Psikolog Faal
Anatomi Sistem Saraf Pusat I
Kelompok ke-2
- Mengetahui anatomi dan fungsi jaringan pelindung dalam sistem saraf pusat.
- Mengetahui perkembangan sistem saraf pusat sejak masa embrio sampai proses myelinasi.
- Memahami penyebutan arah anatomi dan landasan (planes) dari sistem saraf pusat
- Memahami anatomi otak depan (forebrain) dan integrasi fungsinya dengan perilaku, meliputi bagian telencephalon dan diencephalon.
Otak
Otak yaitu organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol tubuh. Organ vital ini bekerja dengan mengendalikan pikiran, sensasi, gerakan, kesadaran, serta daya ingat atau memori manusia.
Sumsum Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang yaitu bagian tubuh yang terdiri dari sekumpulan serabut saraf dan berfungsi untuk menghubungkan otak dengan bagian tubuh lain melalui batang otak.
Neuron
Neuron yaitu bagian unit kerja dari sistem saraf pusat manusia yang saling berkomunikasi dalam menghantarkan impuls saraf dan menghasilkan respons.
Perkembangan Saraf Pada Fase Embrional
Diferensiasi Sel Saraf Progenitor
Pasca pembuahan, terjadi diferensiasi dan pertumbuhan yang cepat dari zigot menjadi beberapa sel. Dua minggu setelah pembuahan, embrio telah berubah menjadi blastula. Setiap lapisan blastosit mengandung dua jenis sel yang berbeda: sel epiblast yaitu sel yang akan menjadi janin dan sel hipoblas yaitu sel yang akan membentuk jaringan ekstra-embrional.
Pembentukan Neural Tube
Neural tube terbentuk selama minggu ketiga usia kehamilan, antara hari ke 20-27.
Wilayah embrio yang mengandung sel saraf progenitor disebut sebagai neural plate.
Pada awalnya, muncul dua tonjolan di sepanjang kedua sisi neural plate, kedua tonjolan kemudian semakin meninggi dan melipat ke dalam hingga membentuk tabung yang berlubang. Saat neural tube terbentuk, sel saraf progenitor membentuk satu lapisan sel yang melapisi bagian tengah neural tube.
Pembentukan Pola Saraf
Transformasi dalam bentuk keseluruhan embrio mencerminkan perubahan yang lebih spesifik dalam pola saraf di semua daerah sistem saraf embrionik. Pola yang muncul pada periode embrio hanya merupakan peta primitif dari organisasi sistem saraf, akan tetapi merupakan langkah awal untuk perkembangan selanjutnya.
Perkembangan Saraf Periode Fetal
Perkembangan saraf periode fetal dimulai dari minggu kesembilan sampai akhir kehamilan.
- Produksi Neuron (Perkembangan saraf tahap 1)
Pada fase fetal juga terjadi perkembangan saraf tahap 1 melanjutkan fase embrional. Sebagian besar otak manusia mengandung miliaran neuron yang diproduksi pada pertengahan kehamilan. Langkah pertama dalam produksi neuron melibatkan peningkatan ukuran sel saraf progenitor. Sel saraf progenitor dapat membelah menjadi bentuk sel baru.
- Migrasi Neuron (Perkembangan saraf tahap 2)
Sebagian besar neuron diproduksi di zona ventrikular dan bermigrasi secara radial ke arah luar hingga terbentuk neokorteks. Neuron yang paling awal diproduksi bermigrasi secara translokasi somal. Dalam translokasi somal neuron akan memperpanjang tubuh sel ke bagian luar wilayah kompartemen otak yang berkembang.
- Diferensiasi, Maturasi, dan Sinaptogenesis Neuron (Perkembangan saraf tahap 3, 4, dan 5)
Lapisan korteks yang berbeda mengandung berbagai jenis neuron.
Pada tahap awal, kortikogenesis sel saraf progenitor mampu memproduksi tipe neuron apapun, namun seiring perkembangannya, kemampuan sel saraf progenitor dalam memproduksi jenis sel neuron semakin terbatas (Gibb & Kovalchuk, 2018; Joan & Jernigan, 2010).
Setelah neuron yang bermigrasi mencapai wilayah target korteks mereka, neuron muda membentuk akson dan dendrit yang memungkinkannya berkomunikasi dengan neuron lain.
Memahami Penyebutan Arah Anatomi dan Landasan (planes) dari Sistem Saraf Pusat
Posisi Anatomi secara terminologi sebagai berikut.
- Berdiri tegak
- Kaki sejajar dan rata di lantai
- Kepala tegak, mata ke depan
- Lengan di kedua sisi tubuh & menghadap ke depan
- Ibu jari berada disisi lateral kedua sisi tubuh
Anterior/Ventral: Di depan; ke arah wajah
Posterior/Dorsal: Di belakang; ke arah belakang
Superior/Cranial: Di atas; ke arah kepala
Inferior/Caudal: Di bawah; ke arah kaki
Medial: Ke arah tengah
Lateral: Ke arah tepi
Dorsal: Ke arah atas otak atau bagian belakang sumsum tulang belakang
Ventral: Ke arah bagian bawah otak atau bagian depan sumsum tulang belakang
Rostral: Ke arah depan otak atau bagian atas sumsum tulang belakang
Caudal: Ke arah belakang otak atau bagian bawah sumsum tulang belakang
Anatomi Otak Depan (Forebrain) dan Integrasi Fungsinya dengan Perilaku
Otak depan (forebrain) adalah bagian terbesar dan paling berkembang dari otak manusia, otak depan manusia (forebrain) terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut.
Telencephalon
Telencephalon merupakan bagian terbesar dari forebrain dan mencakup korteks serebri, ganglia basal, dan sistem limbik.
Fungsi utama dari Korteks Serebri yaitu membangun kemampuan kognitif. Disfungsi lobus temporal (hipokampus) berhubungan dengan gangguan memori seperti Alzheimer.
Gangguan korteks parietal dapat menyebabkan ketidakmampuan mengenali bagian tubuh sendiri (asomatognosia).
Ganglia Basal berperan dalam pembentukan kebiasaan dan perilaku berulang. Apabila Ganglia Basal terganggu, maka dapat terjadi kesulitan gerak penyakit Parkinson dan gerakan tak terkendali penyakit Huntington
Hipokampus: Penyimpanan memori jangka panjang, navigasi spasial. Amnesia merupakan gangguan yang dapat terjadi di bagian tersebut.
Amigdala: Mengatur respons ketakutan dan agresi. Hiperaktivitas amigdala dapat berkontribusi pada kecemasan dan PTSD.
Korteks Cingulata: Berperan dalam empati, pengambilan keputusan berbasis emosi.
Diencephalon
Diencephalon adalah bagian yang terdiri dari talamus dan hipotalamus dengan fungsi sebagai pusat pemrosesan sensorik seperti menerima, mengatur, dan menanggapi informasi dan regulasi homeostasis yaitu mekanisme otomatis yang dilakukan oleh makhluk hidup dalam mempertahankan tubuh yang stabil agar tetap berfungsi secara normal walaupun terjadi perubahan baik di dalam maupun luar lingkungan.
Talamus berperan dalam kesadaran, perhatian, dan pengaturan tidur. Gangguan pada talamus dapat menyebabkan gangguan persepsi sensorik dan kesulitan perhatian (misalnya pada skizofrenia).
Hipotalamus mengontrol respons fisiologis terhadap emosi (misalnya, detak jantung meningkat saat stres). Hipotalamus mengatur ritme sirkadian dan siklus tidur melalui interaksi dengan kelenjar pineal. Gangguan pada hipotalamus dapat menyebabkan kelainan makan, disfungsi hormon, dan gangguan tidur.
Comments
Post a Comment