Sikap

Psikologi Sosial

(10)

Sikap

Pengertian Sikap (Attitude)

Pengertian Sikap (Attitude) adalah evaluasi berupa respons terhadap objek, isu, atau orang sebagai stimulus.

Sikap didasarkan pada stimulus atau informasi:
  1. Afektif (Affective)
  2. Behavioral
  3. Kognitif

Domain Sikap

Sikap didasarkan pada stimulus atau informasi memiliki Domain yaitu:
  1. Afektif (Affective)
  2. Behavioral
  3. Kognitif
Komponen Afektif meliputi emosi yang merupakan perasaan seseorang terhadap suatu stimulus.

Komponen Behavioral meliputi cara orang bertindak dalam merespon stimulus

Komponen Kognitif meliputi yang terdiri dari pikiran seseorang tentang objek tertentu yang saat ini berupa stimulus. Misal, dapat tentang fakta, pengetahuan, dan atau keyakinan.

Pembentukan Sikap

Pembentukan sikap didasarkan pada proses belajar sebagai berikut.

Asosiasi (Association)

Kita memahami informasi dan perasaan melalui proses asosiasi. Misal, jika seorang guru mengajar sejarah dan menunjukkan sosok gambar pria berseragam militer dan mengatakan bahwa itu adalah “tentara Nazi” dengan nada suara penuh permusuhan. Maka murid akan membuat asosiasi perasaan negatif yang dikaitkan dengan konsep “Nazi”.

Penguatan (Reinforcement) dan Hukuman (Punishment)

Reinforcement (penguatan) dan Punishment (hukuman). Misal, jika kita mengikuti kuliah psikologi sosial dan hasil prestasi mendapatkan nilai A, maka kita “merasa gembira dan puas”, dan kemungkinan akan termotivasi untuk “meneruskan belajar (penguatan)” psikologi sosial lebih luas lagi. Sebaliknya jika kita mendapatkan nilai prestasi “D” dan penuh di ejek oleh teman-teman dan anda “merasa malu dan tersinggung”, maka kemungkinan kita akan “membenci dan tidak akan melanjutkan (hukuman)“ untuk mendalaminya lebih lanjut.

Peniruan (Imitation)

Orang memiliki kecenderungan untuk meniru orang lain yang dianggapnya: orang yang ditiru penuh dengan pengaruh, kekuatan, kekuasaan, dsb.


Perubahan Sikap

Perubahan sikap, terkait dengan teori belajar yaitu sebagai berikut

Belajar Pesan (Message Learning)

Ide bahwa perubahan sikap tergantung pada individu sewaktu mengalami proses belajar terhadap “isi atau pesan” dari yang dipelajari. Misal, awalnya kita memiliki sikap “negatif” terhadap informasi tersebut, namun setelah kita mempelajari lebih lanjut terhadap informasi tersebut, ternyata “ada pesan atau isi “ yang mampu merubah pola sikap kita hingga menjadi “positif”

Pengubahan Sikap karena Suatu Efek (Transfer of Affect)

Pengubahan Sikap karena Suatu Efek (Transfer of Affect), yaitu mengubah sikap dengan memindahkan afek yang telah diasosiasikan sebelumnya dengan objek lain, misal, ada iklan di media tentang iklan mobil merek “X”, sebelumnya Anda memiliki “sikap netral”, namun setelah iklan mobil “X” tersebut di padukan dalam suatu figur dengan promosi maka saat itu kita merubah sikap dari awalnya netral hingga ke arah positif oleh karena faktor tersebut (Affect).

Trauma 

Trauma adalah pengalaman yang tiba-tiba, mengejutkan yang meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan yang mampu merubah sikap yang telah dimiliki sebelumnya.


Kesesuaian Sikap dan Tingkah Laku

Terdapat tiga pandangan umum mengenai hubungan sikap dan perilaku, yaitu:

*Menurut KBBI, Postulat adalah kata benda (nomina) yaitu asumsi yang menjadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma

1) Postulat Konsistensi

Postulat konsistensi mengatakan bahwa sikap verbal merupakan petunjuk yang cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila ia dihadapkan pada suat objek sikap.

2) Postulat Variasi Independen

Postulat Variasi independen menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa sikap dan perilaku berhubungan secara konsisten.

3) Postulat Konsistensi Tergantung

Postulat Konsistensi Tergantung menyatakan bahwa hubungan sikap dan perilaku sangat ditentukan oleh faktor-faktor situasional tertentu.


Prakiraan Perilaku dan Sikap

Sikap terbentuk lebih dahulu dan menjadi dasar perilaku manusia. Sedangkan, penelitian yang baru menyatakan bahwa hubungan antara sikap dan perilaku bersifat tidak langsung, namun lebih mengarah pada hubungan saling memengaruhi pengukuran sikap

Ada beberapa metode untuk mengukur sikap sebagai berikut.

1) Observasi Perilaku

Observasi perilaku sikap seseorang terhadap sesuatu dapat diperhatikan melalui perilakunya, sebab perilaku merupakan salah satu indikator  sikap individu.

2) Pertanyaan Langsung

Pertanyaan langsung, ada dua asumsi yang mendasari penggunaan metode pertanyaan langsung guna mengungkapkan suatu sikap.

Pertama, asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri. Kedua, asumsi terus terang bahwa manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya, oleh karena itu dalam metode ini, jawaban yang diberikan oleh mereka yang ditanyai dijadikan indikator sikap mereka.

3) Pengungkapan Langsung

Pengungkapan langsung (direct assessment) secara komunikasi verbal atau tertulis dapat dilakukan dengan menggunakan barang tunggal maupun dengan menggunakan barang ganda.

4) Pengungkapan Skala Sikap

Skala sikap (attitude scales) berupa kumpulan pernyataan-pernyataan mengenai suatu objek sikap.

5) Pengukuran Terselubung

Dalam metode pengukuran terselubung (covert measures), objek pengamatan bukan lagi perilaku yang tampak didasari atau sengaja dilakukan  oleh seseorang melainkan reaksi-reaksi fisiologis yang terjadi di luar kendali orang yang bersangkutan.


Skala Sikap

Menggunakan Skala Sikap

1) SKALA LIKERT

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Contoh sebagai berikut.

Preferensi
1. Sangat Setuju
2. Setuju
3. Ragu-ragu
4. Tidak Setuju
5. Sangat Tidak Setuju

2) SKALA GUTTMAN

Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapat jawaban dua pola yang tegas, yaitu “Ya” atau “Tidak”, “Benar” atau “Salah”, “Pernah” atau “Tidak pernah”.

3) SKALA THURSTONE

Skala penilaian model Thurstone adalah seperti memberikan nilai 1 pada skala yang menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.

4) SEMANTIK DIFERENSIAL

Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun opsi cek/centang, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum dimana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak dibagian kiri garis atau sebaliknya.

Contoh: Penilaian pelajaran Kimia

Menyenangkan  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Membosankan

Sulit                  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Mudah

5) PENILAIAN (RATING SCALE)

Data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. 

Contoh sebagai berikut.

Pilih kenyamanan dari ruang bermain anak bersama pendampingan orang tua :

5          4          3          2          1


Persuasi

Persuasi diambil dari istilah bahasa Inggris “persuation” yang juga berasal dari bahasa latin “persuasio” persuasi mengandung bujukan, merayu, meyakinkan, dan lain sebagainya. 

Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.

Persuasi dapat digunakan untuk mengubah sikap atau perilaku receiver atau untuk memotivasi perilaku receiver agar dapat mengubah sikap dan perilaku, seorang persuader harus mempertimbangkan faktor-faktor yaitu kejelasan tujuan, memikirkan secara cermat orang yang dihadapi, memilih strategi komunikasi yang tepat.

Keberhasilan Persuasi apabila kedua belah pihak “ada kesamaan” di zona “persepsi” dan “sikap”.

Kegagalan persuasi dapat terjadi apabila kedua belah pihak “tidak ada kesamaan” di zona “persepsi” dan “sikap”.

Daftar Pustaka

Tjoen Tjie, Lie. "Sikap", Universitas Gunadarma. 2024

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *