Pendekatan Psikologi Psikoanalisis
Psikologi Umum
(1)
Psikoanalisis
Aliran psikoanalisis muncul pada tahun 1900 sebagai upaya memperdalam pandangan-pandangan psikologis dan mengkaitkannya melalui berbagai kemajuan dalam bidang kedokteran.
Teori Dasar
Teori dasar dari Sigmun adalah ide tentang alam sadar (conscious mind) versus alam bawah sadar (unconscious mind).
Alam sadar merupakan apa yang seseorang sadari pada saat-saat tertentu, pengindraan langsung, ingatan, pemikiran, fantasi, perasaan yang Anda miliki. Hal yang berkaitan erat dengan alam sadar adalah alam pra-sadar, yaitu apa yang disebut saat ini dengan “kenangan yang sudah tersedia” (available memory). Kenang-kenangan yang walaupun tidak Anda ingat waktu berpikir, tapi dapat dengan mudah dan dipanggil lagi. Menurut Freud keduanya adalah bagian terkecil dari pikiran.
Adapun bagian terbesar dari pikiran adalah alam bawah sadar (unsconscious mind). Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang asalnya dari alam bawah sadar seperti nafsu dan insting. Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, atau motif-motif yang mendorong seniman atau ilmuwan berkarya.
Struktur Kepribadian
Id merupakan struktur kepribadian yang paling mendasar, hanya berdasarkan dorongan nafsu atau kenikmatan belaka.
Ego merupakan pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan (reality principle) yang memuaskan dorongan Id menurut cara-cara yang dapat diterima masyarakat atau sebagai kepribadian yang mengontrol kesadaran.
Superego merupakan kesadaran tertinggi manusia, terbentuk melalui proses identifikasi dalam nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
Tokoh Psikoanalisis
ALFRED ADLER
Mengenalkan teori tentang inferioritas universa. Setiap manusia akan melakukan upaya menyesuaikan diri dengan kelemahan yang dimilikinya melalui berbagai bentuk perilaku konvensional sebagai cara mengatasi kelemahannya.
Mengenalkan teori tentang striving for superiority, yaitu motivasi bawaan yang menggerakkan manusia untuk bertahan hidup dan mengembangkan diri.
CARL GUSTAV JUNG
Ia yang memperkenalkan karakteristik kepribadian menjadi 2 yaitu introvert dan ekstravert. Kepribadian introvert merujuk pada sebuah kecenderungan untuk mengutamakan dunia dalam pada diri seseorang. Aspek-aspek yang lebih jelas dari introversi adalah malu, tidak suka pada fungsi-fungsi sosial dan menyukai privasi. Kepribadian ekstravert merujuk pada kecenderungan untuk melihat dunia luar, khususnya orang lain demi kesenangan diri. Orang dengan karakteristik ekstravert biasanya mudah bersahabat dan menikmati aktivitas sosial, dan merasa tidak nyaman ketika sendirian.
Pandangan Psikoanalisis
1) Kesadaran dan Ketidaksadaran
Ketidaksadaran (unconscious) yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud ada bagian lain yang disebut prasadar (preconscious).
Dalam Preconscious stimulus-stimulus belum direpres, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
2) Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct).
- Life instinct mencakup lapar, haus dan seks, ini merupakan kekuatan kreatif dan oleh Freud disebut Libido.
- Death instinct merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat ditujukan kepada diri sendiri, menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau ditujukan keluar merupakan bentuk agresi.
Pandangan lain dari Sigmund Freud yang penting adalah tentang mekanisme pertahanan (defence mechanism). Mekanisme pertahanan ini bertujuan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dapat dibenarkan oleh superego dan ego.
Mekanisme pertahanan ini berfungsi untuk melindungi super ego dan ego dari ancaman dorongan primitif yang mendesak terus karena tidak diizinkan muncul oleh superego.
Ada sembilan mekanisme pertahanan diri yang dikemukakan oleh Freud.
1) Represi
Represi melibatkan memblokir dan menekan perasaan, keinginan, atau pengalaman yang tidak dapat diterima atau mengancam ke dalam alam bawah sadar.
Contoh sebagai berikut.
Misalnya, seorang anak yang telah mengalami perundungan (bully) mungkin menekan ingatan tentang kejadian tersebut ke alam bawah sadar, tetapi ingatan tersebut mungkin muncul kembali dalam mimpi atau kesalahan ucapan.
2) Pembentukan Reaksi (Reaction Formation)
Reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari superego. Formasi reaksi melibatkan menggantikan perilaku, pikiran, atau perasaan dengan sesuatu yang benar-benar berlawanan dengan yang tidak dapat diterima
Contoh sebagai berikut.
Seseorang yang merasa bersalah karena melakukan aktivitas seksual bebas mungkin akan menggunakan formasi reaksi dengan bergabung ke kelompok religius yang melarang seks bebas.
3) Proyeksi (Projection)
Proyeksi secara keliru dan tidak disadari mengalihkan perasaan, sifat, atau pikiran Anda yang tidak dapat diterima kepada individu atau objek lain. Mekanisme pertahanan diri berupa proyeksi terjadi ketika seseorang menutupi kekurangan, masalah, atau kesalahan dalam dirinya dengan menyalahkan orang lain.
Contoh sebagai berikut.
Seorang siswa yang menolak bertanggung jawab atas menyontek saat ujian mungkin akan menuduh siswa lain menyontek.
4) Pengalihan (Displasement)
Mekanisme pertahanan dengan mengalihkan perasaan tidak senang terhadap suatu objek ke objek lain yang lebih memungkinkan sebagai upaya dari ego melakukan pengalihan. Kalau seseorang tidak dapat melampiaskan perasaan terhadap orang lain karena hambatan dari super ego, maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.
Contoh sebagai berikut.
Jika Anda merasa cemas karena ingin marah kepada teman baik Anda, tanpa sadar Anda mungkin memindahkan kemarahan tersebut dengan bertengkar dengan seseorang yang lebih aman, seperti pelayan, kasir, atau orang asing.
5) Rasionalisasi
Dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh super ego, dicarikan dasar rasionalnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.
Contoh sebagai berikut.
seorang mahasiswa tidak rajin belajar kemudian mendapatkan nilai UAS yang jelek dan berkata
“Pantas saja nilaiku jelek karena soalnya memang sulit. Ini tidak adil!”
6) Supresi
Supresi (Suppression) adalah salah satu mekanisme pertahanan diri yang digunakan untuk menekan dorongan, pikiran, atau emosi yang dianggap berbahaya, tidak pantas, atau bertentangan dengan nilai moral dan norma sosial. Dalam supresi, dorongan atau pikiran tersebut berasal dari ketidaksadaran dan belum mencapai kesadaran penuh. Hal ini membuat individu secara tidak sadar mencegah dorongan itu muncul ke permukaan.
Contoh sebagai berikut.
Dorongan Oedipus Complex
Penjelasan: Freud menyatakan bahwa seorang anak laki-laki pada usia dini memiliki dorongan cinta atau ketertarikan seksual pada ibunya.
Namun, dorongan ini tidak pernah mencapai kesadaran penuh karena bertentangan dengan norma-norma moral dan sosial. Secara otomatis, dorongan tersebut ditekan ke dalam alam bawah sadar melalui supresi.
7) Sublimasi
Dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh super ego dialihkan ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat.
Contoh sebagai berikut.
Seseorang mencari ketenangan dengan berolahraga tinju untuk melampiaskan amarahnya terhadap orang lain dan mencari kebaikan berupa prestasi dari itu.
8) Kompensasi
Kompensasi adalah upaya seseorang untuk menutupi kekurangan atau kegagalan dalam satu aspek kehidupan dengan cara meraih prestasi yang luar biasa di bidang lain.
Tujuannya adalah untuk melindungi ego dan menghindari perasaan rendah diri atau ditolak
Seorang siswa yang kesulitan dalam pelajaran matematika, kemudian mencurahkan seluruh perhatiannya pada pelajaran bahasa dan menjadi juara kelas dalam bidang tersebut.
9) Regresi
Regresi merupakan respon yang dilakukan individu bila berada dalam situasi frustrasi, ia kembali pada taraf perkembangan yang lebih rendah, Misalnya anak usia 12 tahun yang bertingkah seperti balita.
Contoh sebagai berikut.
anak yang baru memperoleh adik,akan memperlihatkan respons mengompol atau menghisap jempol tangannya, padahal perilaku demikian sudah lama tidak pernah lagi dilakukannya. Regresi barangkali terjadi karena kelahiran adiknnya dianggap sebagai krisis bagi dirinya sendiri. Dengan regresi (mundur) ini individu dapat lari dari keadaan yang tidak menyenangkan dan kembali lagi pada keadaan sebelumnya yang dirasakannya penuh dengan kasih sayang dan rasa aman, atau individu menggunakan strategi regresi karena belum pernah belajar respons-respons yang lebih efektif terhadap problem tersebut atau dia sedang mencoba mencari perhatian.
Daftar Pustaka
Rohani, Alia. 2024. Gestalt Approach. Psikologi Umum: UG
Comments
Post a Comment