Teori Perkembangan Psikososial
Psikologi Umum
Teori Perkembangan Psikososial
Perkembangan Manusia secara Psikososial
Tokoh Erik Erikson (1902-1994) mengembangkan teori psychosocial development yang menjelaskan bagaimana kebutuhan individu (psycho) berinteraksi dengan tuntutan masyarakat (social). Ia mengajukan 8 tahapan perkembangan, di mana setiap tahap memiliki konflik yang harus diselesaikan agar seseorang dapat berkembang dengan sehat.
Tahapan-tahapan tersebut yaitu sebagai berikut.
Trust Versus Mistrust
(0-18 Bulan)
Bayi belajar percaya pada orang di sekitarnya.
- Hasil (output) positif yaitu percaya pada dunia dan orang lain.
- Hasil (output) negatif yaitu rasa curiga dan ketakutan.
Autonomy Versus Shame and Doubt
(18 Bulan-3 Tahun)
Anak mulai mengekplorasi kemandirian.
- Hasil (output) positif yaitu percaya diri dan mandiri.
- Hasil (output) negatif yaitu Rasa curiga dan ketakutan terhadap lingkungan.
Identity Versus Roleconfusion
(12-18 Tahun)
Remaja mulai mencari jati diri dengan mempertimbangkan nilai, tujuan, dan keyakinan mereka.
- Hasil (output) positif yaitu menemukan identitas dan jati diri.
- Hasil (output) negatif yaitu kebingungan identitas dan krisis jati diri.
Intimacy Versus Isolation
(18-40 Tahun)
Seseorang mulai membangun hubungan jangka panjang yang erat.
- Hasil (output) positif: Hubungan yang sehat dan akrab.
- Hasil (output) negatif: Kesepian, takut berkomitmen.
Generativity Versus Stagnation
(40-65 Tahun)
Seseorang ingin berkontribusi bagi keluarga, komunitas, atau pekerjaan.
- Hasil (output) positif yaitu merasa produktif dan berarti.
- Hasil (output) negatif yaitu merasa hampa dan tidak berguna.
Egointegrity Versus Despair
(65 Tahun ke Atas)
- Hasil (output) positif yaitu menerima kehidupan dengan damai.
- Hasil (output) negatif yaitu penyesalan dan kekecewaan.
Comments
Post a Comment