Filsafat Analitis
Filsafat Umum
Bab ke-13
Filsafat Analitis
Filsafat Analitis adalah filsafat yang menjelaskan konsep-konsep atau makna. dari konsep-konsep sehingga menjadi jelas.
Ciri-ciri
Filsafat Analitis di abad 20 berada di daerah berbahasa Inggris seperti Amerika dan Inggris.
Bentuk
1) Positivisme Logis
Hanya klarifikasi konsep, menolak pernyataan tentang metafisik, teologi, etika dalam Filsafat.
Prinsip Penyataan bermakna yaitu Pernyataan berdasarkan observasi empiris; ada pengalaman.
2) Empirisme Logis
Empirisme logis terinspirasi dari konsep Wittgenstein tentang language James Prinsip: - Konfirmasi: Menggabungkan Positivisme dgn pandangan tokoh yakni Cartesian & Kant yang mengutamakan ketelitian & ketepatan logika yaitu harus berdasarkan fakta yang dapat dilakukan observasi.
3) Analisis Bahasa (Lingustik)
Analisis diinspirasi oleh G.E Moore & Betrand Russell kemudian dikembangkan oleh Wittgenittin dalam Tractatus (buku). Analisis bahasa yaitu filsafat bertugas melakukan klarifikasi bahasa agar tak "keracunan bahasa": dapat dimaksudkan membuat bahasa tak membingungkan.
Tokoh
1) Wittgenstein
Buku Wittgenstein yakni Logicophilosophicus (1921) dan Philosophical Investigations (1953).
Sumbangan bagi filsafat analitis & analisis bahasa Dalam TLP (buku): Tujuan filsafat adalah klarifikasi logis terhadap Pemikiran Dalam Pl buku: Filsafat melawan Intelegensi.
Tokoh Wittgenstein beranggapan filsafat sebagai analisis linguistik dengan fokus pada bahasa & permainan bahasa.
2) George Edward Moore
Filsafat pertama-tama adalah analisis melakukan klarifikasi bahasa.
3) Betrand Arthur Wirarn Russell
Pandangan flisafatnya dinamakan atomisme logis yang didasarkan pada analisis gramatikal dan bentuk logis
Comments
Post a Comment