan teori atom sebagai berikut: Zat memiliki bangun butir. Segala zat terdiri atas atom, yang tidak dapat dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam jumlah dan susunan atom. Semua. perubahan akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hukum sebab akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan. Yang ada hanyalah atom dan kehampaan

h. Plato (427-345 SM)

Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu timbul dari sebab-akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah yang sejak semula telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa yang nampak oleh pancaindera hanyalah bayangan belaka. Pengalaman yang kekal dan benar adalah yang telah dibawa oleh roh dari alam yang gaib.

i. Aristoteles (384-322 SM)

Menerima 4 unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur yang kelima yaitu eter atau "quint essentia". Ia menganggap unsur yang satu dapat berubah menjadi unsure yang lain, kecuali eter yang tak dapat berubah. Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam, biji dan logam. Emas adalah logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timah putih dan besi, pada dasarnya banyak mengandung tanah. Semua logam akan mengalami proses memasak menjadi logam mulia, yaitu emas. Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain inilah yang menjadi dasar dari alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas. Pendapat Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang benar adalah dengan jalan pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang benar itu berasal dari dunia yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan dibuktikan dengan pancaindera.

j. Ptolomeus (127-151)

Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagat raya, bintang dan matahari mengelilingi bumi (geosentrisme). Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang. Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang kemudian oleh bangsa Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia dalam ilmu perbintangan. Pendapat dan pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat lama sampai dengan menjelang zaman modern, yaitu sampai zaman Galileo, Geosentrisme diganti dengan heliosentris (matahari sebagai pusat jagat raya).

  • Zaman Pertengahan

1. Zaman Alkimia (abad 1-2)

Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan. menambahkan tiga lagi, yaitu: air raksa, belerang dan garam. Disini pengertian unsur lebih dimaksudkan sebagai sifatnya daripada unsur itu sendiri. Belerang mudah terbakar dan memberi warna.

Air raksa logam yang mudah menjadi uap.

Garam tak dapat terbakar dan bersifat tanah.

2. Zaman Latrokimia (latros = Tabib)

Beberapa cendekiawan Islam diantaranya sebagai berikut.

a. Al Khawarizmi (825)

Menyusun buku Aljabar dan Aritmatika yang kemudian mendorong penggunaan sistem desimal. Menurut catatan sejarah karya Al Khawarizmi merupakan pengembangan dari karya bangsa Hindu yang bernama Aryabhata (476) dan Brahmagupta (628). Kemudian Omar Khayam (1043-1132) ahli matematika dan astronomi; Abu Ibnu Sina (atau Avicenna, 980-1137) menulis buku tentang kedokteran.

Secara garis besar sumbangan bangsa Arab dalam pengembangan pengetahuan alam sebagai berikut.

1. Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani, mengembangkannya dan kemudian menyebarkan ke Eropa dan selanjutnya dikembangkan di Eropa.

2. Mengembangkan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan dalam lapangan kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi.

3. Memantapkan penggunaan sistem penulisan bilangan dengan dasar sepuluh dan ditulis dengan posisi letak, artinya nilai suatu angka terletak pada letaknya.

Contoh:

Bilangan 2132 paling depan berarti dua ribuan, berturut-turut kebelakang, satu ratusan, tiga puluhan dan dua satuan. Cabang matematika elementer yaitu aljabar diawali dan dikembangkan bangsa Arab.

  • Zaman Modern, Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam

Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai abad pertengahan sudah banyak tetapi belum sistematis dan belum dianalisis menurut jalan pikiran tertentu. Biasanya pemikiran diwarnai cara berpikir filsafat, agama atau bahkan mistik. Setelah alat sempurna dikembangkan metode eksperimen.

a. Roger Bacon (1214-1294)

Menyatakan bahwa pada hakekatnya ilmu pengetahuan alam adalah ilmu. yang berdasarkan kepada kenyataan yang disusun dan dibentuk dari pengalaman, penyelidikan dan percobaan. Matematika merupakan dasar untuk berpikir dan merupakan kunci untuk mencari kebenaran dalam ilmu pengetahuan.

b. Leonardo da Vinci (1452-1519)

Pernah menyatakan bahwa: Percobaan tidak mungkin sesat, yang tersesat adalah pandangan dan pertimbangan kita.

c. Francis Bacon (1561-1626)

Berpendapat bahwa cara berfikir induktif merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai kebenaran. Hanya percobaan dan penyelidikan yang menumbuhkan pengertian terhadap keadaan alam. Mulai saat itu kegiatan. eksperimen ditingkatkan sehingga cara memperoleh pengetahuan dilakukan.

d. Nicolas Copernicus (1473-1543)

Ahli astronomi, matematika dan pengobatan. Karyanya sebagai berikut.

  1. Matahari adalah pusat dari sistem tata surya (heliosentrisme)
  2. Bumi mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi

e. Johannes Kepler (1571-1630)

  1. Orbit dari semua planet berbentuk elips.
  2. Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintas bidang yang luasnya sama.P
  3. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi matahari adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu dengan matahari.

f. Galileo Galilei (1546-1642)

Antara lain menemukan 4 hukum gerak, penemuan tata bulan planet Jupiter, mendukung heliosentrisme dari Copernicus dan hukum Kepler, la juga menyatakan bahwa bulan tidak datar, penuh dengan gunung, planet Mercurius dan Venus tidak memancarkan cahaya sendiri dan juga menemukan 4 buah, bulan pada planet Jupiter. Penemuannya ini didasarkan atas pengamatan dengan alat teropong bintangnya.

Daftar Pustaka

Iswadi, M.Pd. 2024. Ilmu Alamiah Dasar. Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar: Penerbit Natural Aceh

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *