Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Bab ke-1 (I)

Pendidikan Pancasila


  • Pengantar Pendidikan Pancasila

  • Pancasila dalam arus sejarah bangsa Indonesia
  • Pancasila menjadi dasar negara Republik Indonesia
  • Pancasila menjadi ideologi negara
  • Pancasila merupakan sistem filsafat
  • Pancasila merupakan sistem etika
  • Pancasila merupakan dasar nilai pengembangan ilmu


Menelusuri Konsep dan Urgensi Pendidikan Pancasila

  • Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sudah terwujud dalam kehidupan bermasyarakat sejak sebelum Pancasila sebagai dasar negara dirumuskan dalam satu sistem nilai.
  • Sejak jaman dahulu wilayah-wilayah Nusantara ini mempunyai beberapa nilai yang dipegang teguh oleh masyarakatnya, seperti Percaya kepada Tuhan & toleran, Gotong royong, Musyawarah, Solidaritas atau kesetiakawanan sosial, dsb
  • Munculnya permasalahan yang mendera Indonesia memperlihatkan telah tergerusnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa permasalahan tsb antara lain sebagai berikut.

1. Masalah Kesadaran Pajak
2. Masalah Korupsi
3. Masalah Lingkungan
4. Masalah Disintegrasi bangsa
5. Masalah Dekadensi moral
6. Masalah Narkoba
7. Masalah Penegakan Hukum Yang Berkeadilan
8. Masalah Terorisme

Visi Pendidikan Pancasila :

Terwujudnya kepribadian civitas akademika yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila

Misi Pendidikan Pancasila :

  • Mengembangkan potensi akademik peserta didik (misi psikopedagogis).
  • Menyiapkan peserta didik untuk hidup dan berkehidupan dalam masyarakat, bangsa dan Negara (misi psikososial)
  • Membangun budaya ber-Pancasila sebagai salah satu determinan kehidupan (misi sosiokultural)
  • Mengkaji dan mengembangkan pendidikan Pancasila sebagai sistem pengetahuan yang terintegrasi atau disiplin ilmu sintetik (synthetic discipline) sebagai misi akademik. (sumber: Tim Dikti)

Dalam pembelajaran pendidikan Pancasila, 4 pilar pendidikan menurut UNESCO menjadi salah satu rujukan dalam prosesnya yang meliputi learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together (Delors, 1996).


Alasan Diperlukannya Pendidikan Pancasila

- Pendidikan Pancasila diselenggarakan agar masyarakat tidak tercabut dari akar budaya yang menjadi identitas suatu bangsa dan sekaligus menjadi pembeda antara satu bangsa dengan bangsa lainnya.

- Pendidikan Pancasila diharapkan dapat memperkokoh modalitas akademik mahasiswa dalam berperan serta membangun pemahaman masyarakat antara lain :
  1. Kesadaran gaya hidup sederhana dan cinta produk dalam negeri.
  2. Kesadaran pentingnya kelangsungan hidup generasi mendatang.
  3. Kesadaran pentingnya semangat kesatuan persatuan (solidaritas) nasional.
  4. Kesadaran pentingnya norma-norma dalam pergaulan.
  5. Kesadaran pentingnya kesehatan mental bangsa.
  6. Kesadaran tentang pentingnya penegakan hukum
  7. Menanamkan pentingnya kesadaran terhadap ideologi Pancasila.

  • Penanaman dan penguatan kesadaran nasional sangat penting karena apabila kesadaran tersebut tidak segera kembali disosialisasikan, diinternalisasikan, dan diperkuat implementasinya, maka masalah yang lebih besar akan segera melanda bangsa ini, yaitu musnahnya suatu bangsa (meminjam istilah dari Kenichi Ohmae, 1995 yaitu, the end of the nation-state).
  • Punahnya suatu negara dapat terjadi karena empat “I”, yaitu industri, investasi, individu, dan informasi (Ohmae, 2002: xv). 
  • Kepunahan suatu bangsa tidak hanya ditimbulkan oleh faktor eksternal, tetapi juga ditentukan oleh faktor internal yang ada dalam diri bangsa itu sendiri. 
  • Dalam rangka menanggulangi keadaan tersebut, pemerintah telah mengupayakan agar pendidikan Pancasila ini tetap diselenggarakan di perguruan tinggi.
  • Dalam hal ini, kecerdasan tidak hanya mencakup intelektual, tetapi juga mencakup pula kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual yang menjadi dasar bagi pengembangan kecerdasan bangsa dalam bentuk kecerdasan ideologis.

Kompetensi dari Pendidikan Pancasila

Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2002, Pasal 3, Ayat (2) bahwa kompetensi yang harus dicapai mata kuliah pendidikan Pancasila yang merupakan bagian dari mata kuliah pengembangan kepribadian adalah : 

- Menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional, dan dinamis, serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual dengan cara mengantarkan mahasiswa:

1. Agar memiliki kemampuan untuk mengambil sikap bertanggung jawab sesuai hati nuraninya; 

2. Agar memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya;

3. Agar mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni; 

4. Agar mampu memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. 

Tujuan Pendidikan Pancasila

Secara spesifik, tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk:
  1. Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.
  2. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, dan membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  3. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.
  4. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air, dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis

Sumber Historis, Sosiologis, Politik Pendidikan Pancasila 

  • Sumber Historis Pendidikan Pancasila
Presiden Soekarno pernah mengatakan, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa sejarah mempunyai fungsi penting dalam membangun kehidupan bangsa dengan lebih bijaksana di masa depan. 

Dengan pendekatan historis, diharapkan akan memperoleh inspirasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa sesuai dengan program studi masing-masing. Selain itu dapat berperan serta secara aktif dan arif dalam berbagai kehidupan berbangsa dan bernegara, serta dapat berusaha menghindari perilaku yang bernuansa mengulangi kembali kesalahan sejarah berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa. Indonesia (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2013: viii).

  • Sumber Sosiologis Pendidikan Pancasila
Sosiologi dipahami sebagai ilmu tentang kehidupan antarmanusia.

Didalamnya mengkaji antara lain latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat, disamping juga mengkaji masalah-masalah sosial, perubahan dan pembaharuan dalam masyarakat.

Soekanto (1982: 19) menegaskan bahwa dalam perspektif sosiologi, suatu masyarakat pada suatu waktu dan tempat memiliki nilai-nilai yang tertentu. Melalui pendekatan sosiologis ini pula, Anda diharapkan dapat mengkaji struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial, dan masalah-masalah sosial yang patut disikapi secara arif dengan mengguna kan standar nilai-nilai yang mengacu kepada nilai-nilai Pancasila.

  • Sumber Yuridis Pendidikan Pancasila
Negara Republik Indonesia adalah negara hukum (rechtsstaat) dan salah satu cirinya atau istilah yang bernuansa bersinonim, yaitu pemerintahan berdasarkan hukum (rule of law). Pancasila sebagai dasar negara merupakan landasan dan sumber dalam membentuk dan menyelenggarakan negara hukum tersebut. Hal tersebut berarti pendekatan yuridis (hukum) merupakan salah satu pendekatan utama dalam pengembangan atau pengayaan materi mata kuliah pendidikan Pancasila. Urgensi pendekatan yuridis ini adalah dalam rangka menegakkan undang-undang (law enforcement) yang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting.
  • Sumber Politik Pendidikan Pancasila
Salah satu sumber pengayaan materi Pendidikan Pancasila adalah fenomena kehidupan politik bangsa Indonesia.

Tujuannya :

Agar Anda mampu mendiagnosa dan memformulasikan saran-saran serta upaya mewujudkan kehidupan politik yang ideal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga diharapkan mahasiswa mampu memberikan kontribusi yang konstruktif dalam menciptakan struktur politik yang stabil dan dinamis.

Secara spesifik kajian pendekatan politik tersebut, mampu menemukan nilai-nilai yg ideal yang menjadi kaidah penuntun atau pedoman dalam mengkaji konsep-konsep pokok dalam politik yang meliputi negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijakan (policy), dan pembagian (distribution) sumber daya negara baik pusat maupun daerah.

Melalui kajian tersebut, Anda diharapkan lebih termotivasi berpartisipasi memberikan masukan yang konstruktif baik kepada infrastruktur politik maupun suprastruktur politik.

Dinamika dan Tantangan Pendidikan Pancasila

1. Dinamika Pendidikan Pancasila

Sebagaimana diketahui, pendidikan Pancasila mengalami pasang surut dalam pengimplementasiannya. Apabila ditelusuri secara historis, upaya pembudayaan atau pewarisan nilai-nilai Pancasila tersebut telah secara konsisten dilakukan sejak awal kemerdekaan sampai dengan sekarang.

Namun, bentuk dan intensitasnya berbeda dari zaman ke zaman.

  • Pada masa awal kemerdekaan.
  • Pada masa Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (Orde Lama).
  • Pada masa Orde Baru.
  • Pada masa Reformasi.

2. Tantangan Pendidikan Pancasila

Abdulgani menyatakan bahwa Pancasila adalah leitmotive dan leitstar, dorongan pokok dan bintang penunjuk jalan. Tanpa adanya leitmotive dan leitstar Pancasila ini, kekuasaan negara akan menyeleweng. Oleh karena itu, segala bentuk penyelewengan itu harus dicegah dengan cara mendahulukan Pancasila dasar filsafat dan dasar moral (1979: 14) agar Pancasila menjadi dorongan pokok dan bintang penunjuk jalan bagi generasi penerus pemegang estafet kepemimpinan nasional, maka nilai-nilai Pancasila harus dididikkan kepada para mahasiswa melalui mata kuliah pendidikan Pancasila.

Daftar Pustaka

Sukestiningsih. (2025). Pendidikan Pancasila. Universitas Gunadarma, Depok

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *