Teori Perkembangan Kognitif

Psikologi Umum

Theory of Cognitive Development

Teori Perkembangan Kognitif merupakan teori yang dikembangkan oleh seorang tokoh ahli Biologi di abad 20 yang berasal dari Negara Swiss yaitu Jean Piaget. Jean Piaget beralih profesi menjadi Psikolog Anak dan beliau terkenal dengan teori perkembangan kognitifnya.


Kognitif

Apa itu Kognitif?

Pengertian secara Terminologi

Menurut KBBI, kognitif adalah berhubungan dengan- atau melibatkan kognisi.

Informasi lain yang didapatkan yaitu kognitif adalah suatu yang berdasarkan dengan pengetahuan faktual(berdasarkan pengetahuan) yang empiris(berdasarkan pengalaman).

Kognisi dapat diartikan juga nomina seperti kesadaran, pemahaman, dsb.

Kognitif juga berisikan proses. Proses tersebut yakni Think, Hypothesizing, Understanding, Noticing, Draw and Imaging, Evaluating, Reason and Remember istilah tersebut dapat dikatakan dengan singkatan THUNDER.

Pengertian secara Etimologi

Cognition berasal dari Bahasa Latin “Cognoscere” dari Cognoscere yaitu ~ Together ~ To Know

Getting to know atau dapat diketahui bahwa kognitif adalah kemampuan seseorang untuk berpikir, memahami, mengingat, membayangkan yang disebut dengan kognisi.

Perkembangan kognitif adalah proses di mana seorang ‘infant’ (bayi) menjadi ‘intelligent’ (cerdas) dengan memperoleh pengetahuan melalui berpikir, bernalar, dan belajar.


Tahap perkembangan kognitif (Stage of Cognitive Development)

  • Sensorimotorik (0-2 tahun)
  1. Pada tahap sensorimotorik atau sensory motor yaitu bayi berkembang melalui pengalaman dan menggerakkan pancaindra.
  2. Bayi melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh sebanyak mungkin.
  3. Perkembangan memori awal (Realisasi Objek Keabadian / Object Permanence) → Bayi menyadari bahwa objek tetap ada meskipun tidak terlihat. Contoh: Awalnya, jika mainan disembunyikan di balik kain, bayi mengira mainan itu hilang. Namun, setelah mengembangkan konsep object permanence, bayi akan mencari mainan tersebut.
  4. Egosentris: Bayi hanya memandang dunia dari sudut pandangnya.
  • Pre-Operasional (2-7 tahun)

  1. Pemikiran kita terutama dikategorikan untuk fungsi simbolis dan pemikiran intuitif.
  2. Anak-anak berbicara dan memahami bahwa kata-kata, gambar, dan gerakan adalah simbol untuk sesuatu yang lain. Contoh: Anak menggambar lingkaran dan garis lalu mengatakan itu adalah gambar "ibu", meskipun tidak menyerupai bentuk manusia. Bermain peran, seperti berpura-pura menjadi dokter atau superhero.
  3. Pada usia sekitar 4 tahun, kebanyakan anak-anak menjadi sangat ingin tahu dan mengajukan banyak pertanyaan, mereka ingin tahu segalanya.
  4. Pada tahap ini anak-anak mengalami ‘penalaran primitif”.
  5. Pada tahap ini anak-anak juga masih egosentris, mereka pikir orang lain melihat dunia seperti mereka dan masih tidak mengerti bahwa mereka melihatnya secara berbeda.
Pemikiran Intuitif dan Penalaran Primitif → Anak sering bertanya "mengapa" karena mereka ingin memahami dunia, tetapi pemikirannya masih berdasarkan intuisi, bukan logika. Contoh: Jika anak melihat awan bergerak, mereka mungkin berpikir bahwa awan itu "mengikuti" mereka, bukan karena angin yang mendorongnya.

  • Operasional Konkret (7-11 tahun)
  1. Anak-anak menemukan logika dan mengembangkan operasi kognitif konkrit.
  2. Anak-anak memahami penalaran induktif dan konservasi.
  3. Anak-anak juga bisa mengklasifikasi.
Memahami Penalaran Induktif dan Konservasi:

Penalaran Induktif: Anak mulai mampu menarik kesimpulan umum berdasarkan pengalaman konkret. Misalnya, setelah melihat beberapa ekor kucing yang berbulu, anak akan menyimpulkan bahwa semua kucing berbulu.

Konservasi: Ini adalah kemampuan untuk memahami bahwa jumlah atau kuantitas suatu benda tidak berubah meskipun bentuknya berubah. Contoh klasik adalah eksperimen dengan dua gelas berisi air yang sama banyak. Ketika air dari salah satu gelas dituangkan ke gelas yang lebih tinggi dan lebih sempit, anak pada tahap operasional konkret akan memahami bahwa jumlah airnya tetap sama, meskipun tingginya berbeda.

Mengklasifikasi: Anak mulai mampu mengelompokkan benda-benda berdasarkan ciri-ciri yang sama. Mereka dapat mengklasifikasikan mainan berdasarkan warna, bentuk, atau fungsi. Kemampuan mengklasifikasi ini membantu anak dalam memahami hubungan antara berbagai
konsep.

  • Operasional Formal (12 tahun ke atas)
  1. Remaja/anak muda memiliki kemampuan untuk berpikir lebih rasional tentang konsep dan abstrak.
  2. Remaja/anak muda sudah bisa memahami konsep cinta, benci, sukses.
  3. Otak remaja sudah bisa melakukan penalaran deduktif yang berarti dapat membandingkan dua pernyataan dan mencapai logika generalisasi.
Misalnya, jika remaja mengetahui bahwa semua manusia membutuhkan udara untuk bernapas dan bahwa dia adalah seorang manusia, maka dia dapat menyimpulkan bahwa dia juga membutuhkan udara untuk bernapas.
  • Bagaimana Tahap Perkembangan Kognitif Setelah Usia 12 Tahun?
Menurut Piget, beliau percaya pada pembelajaran seumur hidup, tetapi beliau berpendapat bahwa tahap operasional formal adalah tahap akhir dari perkembangan kognitif kita.

Kesimpulan

Teori Piaget menjelaskan empat tahap perkembangan kognitif sebagai berikut.
  1. Sensorimotorik
  2. Pra-operasional
  3. Operasional konkret
  4. Operasional formal
Setiap tahap memiliki karakteristik unik, mulai dari eksplorasi indra hingga pemikiran abstrak. Piaget menekankan bahwa perkembangan kognitif adalah proses seumur hidup yang dimulai sejak lahir hingga remaja/anak muda.

Daftar Pustaka

Rohani, Alia. (2025).Theory of Cognitive Development”. Universitas Gunadarma.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *