Prasangka dan Diskriminasi
Psikologi Sosial
(12)
Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka
Prasangka (Prejudice) adalah evaluasi negatif atas suatu kelompok atau seseorang berdasarkan pada keanggotaan orang itu di dalam suatu kelompok.
Prasangka merupakan pra-penilaian yang sering kali merefleksikan evaluasi yang dilakukan sebelum tahu banyak tentang karakteristik seseorang.
Macam-macam Prasangka
- Prasangka kognitif, merujuk pada apa yang dianggap benar.
- Prasangka afektif, merujuk pada apa yang disukai dan tidak disukai.
- Prasangka konatif, merujuk pada bagaimana kecenderungan seseorang dalam bertindak.
Objek Prasangka
Prasangka tidak terbatas pada kelompok, ras, suku, prasangka juga terdapat di antara kelompok agama, partai, juga orang yang kegemukan menjadi target prasangka dan stereotip yang negatif, bahkan lanjut usia juga diprasangkai sebagai orang yang tidak mampu lagi secara fisik dan mental.
Prasangka dapat menjadi salah satu aspek paling “Destruktif” dari perilaku manusia, dan sering menimbulkan tindakan kekerasan.
Diskriminasi
Diskriminasi adalah komponen perilaku (behavioral) dari antagonisme (individu atau kelompok yang “menyatakan pertentangan, perlawanan” yang tidak dapat di damaikan) kelompok.
Diskriminasi terdiri dari perilaku negatif terhadap individu karena individu itu adalah anggota dari kelompok tertentu.
Theodorson & Theodorson (1979: 115-116), mengartikan diskriminasi sebagai “perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, atau keanggotaan kelas-kelas sosial”.
Macam-macam Diskriminasi
Diskriminasi adalah wujud dari prasangka itu dalam tingkah laku atau aksi negatif terhadap kelompok yang menjadi sasaran prasangka.
Sumber atau faktor yang menimbulkan prasangka yaitu sebagai berikut.
- Konflik langsung antar kelompok.
- Pengalaman awal.
- Kategorisasi Sosial, yaitu kecenderungan untuk membuat kategori sosial yang membedakan antara di grup—“kita”—dengan di luar grup—“mereka”.
Stereotip
Stereotip adalah kerangka berpikir kognitif yang terdiri dari pengetahuan dan keyakinan tentang kelompok sosial tertentu yang mungkin dimiliki oleh orang yang menjadi anggota kelompok-kelompok ini.
Dampak bagi orang yang menjadi objek prasangka yaitu dapat membentuk sikap “rasial” dan “stereotip” terhadap mereka sendiri, makin kuat seseorang menjadi bagian dari minoritas dan mengidentifikasikan diri, maka makin sensitif terhadap prasangka halus dan makin kuat bereaksi terhadap prasangka tersebut.
Mengatasi Prasangka
- Memutuskan siklus prasangka.
- Berinteraksi langsung dengan kelompok berbeda. (Guna mendapatkan informasi yang sesungguhnya atau objektif dan menghilangkan prasangka)
- Kategorisasi ulang batas antara “kita” dan “mereka” hasil dari kategorisasi ulang ini, orang yang sebelumnya dipandang sebagai anggota luar-grup sekarang dapat dipandang sebagai bagian dari kita *karena sesama makhluk Allah swt ada untuk kebaikan.
- Intervensi kognitif: memotivasi orang lain untuk tidak berprasangka, pelatihan (belajar untuk mengatakan “tidak” pada stereotipe).
- Pengaruh sosial yang positif, konstruktif, dan objektif untuk mengurangi prasangka.
Comments
Post a Comment