Matematika & Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Bab ke-5
Kehidupan di Bumi
a. Asal Mula Kehidupan di Bumi
Ada pendapat-pendapat yang berupa hipotesis atau juga teori tentang asal mula kehidupan di Bumi. Pendapat sebagai berikut.
1) Generatio Spontanea
Generatio Spontanea adalah pendapat yang berisikan bahwa anggapan orang tentang makhluk hidup terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya. Anggapan ini disebut dengan teori generatio spontanea.
Contoh sebagai berikut.
- Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus.
- Dari gudang padi, muncul tikus.
*Abiogenesis adalah istilah lain dari teori atau paham tersebut yang dipelopori oleh Aristoteles.
2) Cosmozoa
Cosmozoa adalah pendapat yang berisikan bahwa mahluk hidup yang ada di bumi berasal dari luar Bumi. Mungkin, dapat dikatakan dari planet lain. “Benda hidup itu datang dalam bentuk spora yang aktif, jatuh ke bumi lalu berkembang biak.”
3) Omne Vivum ex Ovo
Francisco Redi (1626-1697), ia seorang ahli Biologi, Italia. Ia melakukan pembuktian tentang ulat yang ada di bangkai tikus berasal dari telur lalat. Kemudian mengemukakan pendapat bahwa dari telur atau omne Vivum ex Ovo.
4) Omne Ovo ex Vivo
Lazarro Spallanzani (1729-1799), ia seorang ahli Biologi, Italia. Ia melakukan pembuktian bahwa mikroorganisme atau jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Bila air kaldu itu dididihkan kemudian ditutup rapat-rapat, maka pembusukan tidak terjadi.
Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup atau Omne Ovo ex Vivo.
5) Omne Vivum ex Vivo
Louis Pasteur (1822-1895), ia seorang sarjana kimia, Prancis. Ia melanjutkan percobaan Spallanzani tentang air kaldu yang dididihkan.
Ia melakukan dengan menggunakan berbagai mikroorganisme. Ia berkesimpulan bahwa agar timbul kehidupan baru, harus ada kehidupan sebelumnya atau Omne Vivum ex Vivo.
*Biogenesis adalah istilah lain dari teori atau paham tersebut.
Kemudian teori teori Abiogenesis mulai ditinggalkan orang.
6) Teori Uray
Harold Uray (1893), ia seorang ahli kimia, Amerika yang mengemukakan pendapat bahwa mula-mula atmosfer itu kaya akan gas-gas metana (CH), amoniak (NH), hidrogen (H₂), dan. (H20). Zat-zat ini merupakan unsur penting dalam tubuh mahluk hidup. Ada dugaan karena adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsur-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.
Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi organisme.
7. Teori Oparin
Oparin, ia seorang ahli Biologi, Rusia. (1938) dan J.B.S Haldene, ia seorang ahli Biologi, Inggris. Keduanya secara terpisah mengemukakan pendapat yang sama tentang asal mula kehidupan. Pendapat keduanya secara singkat yakni “Jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada saat atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas. Senyawa organik ini antara lain asam amino sederhana, purine, dan basa pirimidin; senyawa-senyawa golongan gula, lalu terbentuk pula senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat, dan polisakarida.
Semuanya dapat terbentuk berkat bantuan sinar Ultra violet, kilatan listrik (petir), panas dan sinar radiasi. Jasad hidup pertama disebut protobiont yang diperkirakan hidup di dalam laut dengan kedalaman kira-kira 10 m di bawah permukaan laut.
Stanley L. Miller, ia seorang murid dari Uray membuat percobaan yang berhasil.
Percobaan tersebut dilakukan untuk menguji anggapan bahwa pada kondisi awal dari atmosfer bumi yang kaya akan gas metana, amoniak, hidrogen, dan air dengan bantuan kilatan listrik dan suhu yang cukup, dapat terbentuk senyawa-senyawa organik, termasuk asam amino, purin, pirimidin, gula ribosa, maupun 2-dioksiribosa, asam nukleat, dan nukleosida seperti ATP. Semua senyawa tersebut adalah senyawa dasar dari jasad hidup.
Percobaan tersebut sebagai pelengkap teori ini di tahun 1953.
Weisz melanjutkan hipotesis Oparin dengan bekal teori Uray yang telah diuji melalui percobaan yang berhasil oleh Miller (1961). Menurut Weisz, penggabungan senyawa kimia itu terus berlangsung menjadi molekul-molekul yang lebih besar dan kompleks. Salah satu ikatan yang banyak terbentuk adalah asam nuklein yang terdiri dari gula-fosfat-purin-pirimidin-asam amino. Rantai ini cenderung untuk mengikat rantai-rantai dari sekitarnya, sehingga terjadilah rantai ganda yang setangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan diri dari yang pertama alam bentuk duplikat.
Mulai dari sinilah, mungkin terjadi ‘loncatan’ tingkah laku kimiawi dari sifat tak hidup ke sifat hidup.
Pada saat rantai tadi mengikat ke rantai yang sama dapat kita sebut sebagai reproduksi yang pertama.
1. Sejarah Penemuan Sel
Sel baru dapat ditemukan setelah penemuan mikroskop oleh Antonie van Leewenhoek (1632-1723). Kemudian oleh Malppighi (1628-1694), Swammerdam (1637- 1680), dan Grew (1641-1713). Mereka merupakan beberapa tokoh yang membagikan pengetahuan tentang sel dari masing-masing pengamatan yang dilakukan di mikroskop.
Schleiden dan Schwann di tahun 1839 mengemukakan suatu prinsip bahwa semua benda terdiri dari bagian yang pada dasarnya sama yaitu sel.
Istilah "sel" itu sendiri diperkenalkan oleh Hooke di tahun 1665 untuk menggambarkan bagian-bagian berupa kotak-kotak kecil yang ia lihat melalui mikroskop dalam potongan gabus. Kemudian, Schultz memberikan definisi yang lebih baik tentang sel yaitu sel adalah suatu massa protoplasma yang mengandung nukleus.
2. Struktur Sel
Secara umum, materi hidup dalam sel disebut protoplasma yang terdiri dari nukleus dan sitoplasma.
Sel tumbuhan biasanya mempunyai dinding sel yang terdiri dari selulosa karbohidrat yang membungkus dan menunjang protoplasma. Sejumlah sel hewan juga mempunyai selubung yang terdiri dari nitrogen yang disebut pellicle.
Nukleus merupakan massa yang padat dari protoplasma, terutama menuju ke pusat sel. Nukleus dipisahkan dari sitoplasma oleh membran nukleus. Fungsi Nukleus adalah untuk mengatur aktivitas sel dan berfungsi pula dalam reproduksi sel.
Pada nukleus terdapat kromosom yang merupakan pembawa informasi sifat keturunan. Informasi ini terdapat dalam deoxyribonucleic acid (DNA). Pada manusia, kromosom ini berupa benang panjang yang double helixes yang terdiri dari molekul nukleoprotein.
Nukleus manusia mengandung 23 pasang kromosom, kecuali pada sperma dan sel telur. Masing-masing pasangan tersebut terdiri dari kromosom dan homolognya. Tiap pasangan berbeda satu sama lain yang tergantung pada informasi genetik yang dibawanya.
Sitoplasma dibatasi oleh membran plasma yang bersifat selektif permeabel.
Pada sitoplasma terdapat organoid yang merupakan struktur khusus sitoplasma, terdiri dari plastida, central bodies, vakuola, fibril, badan golgi dan kondriosom.
Sel mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda karena kekhususan dari sitoplasma, misalnya memipih pada sel epitel untuk membungkus, memanjang pada sel- sel syaraf untuk ikonduksi, membesar pada sel-sel telur untuk menyimpan cadangan makanan, dan sebagainya.
Keterangan sebagai berikut.
- Plastida
- Central body
- Kromatin (Chromatin)
- Nukleus (Nucleus)
- Vakuola (Vacuola)
- Badan golgi
- Membran inti
- Nukleous (nucleous)
- Membran plasma
- Dinding sel
- Sitoplasma
3. Pembelahan Sel
Ada dua macam pembelahan sel yaitu secara amitosis dan mitosis.
a. Amitosis
Amitosis berarti suatu proses pembelahan sel yang terjadi tanpa melalui fase-fase tertentu. Pembelahan sel tipe atau secara amitosis disebut juga pembelahan sel secara langsung karena tidak melalui fase-fase tertentu sebagai berikut.
- Inti membelah dua dan bergerak saling menjauhi
- Gerakan saling menjauhi itu diikuti oleh dinding sel
- Terbentuk dua sel "anak" yang berkembang jadi dewasa dan membelah lagi dan seterusnya.
Contoh dari cara pembelahan tersebut terjadi pada bakteri dan ganggang.
b. Mitosis
Mitosis berarti proses pembelahan sel dengan fase-fase tertentu. Cara pembelahan sel ini lebih kompleks daripada cara pembelahan sel secara mitosis. Pembelahan sel mencakup pembelahan nukleus dan pembelahan sistosom. Jadi, sebelum dua sel "anak" terbentuk, terlebih dahulu terjadi perubahan-perubahan dalam nukleus sel.
Perubahan itu melalui lima tingkatan atau fase, yaitu sebagai berikut.
1) Interfase
Suatu fase di mana sel dalam keadaan dewasa dan terdapat semua kegiatan hidup. kecuali pembelahan sel. Kromatin nampak sebagai butiran-butiran yang tersebar dalam inti sel, sentrosom nampak di luar inti.
2) Profase
Sentrosom membelah menjadi dua dan bergerak berlawanan arah. Pasangan ini disebut sentriole. Kromatin bergerak menjadi benang-benang yang nampak lebih jelas dan lebih tebal, disebut kromosom. Kromosom terdiri dari dua rangkap benang yang dinamakan kromatid. Pada sentriole terbentuk benang-benang protoplasma yang disebut aster.
Di dalam sitoplasma, sentriole dan sentrosom membelah dan bergerak ke kutub- kutub yang berlawanan, dan serabut gelendong (spindle) yang halus terulur di antara mereka.
3) Metafase
Membrana nukleus lenyap, gelendong meluas dari satu kutub ke kutub yang lain. Kromosom bergerak ke ekuator gelendong. Pasangan kromosom kemudian menjadi pendek, menempatkan diri dalam ekuator dengan sentriole sebagai kutubriya.
4) Anafase
Dimulai dengan pemisahan kromatid di sentromer. Kedua pasangan kromatid tersebut kemudian bergerak ke ujung-ujung yang bertentangan, seolah-olah ditarik oleh serabut gelendong kromosom.
5) Telofase
Pada fase ini masing-masing kromatid sudah benar-benar terpisah dari pasangannya dan sel mulai membelah diri menjadi dua sel yang identik. Nukleus dan membrana nukleus terbentuk kembali. Kromatid mengkerus menjadi butir-butir kromatin.
Sekarang sel kembali ke interfase.
Organisasi di alam ini melaksanakan fungsi dengan berbagai cara, sesuai dengan struktur dan dalam proses-proses yang menjadi ciri dari pembiakan tapi mempunyai dasar fungsi hidup yang sama. Pembiakan dapat berlangsung dengan dua cara yang sangat berbeda dan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan spesies, yaitu pembiakan secara aseksual dan seksual.
a. Pembiakan Aseksual
Pembiakan aseksual adalah terjadinya pembentukan individu baru dari satu induk tanpa melalui proses penggabungan atau perpaduan antara dua sel kelamin.
Cara perkembangbiakan aseksual sebagai berikut.
1) Pembelahan Kembar
Sel membelah membentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah sitoplasma yang sama. Dilakukan oleh hampir semua tumbuhan dan hewan.
Contoh: Amuba, Bakteri, ganggang.
2) Kuncupan
Inti sel membelah menjadi dua belah yang sama tetapi sitoplasmanya membelah tidak sama besar. Bagian yang kecil disebut dengan kuncup.
b. Pembentukan spora
Spora adalah sel yang sangat kecil. Spora diliputi dinding selulosa yang keras, biasanya terkumpul dalam struktur pembiakan yang disebut sporangium atau kotak spora. Jika sporangium pecah, spora-spora yang sangat kecil itu akan terbawa angin atau ke tempat- tempat lain tanpa mengalami kerusakan. Jika spora jatuh di tempat yang sesuai maka akan tumbuh menjadi organisme baru. Maa syaa Allah
Contoh: Bakteri, cendawan, lumut dan paku-pakuan.
c. Perkembangbiakan vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangan melalui salah satu organ dari tumbuh mahluk hidup itu yang kemudian diberi fungsi untuk reproduksi. Organ yang berfungsi reproduksi tersebut dapat berupa akar, batang, daun, atau umbi.
Sebagian besar tumbuh mengikuti cara ini. Keuntungan cara perkembangbiakan vegetatif yakni akan didapat individu baru yang identik dengan induknya. Contoh sebagai berikut.
1) Stek yakni dengan cara memotong bagian tanaman.
2) Tunas umbi, tunas daun, rhizoma, daun, kentang, tales, cocor bebek, alang-alang, begonia, anggur, mata.
3) Mencangkok yakni dengan cangkok seperti mengelupaskan batang.
4) Merunduk yakni dengan dirundukkan bagian tanaman induk untuk ditanamkan juga ke dalam tanah.
5) Penyambungan atau grafiting yakni dengan menyambungkan
6) Okulasi yakni dengan menempelkan suatu kulit pohon lain
d. Pembiakan Seksual
Cara ini berlaku untuk tumbuhan dan hewan. Individu baru dimulai dengan bersatunya dua sel dalam suatu proses pembuahan. Selama proses berlangsung, kedua nukleus dan sitoplasma bersatu. Dengan cara ini maka dapat dihasilkan banyak variasi dari sifat-sifat pada individu.
Dengan cara ini, hanya sel-sel yang khusus saja yang dapat bersatu dalam proses pembuatan. Sel-sel ini disebut gamet. Pada beberapa organisme uniseluler, gamet berwujud seperti sel-sel lain dari spesiesnya sedangkan pada beberapa organisme multiseluler, gamet berbeda dari sel-sel lain dalam jumlah kromosomnya. Tetapi pada umumnya, gamet tidak hanya dapat dibedakan dari sel-sel biasa, tetapi kedua sel dari pasangan yang bergabung juga jelas berbeda.
Sperma biasanya lebih kecil ukurannya, mengandung sedikit sekali makanan cadangan dan dapat bergerak. Gamet lain yaitu ovum atau sel telur yang umumnya lebih besar, mengandung banyak makanan cadangan dan tidak dapat bergerak.
Sel yang dihasilkan karena penggabungan dua gamet tersebut menjadi zigot.
Pada organisme uniseluler, zigot adalah individu baru. Pada organisme multiseluler, zigot hanya suatu permulaan. Permulaan zigot ini, individu baru berkembang melalui pembagian-pembagian sel secara mitosis, berulang-ulang. Tetapi pada beberapa spesies zigot membentuk selubung tebal yang tahan terhadap kekeringan. Dalam wujud ini zigot mungkin tetap dorman, yaitu keadaan "tidur" untuk beberapa waktu. Jika di beberapa spesies lainnya, zigot berkembang menjadi embrio tanpa masa istirahat, kemudian menjadi dewasa dengan melalui beberapa stadium muda.
1) Pembiakan Seksual pada Tumbuh-tumbuhan
Alat kelamin jantan disebut dengan serbuk sari yang mengandung spermatozoon berada di benang sari dan alat kelamin betina disebut putik mengandung ovum atau sel telur.
Alat kelamin jantan maupun alat kelamin betina sebenarnya kebanyakan tumbuh dalam satu tempat yaitu bunga. Jika waktu yang tidak sesuai, maka sulit terjadi penyerbukan dan pembuahan sendiri. Penyerbukan pada tumbuhan dapat berlangsung dengan perantara sebagai berikut.
1) Angin (contoh pada padi)
2) Serangga (contoh pada bunga yang bermadu)
3) Manusia (contoh pada panili)
2). Pembiakan Seksual pada Hewan
Pada hewan terjadi pembuahan secara aktif yang diistilahkan dengan suatu musim atau masa kawin. Masa kawin atau masa kelamin adalah masa tertentu yang tepat bagi hewan untuk melaksanakan perkembangbiakan. Hewan mengenal masa birahi, baik jantan maupun betina berperilaku yang menunjukkan bahwa sudah siap melaksanakan perkawinan.
Sebagai contoh adalah merak jantan memperlihatkan warna bulunya yang warna-warni untuk menarik perhatian betina. Ada pula hewan jantan yang mengeluarkan bau-bauan pemikat betina.
Pembuahan pada hewan dapat terjadi dua macam sebagai berikut.
1) Ekstern
Ekstern atau pembuahan di luar tubuh, seperti pada ikan mas dan katak dengan cara sebagai berikut.
Ovum betina keluar di air kemudian dibuahi oleh sperma jantan.
2) Intern
Intern atau pembuahan di dalam tubuh, seperti pada ikan paus dan kebanyakan hewan darat lain dengan cara sebagai berikut.
Sperma dari hewan jantan untuk membuahi ovum di dalam tubuh betina.
Geografi kehidupan atau Geografi adalah pembagian wilayah berdasarkan kondisi geografi yang berkaitan dengan kehidupan yang ada di dalamnya.
Jadi, pembagian wilayah di bumi dikaitkan dengan kehidupan tumbuhan dan hewan,
1) Iklim
Iklim, tumbuhan (vegetasi) dan hewan merupakan ekosistem skala besar yang disebut daerah habitat atau bioma.
Kondisi suatu bioma dipengarahi oleh faktor abiotik dan biotik.
Contoh: Bioma di padang pasir
- Faktor abiotik: Pasir, batu-batuan
- Faktor biotik: Unta, kaktus
Pembagian wilayah berdasar letak geografi menimbulkan perbedaan iklim yang sangat mempengaruhi kehidupan tumbuhan dan keadaan wujud binatang di dalamnya.
a. Pembagian Wilayah Sesuai Iklim
1) Daerah tropik: Terletak di sepanjang katulistiwa antara 23 1/2 "LU dan 23 1/2 "LS, beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun. Perubahan suhu antara januari sampai desember sangat sedikit, curah hujan sangat tinggi, merata sepanjang tahun antara 200-225 cm/ tahun.
Di bawah biomanya terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membentuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 meter.
- Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas.
- Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karna hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
- Tanah di bawah naungan, hampir tidak menerima sinar matahari yang menyebabkan tanaman meramat, menjalar ke atas, misalnya rotan
- Lapisan terbawah hidup rumput dan lumut sebagi makanan hewan kecil. Dalam hutan tropis yang lebat, hidup beraneka binatang mulai dari bakteri pembusuk dalanı yanah, burung, kera sampai harimau dan binatang besar lainnya.
Di pedalaman daerah tropik lain terdapat beberapa gurun pasir yang kondisinya jauh berbeda dengan lingkungan hutan tropik. Lingkungan abiotiknya: subu udara siang hari sangat tinggi, ± 50oC. Sedangkan pada malam hari adapat mencapai 0oC. Curah hujan sangat rendah,-25 cm/th. Kelembaban udara sangat rendah, penguapan air (evaporast) sangat tinggi, yang secara keseluruhan berakibat pada keadaan tanahnya menjadi tandus. Dengan kondisi bioma demikian hanya sedikit jumlah species tanaman yang mampu tumbuh.
Ciri-ciri tumbuhan di daerah ini: ukuran kecil, tumbuh waktu hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya. Ada tumbuhan menahun dengan ciri-ciri daun-daunnya kecil bahkan ada yang tidak berdaun, dilapisi zat lilin tebal guna mengurangi penguapan, memiliki akar panjang agar mampu menyerap air di lapisan tanah yang dalam.
Hewan yang hidup dalam bioma gurun pasir, antara lain jenis tikus, ular, kadal, semut, dan unta.
1) Daerah Sub-tropik
Terletak di daerah antara 23 1/2-661/2" LU atau LS. Iklimnya disebut iklim sedang. Terdapat 4 musim musim panas (summer), musim gugur (aunam), musim dingin (winter), dan musim semi (spring). Curah hujan sepanjang tahun, 75-100 cm/tahun.
Ciri-ciri bioma di daerah tersebut yaitu hutannya merupakan hutan luruh. Gugurnya daun merupakan persiapan untuk datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai.
Pada musim dingin terdapat salju. Jumlah tumbuhan di kawasan Sub-tropik lebih sedikit, tanamannya tinggi, jarak antar pohon tidak rapat dan hampir tidak ada perdu di bawahnya.
Di daerah tengah benua terdapat padang rumput, karena curah hujan sedikit. Tingkat curah hujan menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan mebusuk pada musim gugur.
3) Daerah Kutub
Terletak di daerah antara 66 1/290 LU atau LS. Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin matahari kurang dari 12 jam sehari.
Bioma yang khas di daerah beriklim dingin ADALAH hutan sziga yang pohonnya terdiri dari satu jenis species (homogen). Pohon khasnya adalah konifer. Hewan yang hidup di kawasan taiga adalah moose, beruang hitam, ayak, dan marten. Burung beremigrasi di musim gugur dan dingin.
Lebih ke utara di belahan Utara terdapat tundra. Lokasinya di sekitar kutub, iklimnya disebut iklim kutub. Daerah tundra mendapat sedikit energi radiasi, perbedaa siang dengan malam dalam musim panas dan dingin sangat besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil.
Binatang khasnya adalah reindeer, musk oxen, dan beruang putih (kutub). guna melindungi diri, jenis ayam, rubah kutub, kelinci salju berbulu warna gelap pada musim panas, sedangkan dalam musim dingin berwarna putih.
2. Pembagian Wilayah untuk Binatang
Dunia dibagi atas 6 daerah binatang (fauna regions):
a. Daerah Oriental: Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat dan sebagian sebelah utara pegunungan Himalaya.
Binatangnya adalah gajah, harimau, kerbau, tapir, kera
b. Daerah Australia Indonesia bagian timur, Australia dan pulau-pulau sekelilingnya.
Binatangnya adalah kanguru, kucing, koala, tupai terbang, wombat, dan bandicot.
Daerah Palaearctic Asia Utara dan Eropa.
Binatangnya adalah reindeer, bensang, bison, kambing bertanduk besar, keledai liar, kucing kutub, hedgehog.
d. Daerah Ethiopian: benua Afrika.
Binatangnya adalah singa, gajah, jerapah, kuda nil, gorila.
e. Daerah Neotropical: Amerika Selatan.
Binatangnya adalah monyet, binatang pemakan semut, tapir, Capybara, sloth, kinkajou.
f. Daerah Nearctic: Amerika Utara.
Binatangnya adalah bison, kijang, caribau (sejenis kijang), kucing gunung, dan mushkok.
Adanya persamaan binatang dari satu wilayah dengan wilayah lain menunjukkan dengan jelas bahwa pada mulanya dunia merupakan satu wilayah atau pangea. Karena adanya pergeseran bumi, benua menjadi terpisah-pisah.
3. Indonesia
Secara geografis, Indonesia terdiri dari tiga bagian. Pertama, bagian barat yang merupakan dangkalan, yaitu landas kontinen Sunda yang pernah menjadi bagian daratan Asia. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya alur sungai di dasar laut antara Kalimantan, Sumatra, dan Jawa, adanya spesies ikan yang sama, dan adanya beberapa spesies binatang Asia yang terdapat di dangkalan tersebut.
Kedua, bagian timur yang merupakan dangkalan, yaitu landas kontinen Sahul, yang pernah menjadi bagian daratan Australia. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah spesies binatang yang sama dan adanya alur dasar sungai antara Irian Jaya dan Australia.
Ketiga, di antara kedua landasan kontinen terdapat wilayah laut dalam yang meliputi perairan Maluku dan Sulawesi. Diantaranya yang terkenal adalah Laut Banda.
Alfred Russel Wallace (1854-1862) mengadakan penyelidikan di Indonesia, dan berdasarkan kondisi geografisnya, Wallace membuat garis yang terkenal denan garis Wallace. Garis ini untuk membedakan fauna dan floranya. Garis yang membentang dari Selat Lombok, Selat Makasar, dan Laut Sulu, memisahkan fauna flora di Indonesia bagian barat sebagai daerah Orientalis dengan daerah timumya yang disebut Indo-Australia.
Max Wilhelm Carl Weber mempergunakan palung Kei sebagai batas fauna flora, garis tersebut terkenal dengan garis Weber. Binatang yang berasal dari Asia sama dengan binatang yang ada di bagian barat, sedangkan yang di Australia sama dengan Indonesia bagian timur, sejalan pula dengan adanya Landasan Kontinen Sunda dan Landasan Kontinen Sahul. Jenis binatang di bagian barat antara lain gajah, harimau, sedangkan di bagian timur adalah kangguru dan kus-kus.
4. Evolusi
Teori evolusi adalah pendapat yang mengatakan bahwa terjadi perubahan secara perlahan dan makan waktu lama dalam kehidupan mahluk hidup. Perubahan itu tidak nampak apabila diukur dalam tempo hanya ribuan tahun, diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan bentuk nampak lebih jelas. Teori evolusi juga berpendapat bahwa organisme yang berbeda, secara genetik saling berkaitan atau dapat pula dikatakan bahwa spesies organisme akan berubah menjadi spesies lain.
Beberapa pandangan mengenai evolusi diantaranya:
1. Anaximander (611-547 SM)
Bumi pada awalnya berupa lautan, beberapa bagian kemudian membeku menjadi daratan. Pada saat masih berupa lautan, semua kehidupan adalah aquatik. Selama masa transisi menjadi daratan, beberapa mahluk hidup termodifikasi sehingga dapat hidup di daratan. Masa transisi ini, pada manusia, meliputi masa "part-fish" dan "part-human" yang disebut mermen dan mermaid. Kemudian penampilan seperti ikan ini akan hilang pada manusia dewasa, tetapi pada masa embrio, bentuk seperti ikan ini ada selama beberapa periode perkembangan.
2. Empedocles (490-430 SM)
Empedocles beranggapan bahwa dari slime tumbuh tanaman sederhana, beberapa diantarnya akan menjadi tanaman kompleks. Dari tanaman ini kemudian tumbuh tunas-tunas hewan. Empedocles juga mengatakan bahwa hanya bentuk-bentuk yang paling baik saja yang dapat bertahan, bentuk yang kurang baik akan hilang.
3. Aristoteles (384-322 SM)
Benda-benda hidup berkembang makin sempuma karena pengaruh kekuatan tertentu, yakni entelechy, dan mahluk hidup di daratan berasal dari mahluk yang hidup di lautan.
4. Epicurus (341-270 SM)
Epicurus sependapat dengan Aristoteles bahwa organisme berubah dan berkembang makin komplek dan makin maju, tetapi tidak ada entelachy yang mengatur proses tersebut. Yang mempengaruhi perubahan species tersebut adalah "natural law".
5. Jean Baptise Lamarck (1744-1829)
Lamarck mengatakan bahwa ada mekanisme spesifik dalam evolusi organisme, yakni evolusi disebabkan karena adaptasi. Sifat-sifat baru tersebut didapat atas pengaruh lingkungan, kemudian diteruskan pada keturunannya.
Contoh sebagai berikut.
Jerapah yang sekarang berleher panjang dahulu berleher pendek untuk dapat memperoleh makanan di bagian atas pohon, maka jerapah harus menjulurkan lehernya, sehingga leher jerapah lambat laun menjadi panjang.
6. Charles Robert Darwin (1802-1882)
Dalam bukunya The Origin of Species by Means of Natural Selection vation of Favoured Races in the Struggle for Life (1859), Darwin mengemukakan teori The Preser evolusi yang berbeda dengan Lamarck, yaitu bahwa yang menjadi dasar evolusi organik adalah adanya seleksi alam dan seksual. Seleksi alam berupa "pertarungan" dalam kehidupan yang kuat akan terus hidup. Misalnya, rusa dengan tanduk yang besar dapat mengalahkan rusa bertanduk kecil dalam penguasaan daerah yang menjadi sumber makanan. Akibatnya populasi rusa bertanduk kecil akan menurun dan akhirnya habis karena kekurangan makanan. Seleksi seksual wujudnya adalah bahwa yang kuat akan mengusir yang lemah sehingga yang lemah tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan keturunannya. Jadi secara garis besar gagasan Darwin tentang evolusi tersebut yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lampau evolusi terjadi karena seleksi alam dan seksual.
7. August Weismann (1834-1914)
Seorang pakar bangsa Jerman yang mendukung teori evolusi Darwin. Weismann melengkapi teori evolusi Darwin dengan teori genetika modem. Menurut Weismann, evolusi adalah masalah genetika, yaitu soal keturunan yang menyangkut masalah bagaimana mewariskan gen-gen melalui sel kelamin. Jadi evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika.
8. Hugo de Vries (1848-1935)
De Vries mengemukakan bahwa evolusi hanya terjadi karena perubahan yang tiba-tiba timbulnya (mutasi). Mutasi adalah perubahan sifat pada keturunannya. De Vries memadukan teori gen ini dengan teori evolusi Darwin sebagai berikut:
Mutasi dapat membuat organisme terpengaruh atau tidak oleh lingkungan organisasi dengan ciri pembawaan yang baru nampak dengan segera, ciri pembawaan yang baru ini merupakan hasil perubahan dalam gen, sebagai hasil seleksi alam, organisme dengan mutasi yang baik kebanyakan dapat hidup lebih lama
Sejak hasil mutasi dapat diturunkan, perubahan dapat diharapkan akan berlangsung terus dan spesies dengan sifat yang baru akan terus terbentuk.
Soal Latihan
1. Louis Pasteur berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar timbul kehidupan baru?
A. Generatio spontanea
B. Omne vivum ex ovo
C. Omne vivum ex vivo
D. Omne ovo ex vivo
Kunci jawaban = Omne vivum ex vivo
2. Ciri-ciri lingkungan daerah tropik?
A. matahari bersinar sepanjang tahun
B. Terdapat perubahan yang menyolok antara bulan Januari hingga Desember
C. Curah hujan sangat rendah
D. Kelembaban uara sangat rendah
Kunci jawaban = Matahari bersinar sepanjang tahun
3. Dalam bukunya "The Origin of Species by means of Natural Selection" Darwin mengemukakan gagasan tentang evolusi, diantaranya?
A. Evolusi terjadi sebagai akibat adaptasi terhadap lingkungan
B. Evolusi terjadi melalui seleksi alam
C. Evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika
D. Evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen.
Kunci jawaban = Evolusi terjadi melalui seleksi alam
4. Jerapah yang sekarang berleher panjang, dahulu berleher pendek. Menurut Lamarck, panjangnya leher jerapah disebabkan?
A. Adaptasi terhadap lingkungan
B. Seleksi alam
C. Mutasi gen
D. Penyakit
Kunci jawaban = Adaptasi terhadap lingkungan
5. Mahluk hidup berbeda dengan benda mati karena?
A. Mahluk hidup mempunyai komposisi kimia yang tidak tertentu
B. Mahluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap pengaruh luar
C. Bentuk dan ukuran mahluk hidup tidak tertentu
D. Semua salah
Kunci jawaban = Mahluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap pengaruh luar
6. Pembelahan sel secara amitosis adalah?
A. Pembelahan sel melalui fase-fase tertentu
B. Pembelahan sel pada organ reproduksi
C. Pembelahan sel tanpa melalui fase-fase tertentu
D. Pembelahan yang terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi
Kunci jawaban = Pembelahan sel tanpa melalui fase-fase tertentu
Comments
Post a Comment