Apa Itu Karya Tulis Ilmiah
Pendidikan Kewarganegaraan
(3)
Implementasi Kehidupan Demokrasi dan Problematika di Indonesia
Demokrasi pertama kali muncul pada masa Reformasi 1998. Pada saat itu, terjadi krisis dan pelanggaran di berbagai bidang salah satu contohnya adalah krisis moneter seperti lonjakan harga bangan pangan, inflasi mata uang, dan banyak protes besar-besaran terjadi yang di motori oleh kalangan mahasiswa dan pemuda hingga suatu peristiwa yang menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia yakni pelengseran kekuasaan pusat yang berada di tangan di Indonesia.
Demokrasi sendiri telah menjadi salah satu sistem pemerintahan yang paling dominan di dunia saat ini. Demokrasi merupakan ide yang didasari bahwa kekuasaan dan otoritas pemerintah berasal dari rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat. Demokrasi mengajarkan bahwa pengambilan keputusan secara inklusif, partisipatif, dan akuntabel yakni dengan penerapan nilai pancasila seperti menggunakan hak asasi manusia, kebebasan sipil, dan keadilan sosial. Demokrasi pun didasari kekuasaan berasal yang dari rakyat. Demokrasi merupakan suatu jalan untuk melakukan perubahan atas apa yang terjadi di masa lampau, mengembalikan hak menentukan pemimpin kepada rakyat, penguasa di bawah pengawasan rakyat. Dalam sejarah ketataan republik indonesia yang telah lebih dari setengah abad, perkembangan demokrasi mengalami fluktuasi (pasang surut). Masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa indonesia adalah bagaimana upaya meningkatkan kehidupan ekonomi dan membangun kehidupan sosial politik yang demokratis dalam masyarakat yang plural (Astuti, 2020).
Dinamika Demokrasi di Indonesia
Konsep demokrasi Indonesia sesuai dengan pandangan dari founding fathers (bapak penemu) yang mencakup partisipasi kuat atau sikap kritis para rakyat terhadap penguasa, musyawarah untuk mencapai mufakat, dan kerjasama yang saling membantu dan menguntungkan. Demokrasi sebagai dasar kehidupan sosial dan negara melibatkan pemahaman bahwa rakyatlah yang membuat penilaian atas hal hal yang berkaitan dengan kehidupan rakyat, termasuk evaluasi kebijakan negara. Perkembangan demokrasi di Indonesia terdapat dua tahap yaitu tahapan saat sebelum atau pra kemerdekaan dan tahapan saat sesudah atau pasca kemerdekaan. Purnawati (2020) menyatakan perkembangan demokrasi di Indonesia sesudah kemerdekaan mengalami ketidakstabilan dari masa kemerdekaan sampai saat ini, permasalah inti yang dialami adalah bagaimana demokrasi itu membentuk dirinya dalam berbagai isi negatif kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanda khas pada suatu negara yang menganut demokrasi dapat diketahui dari sejauh mana pemerintah melibatkan masyarakat dalam perencanan dan proses dari demokrasi rakyat.
Menurut (Lee, 2017) demokrasi dianggap sebagai bentuk dari sistem politik dan pemerintahan yang lebih baik, demokrasi juga memiliki dinamika yang kompleks dan tidak menentu perubahannya. Dinamika demokrasi meliputi berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil pemilihan umum, proses pembentukkan nya kebijakan publik, partisipasi politik masyarakat dan hubungan antara pemerintah dan masyarakat sipil. Perubahan teknologi serta globalisasi juga telah mempengaruhi dinamika demokrasi. Demokrasi terus mengalami perkembangan sesuai dengan karakteristiknya. Pada demokrasi liberal yang misalnya menekankan kebebasan individu, demokrasi partisipatif yang menekankan pada partisipasi rakyat langsung, demokrasi deliberatif yang menekankan pada debat dan diskusi terbuka, dan demokrasi sosialis yang menekankan pada kepemilikan bersama atas adanya sumber kepemilikan bersama atas sumber daya ekonomi dan politik.
Permasalahan Demokrasi Di Indonesia
Indonesia mengalami masa demokrasi singkat pada 1956 dengan pemilu bebas pertama, sebelum Soekarno memilih demokrasi terpimpin. Setelah masa Demokrasi Pancasila yang semu di bawah Soeharto, Indonesia kembali ke demokrasi pada 1998 setelah jatuhnya rezim militer. Pemilu demokratis kedua dilaksanakan pada 2004. Pada demokrasi Demokrasi liberal ini memberikan ruang partisipasi publik, namun di Indonesia terhambat oleh ketidakstabilan pemerintahan, dengan tujuh pergantian kabinet dalam sembilan tahun. Persaingan antar partai yang ketat menghambat koalisi dan konsensus. Selain itu, kebebasan politik sering bertentangan dengan nilai budaya, memicu konflik, sementara ketimpangan ekonomi menghambat efektivitas program kesejahteraan. Pada Periode demokrasi terpimpin di Indonesia dirundung beberapa masalah, yaitu konsepsi presiden pada 21 Februari 1957, kegagalan Konstituante meratifikasi UUD, dan Keputusan Presiden 5 Juli 1959. Keputusan Presiden 5 Juli 1959 memuat tiga hal pokok. Pembubaran Majelis Konstituante,pemulihan UUD 1945 bukan UUD 1950, pembentukan MPRS dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) yang terdiri dari anggota DPR dan wakil serta golongan periode demokrasi Pancasila masa ini adalah pemerintahan presiden Soeharto dan Orde Barunya.
Pada periode Demokrasi Pancasila terjadi pada masa pemerintahan Soeharto dan Orde Baru. Sayangnya, penerapan Pancasila hanya menjadi retorika politik, sementara praktik pemerintahan Orde Baru jauh dari prinsip demokrasi, ditandai dengan dominasi militer, sentralisasi keputusan politik, dan pembatasan peran partai politik. Setelah Orde Baru, Indonesia memasuki Era Reformasi, yang erat kaitannya dengan gerakan reformasi untuk menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia secara konsisten. Gerakan ini mencapai puncaknya dengan lengsernya Presiden Soeharto pada Mei 1998 setelah lebih dari 30 tahun berkuasa. Namun, pada era reformasi, tindak kejahatan seperti korupsi semakin merajalela di berbagai sektor pemerintahan.
Penyebab Terjadinya Permasalahan
- Politik Identitas: Salah satu gejolak terbesar dalam demokrasi Indonesia saat ini adalah politik identitas. Identitas suku, agama, dan kelompok-kelompok sosial menjadi faktor penentu dalam politik, yang dapat memicu polarisasi dan konflik. Politik identitas ini membatasi ruang bagi perdebatan rasional dan sering kali mengorbankan kepentingan nasional secara keseluruhan.
- Korupsi dan Kejahatan Politik: Masalah korupsi dan kejahatan politik tetap menjadi ancaman serius bagi demokrasi Indonesia. Praktik korupsi merusak integritas lembaga-lembaga negara, menghambat pembangunan, dan merongrong kepercayaan publik terhadap demokrasi. Selain itu, praktik politik yang tidak etis dan tidak transparan seperti politik uang dan praktik jual-beli kekuasaan juga merusak proses demokrasi yang sehat.
- Korupsi dan Kejahatan Politik: Masalah korupsi dan kejahatan politik tetap menjadi ancaman serius bagi demokrasi Indonesia. Praktik korupsi merusak integritas lembaga-lembaga negara, menghambat pembangunan, dan merongrong kepercayaan publik terhadap demokrasi. Selain itu, praktik politik yang tidak etis dan tidak transparan seperti politik uang dan praktik jual-beli kekuasaan juga merusak proses demokrasi yang sehat.
- Ketegangan Agama dan Toleransi: Indonesia merupakan negara dengan keragaman agama yang besar. Namun, banyaknya konflik dan ketegangan agama masih menjadi tantangan serius bagi demokrasi Indonesia. Terdapat serangkaian kasus intoleransi agama, penindasan minoritas, dan tindakan kekerasan yang berpotensi merusak persatuan dan kerukunan nasional. Tantangan ini membutuhkan pendekatan yang inklusif dan penegakan hukum yang tegas untuk memastikan kebebasan beragama dan menjaga harmoni antarumat beragama.
- Partisipasi Politik Masyarakat: Partisipasi politik masyarakat yang rendah juga merupakan gejolak dalam demokrasi Indonesia. Meskipun pemilihan umum secara teratur diadakan, tingkat partisipasi pemilih cenderung menurun. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini termasuk ketidakpercayaan terhadap partai politik dan lembaga negara, serta kurangnya pendidikan politik yang memadai.
PENUTUP
Demokrasi di Indonesia menghadapi dinamika dan tantangan di setiap periode. Meski demikian, Indonesia terus berupaya memperkuat sistem demokrasinya. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah-masalah ini dan memastikan demokrasi berjalan dengan baik. Indonesia telah melalui empat periode demokrasi, yaitu demokrasi liberal pada masa kemerdekaan, demokrasi terpimpin saat Soekarno membubarkan Konstituante, demokrasi Pancasila di era Soeharto, dan era Reformasi yang masih berlangsung. Setiap periode memiliki kelebihan dan kekurangan yang memberikan pelajaran penting. Demokrasi liberal, misalnya, belum mampu membawa perubahan signifikan, meskipun kabinet yang sering berganti menunjukkan keberagaman pemikiran dalam kepemimpinan. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah, partai politik, masyarakat sipil, dan individu untuk memperkuat demokrasi Indonesia. Langkah-langkah penting seperti reformasi politik, penegakan hukum yang adil, pemberantasan korupsi, promosi toleransi agama, dan peningkatan kesadaran politik masyarakat dapat memperkuat demokrasi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
D. Lucia Crispina Pardede. 2024 KARYA TULIS ILMIAH. TEMPLAT: UG
Manurung, C. E., Zee, C., Nathanael, N., Ernando, R. (2022). Perkembangan Sistem Demokrasi di Indonesia dan Relevansinya untuk Kehidupan di Tahun 2022. Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humanioral, 1:1,16. https://journal.forikami.com/index.php/nusantara/article/download/31/18
Purnawati, E. (2020). Perjalanan Demokrasi di Indonesia. Solusi, Volume 18 Nomor 2. https://jurnal.unpal.ac.id/index.php/solusi/article/download/290/248
Lee, S. H. (2017). Digital democracy in Asia: The impact of the Asian internet on political participation. Journal of Information Technology & Politics, 62-82. https://doi.org/10.1080/19331681.2016.1214095
Noor, E. S. P., Hasan, A., Umar, M. (2023). Demokrasi di Indonesia Mewujudkan Kedaulatan Rakyat. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence,Economic and Legal Theory, Vol. 1 No. 4. https://shariajournal.com/index.php/IJIJEL/articlview/196/70
Hamidi, F., Putri, V. K., Burhanuddin, A., Fitriani, A. (2024). Dinamika Tantangan Politik Dalam Era Demokrasi Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 398-412.t htps://ejournal.yayasanbhz.org/index.php/AhsaniTaqwim/article/view/117/90
Karima, M. K., Rais, S. D. D., Harahap, P. H., Daulay, F. A., Pratiwi, E., Siagian, Z. I., Sitompul,
B. S., Siagian, N. N., Alfitriyani, N., Sabrina, T. (2023). Perjalanan Demokrasi Indonesia dan Problematikannya. Jurnal Pendidikan dan Kependidikan, Vol. 02 N0. 01. https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/educandumedia/article/view/208/105
Dinamika Demokrasi di Indonesia: Trajektori, Tantangan, dan Prospek. (2024). Journal Of Government And Politics. https://journal.ummat.ac.id/journals/32/articles/15441/submission/review/15441-50566-1-RV.docx
Comments
Post a Comment