Mengapa Hewan Digunakan Dalam Penelitian Psikologi

Psikologi Umum

(10)

Diskusi

1) Mengapa Hewan Digunakan Dalam Penelitian Psikologi?

= Hewan lebih objektif daripada manusia: Hewan tidak mempunyai sadar pribadi sehingga dengan demikian hewan tidak merasa malu apabila diobservasi oleh banyak orang pada waktu eksperimen diadakan.

Contoh: Dalam penelitian tentang efek stres pada fungsi otak, tikus digunakan untuk mempelajari perubahan biokimia karena tikus tidak memiliki kesadaran pribadi. Tikus tidak merasa tertekan atau malu saat diperiksa atau diamati oleh peneliti selama pengujian, sedangkan manusia bisa merasa cemas atau malu, yang dapat mempengaruhi hasil.


2) Apa Keunggulan Eksperimen pada Hewan?

= Hewan lebih mudah dikontrol daripada manusia. Hal tersebut karena manusia keadaannya lebih kompleks.

Contoh: Pada penelitian tentang pola makan dan berat badan, hewan seperti tikus atau kelinci lebih mudah dikontrol karena semua aspek hidup mereka seperti makanan, lingkungan, dan pola aktivitas dapat diatur oleh peneliti. Hal ini berbeda dengan manusia yang pola hidupnya jauh lebih kompleks dan sulit dikontrol.


3. Kadang-kadang eksperimen membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga hal ini akan membosankan, dan keadaan ini akan mempengaruhi sikap ataupun segi-segi yang lain yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Hal tersebut tidak dijumpai pada hewan.

Contoh: Penelitian jangka panjang tentang efek obat pada metabolisme bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Manusia mungkin merasa bosan, kelelahan, atau tidak patuh pada prosedur eksperimen dalam jangka waktu yang panjang, sementara hewan tidak merasakan hal tersebut sehingga hasil eksperimen lebih konsisten.


4. Dalam eksperimen kadang-kadang dibutuhkan pembedahan-pembedahan. Hal ini akan mudah dilaksanakan pada hewan daripada manusia.

Contoh: Dalam studi transplantasi organ atau pengujian perangkat medis, seperti implan jantung buatan, hewan seperti babi sering digunakan. Melakukan pembedahan pada manusia membutuhkan persetujuan etis yang lebih ketat dan risikonya jauh lebih tinggi, sedangkan pada hewan, pembedahan dapat dilakukan dengan kontrol penuh tanpa komplikasi etika yang rumit.


5. Dalam eksperimen apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, resikonya lebih ringan apabila dibandingkan kalau eksperimen dilakukan pada manusia.

Contoh: Dalam pengujian toksisitas obat baru, apabila terjadi efek samping yang buruk seperti kerusakan organ atau kematian pada hewan, hal ini dianggap lebih dapat diterima dibandingkan jika manusia yang mengalami kerusakan tersebut. Misalnya, tikus digunakan dalam studi efek toksik dosis tinggi bahan kimia sebelum obat tersebut diuji pada manusia.


6. Dalam eksperimen kadang-kadang mengkait hal-hal yang berhubungan dengan keturunan. Hal ini akan mudah dimanipulasi pada hewan daripada dengan manusia.

Contoh: Dalam studi tentang genetika dan hereditas, peneliti dapat dengan mudah memanipulasi genetik hewan untuk mempelajari pewarisan sifat tertentu, seperti pada lalat buah (Drosophila melanogaster) yang digunakan untuk mempelajari pola hereditas. Reproduksi cepat dan siklus hidup pendek hewan-hewan ini memungkinkan penelitian genetika dilakukan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan manusia, yang memiliki siklus reproduksi yang jauh lebih lama.


Daftar Pustaka

Rohani, Alia. “Perilaku Manusia”. Psikologi Umum: UG. 2024

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *