Persepsi
Persepsi
Ciri-Ciri Umum Persepsi
1. Rangsangan-rangsangan 'yang' diterima harus sesuai dengan modalitas tiap sensoris
2. Dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang): atas-bawah, jauh-dekat
3. Dunia persepsi mempunyai dimensi waktu: persepsi dapat berubah seiring waktu dan kita dapat merasakan perubahan dalam waktu seperti cepat, lambat, tua, muda
4. Objek-objek dalam dunia pengamatan mempunyai struktur 'yang' menyatu dengan konteks: Jika kita melihat ada tulisan, persepsi kita tak hanya bergantung dengan tulisan itu sendiri akan tetapi juga konteks, misal seperti tulisan itu tentang suatu cerita, tulisan itu di tulis oleh penulis, dan makna apa yang ada padanya
5. Dunia persepsi adalah dunia penuh arti
Dimensi Penginderaan
1. Intensitas: kekuatan, tingkatan, keseriusan dalam konteks persepsi yaitu seperti sensasi rasa sakit yang kuat atau cahaya yang terang
2. Ekstensitas: kemampuan manusia mengenali suatu hal berdasarkan ukuran/besaran seperti tebal-tipis, besar-kecil, jauh-dekat
3. Waktu/lamanya pengindraan
4. Kualitas
Ambang Pengindraan
Ambang pengindraan (sensori threshold) adalah batasan dalam mendeteksi rangsangan yang diperlukan untuk mengoptimalkan proses pengolahan informasi sensorik, menjaga efisiensi, dan mencegah kelelahan, serta memastikan hanya fokus pada informasi yang relevan.
Pembagian ambang pengindraan sebagai berikut.
1. Ambang perangsang absolut: intensitas rangsangan yang terkecil namun masih dapat ditangkap oleh pengindraan
2. Ambang perbedaan: kemampuan membedakan rangsangan yang dapat diterima (dirasakan, dilihat, didengar) dan yang tidak dapat diterima
3. Tinggi rangsang: Tingkat kekuatan yang dapat dirasakan oleh sensoris
4. Penyesuaian sensoris: kemampuan adaptasi sensoris
Pengorganisasian dalam Persepsi
Pengorganisasian dalam Persepsi → Hukum Gestalt →
1. Hukum kedekatan (Proximity)
2. Hukum kesamaan (Similarity)
3. Hukum bentuk tertutup (Closure)
4. Hukum kesinambungan (Continuity)
5. Common fate (Gerak bersama)
1. Hukum Kedekatan (proximity)
2. Hukum kesamaan (similarity)
3. Hukum bentuk tertutup (closure)
4. Hukum kesinambungan (continuity)
5. Hukum “gerak bersama” (common+fate) - -fleshmob
Persepsi Kedalaman (Depth+Perception)
1. Perspektif Atmosferik
Kemampuan yang didapatkan untuk membedakan jarak seperti jauh atau dekat berdasarkan penampilan yang jelas dan tidak berbeda pada suatu objek.
- Perspektif linear
- Kualitas permukaan
- Posisi relatif
- Sinar dan bayangan
- Patokan yang sudah dikenal
Gerakan adalah sesuatu yang berpindah posisinya dari patokan. Persepsi gerak seperti contoh yaitu merasakan ketika pergi terasa cepat, namun terasa lambat saat pulang.
- Patokan kabur atau tidak jelas gerakan semu
- Gerakan semu dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut.
1) Efek otokinetik
Efek otokinetik adalah fenomena optik yang terkait dengan persepsi yaitu persepsi adanya gerakan pada suatu benda yang sebenarnya diam, seperti saat melihat tituk cahaya di ruang yang gelap. Fenomena ini terjadi karena terdapat kecenderungan pada mata untuk mempersepsikan gerakan.
2) Gerakan stroboskopik
Gerakan stroboskopik adalah fenomena/efek optik yang terkait dengan persepsi yaitu membuat suatu benda bergerak dengan sinar (stroboskop) yang tampak bergerak lebih lambat atau bahkan tanpa berhenti. Efek tersebut terjadi karena terdapat keterbatasan dari mata manusia terhadap pendeteksian perubahan yang sangat cepat sehingga saat melihat sajian dari serangkaian gambar statis secara berulang-ulang memberikan kesan gerakan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
3. Gerak strobokinetik
...
Ilusi
Ilusi adalah kesalahan persepsi. Faktor penyebab ilusi, antara lain:
1. Faktor eksternal
2. Faktor kebiasaan
3. Kesiapan mental atau harapan tertentu
4. Kondisi rangsang terlalu kompleks
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Persepsi
1. Perhatian yang selektif
2. Ciri-ciri rangsang
3. Nilai-nilai dan kebutuhan individu
4. Pengalaman terdahulu
How Preceiving Things
1. Adakah hal yang kita rasakan tetapi tidak kita sadari dan dapatkah hal-hal ini memengaruhi perilaku kita.
2. Bagaimana seseorang mampu mendeteksi seberapa besar atau hal-hal yang tidak biasa seperti sebelum indra kita dapat mendeteksi sesuatu.
Stimulus yang menarik perhatian sebagai berikut.
1. Intensitas dan kekuatan stimulus
2. Ukuran stimulus
3. Perubahan stimulus
4. Ulangan dari stimulus
5. Pertentangan atau kontras dalam stimulus
Ambang/Batasan
Ambang Stimulus
• Method of limit sebagai salah satu metode Psikofisik (Fechner).
• Jumlah minimum energi stimulus yang dapat dideteksi seseorang 50% dari waktu.
• Stimulus ditempuh dengan secara menaik (increase) dan secara menurun (decrease) secara bergantian.
• Menghindari faktor kebiasaan.
Ambang Perbedaan
• Kemampuan individu dalam membedakan stimulus yang satu dengan stimulus yang lainnya yang berbeda kekuatannya.
• “Dua berat yang berbeda apakah individu dapat membedakannya?”
• “Apakah individu yang satu dapat membedakan yang lain tidak?”
Suatu persepsi yang salah dapat mencoba diatasi dengan berpandangan secara luas, seperti halnya dengan istilah “Helicopter view” yaitu melihat bagaikan pandangan dari helikopter membantu untuk berpikir lebih jernih.
Subliminal Stimulus
• Stimulasi yang berada di bawah ambang batas absolut, artinya terlalu lemah atau singkat untuk mencapai kesadaran diri.
• Dampaknya seseorang tidak menyadari adanya stimulus tersebut
• Contoh: musik, marketing.
Weber’s Law
“States that the increase in intensity of a stimulus needed to produce a just noticeable diffrence grows in proportion to the intensity of the initial stimulus.”
Menyatakan bahwa peningkatan intensitas suatu stimulus diperlukan untuk menghasilkan perbedaan yang nyata yang tumbuh secara proporsional dengan intensitas stimulus awal.
Hukum Weber
Hukum Weber menjelaskan bahwa pada intensitas yang lebih rendah, perubahan kecil antara dua rangsangan dapat dideteksi hanya sebagai perbedaan yang nyata (JND). Hukum Weber menjelaskan tentang perbedaan yang lebih rendah, perubahan kecil antara dua rangsangan dapat dideteksi hanya sebagai perbedaan yang nyata (JND).
Hukum Weber-Fechner
• Perubahan persepsi secara proporsional sama dengan logaritma dari stimulusnya atau dengan rumus
S = Clog R
S = persepsi
R = stimulus
C = bilangan konstan yang ditentukan dari eksperimen
• Individu mengadakan seleksi terhadap stimulus yang mengenainya.
Sensasi
Persepsi
Proses Stimulus (Stimulus Process)
Sensation To Perception
Faktor yang Berperan dalam Persepsi
1. Objek yang dipersepsi
2. Alat indra, saraf dan pusat susunan saraf
3. Perhatian (Attention)
• Proses Kealaman atau proses Fisik: Proses stimulus mengenai alat indra.
• Proses Fisiologis: Stimulus diterima oleh alat indera diteruskan oleh syaraf sensori ke otak.
L S O R L
L = Lingkungan
S = Stimulus
O = Organisme / Individu
R = Respon / Reaksi
L S R L
L = Lingkungan
S = Stimulus
R = Respon atau Reaksi
Organisasi Persepsi
Terdapat dua teori yang berlawanan dalam menjelaskan pengorganisasian persepsi yaitu sebagai berikut.
1. Teori Elemen
1) Teori Elemen
Teori elemen dalam mempersepsi sesuatu individu mula-mula akan melihat bagian-bagian terlebih dahulu, baru kemudian melihat secara keseluruhan. Mempersepsikan bagian sesuatu yang primer, keseluruhan sekunder.
• Contoh: Spion, stang, lampu, jok motor.
2) Teori Gestalt
Teori Gestalt mempersepsikan sesuatu bermula dari keseluruhannya terlebih dahulu baru kemudian melihat bagian bagiannya. Mempersepsikan keseluruhan sesuatu yang primer, bagian sesuatu sekunder
• Contoh: Motor
Teori Gestalt dengan tokohnya yaitu Wertheimer.
Pada awalnya, Phi Phenomena yaitu bahwa dalam seseorang mempersepsi sesuatu tidak hanya semata-mata tergantung pada stimulus objektif, tetapi individu yang mempersepsikan juga berperan dalam persepsi tersebut.
Hukum-hukum persepsi menurut teori Gestalt sebagai berikut.
1. Hukum Pragnanz
2. Hukum Figure Ground
3. Hukum Kedekatan
4. Hukum Kesamaan
5. Hukum Kontinuitas
6. Hukum Kelengkapan atau ketertutupan (closure)
Hukum Pragnanz
• Pragnanz berarti penting, meaningfull, penuh arti atau berarti dan salam hukum pragnanz yang dipersepsikan seseorang sesuatu yang penuh arti. Hukum ini adalah hukum yang pokok
Hukum Figure Ground
Hukum Figure Ground dalam mempersepsi terdapat dua bagian perceptual field yaitu figure and ground. Figure adalah bagian dominan dan merupakan fokus perhatian. Ground adalah yang melatarbelakangi atau melengkapi (tidak menjadi fokus persepsi). Hukum Figure Ground antara figure dan ground dapat berpindah atau bertukar peran satu sama lain.
Hukum Kedekatan
Apabila stimulus yang saling berdekatan satu dengan yang lain, akan adanya kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu keseluruhan atau suatu gestalt.
xx xx xx xx
Hukum Kesamaan
Stimulus atau objek yang sama mempunyai kecenderungan untuk dipersepsi sebagai suatu kesatuan atau gestalt
x x x x x x x
- - - - - - - - - - - -
x x x x x x x x
Hukum Kontinuitas
Stimulus yang mempunyai kontinuitas satu dengan yang lain, akan terlihat dari ground dan akan dipersepsi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan.
Hukum Kelengkapan atau Ketertutupan (closure)
Hukum kelengkapan atau ketertutupan dalam persepsi adanya kecenderungan bahwa orang mempersepsi sesuatu yang kurang lengkap menjadi lengkap sehingga menjadi satu kesatuan yang penuh arti atau berarti
Konsistensi dalam Persepsi
• Persepsi merupakan aktivitas yang intregrated.
“Persepsi tidak hanya ditentukan oleh stimulus secara objektif tetapi ditentukan/dipengaruhi juga oleh keadaan diri orang yang mempersepsi” (Wertheimer, dalam Walgito 2010)
• Perceptual atau constancy refer to our tendency to perceive size, shape, color and brghtness as remaining the same eventhough their physical characteristic are constantly changging (Plotnik, 2005).
Konsistensi Persepsi
• Konsistensi Bentuk (Shape Constancy)
• Konsistensi Warna (Color Constancy)
• Konsistensi Ukuran (Size Constancy)
• Konsistensi Kecerahan (Brightness
Constancy) (dalam Plotnik, 2005)
Konsistensi Bentuk (Shape Constancy)
• Ada kecenderungan orang mempersepsikan sesuatu secara sama (konstan) tanpa memperhatikan adanya variasi
• Contoh: Uang logam atau piring → bulat
Real → pipih
Konsistensi Warna
(Color Constancy)
• Kecenderungan untuk mempersepsi sesuatu sebagai berwarna sama walaupun dalam penerangan cahaya yang berbeda
• Contoh: Susu → putih
Susu → diberi cahaya merah tetap putih
Konsistensi Ukuran
(Size Constancy)
• Kecenderungan melihat sesuatu dengan ukuran yang sama, walaupun banyak variasi dalam cara melihat
• Contoh: Gajah → besar
Gajah → kecil (dilihat dari jauh).
Konsistensi Kecerahan
(Brightness Constancy)
• Konsistensi Kecerahan mengacu pada kecenderungan merasakan kecerahan yang tetap sama dalam penerangan yang berubah.
Perhatian (Attention)
• Perhatian (attention) berfungsi proses persiapan untuk mengadakan persepsi dan dalam perhatian seluruh aktivitas individu dipusatkan pada suatu objek atau sekumpulan objek. Perhatian merupakan penyeleksian terhadap stimulus.
Macam-macam Perhatian
• Ditinjau dari timbulnya perhatian
• Ditinjau dari banyaknya objek (aspek kuantitas
• Ditinjau dari terpusat tidaknya perhatian(aspek kualitas)
• Ditinjau dari fluktuasi perhatian
Timbulnya Perhatian
1) Perhatian spontan: Perhatian yang timbul dengan sendirinya (serta merta), berkaitan dengan minat.
2) Perhatian tidak spontan: Perhatian yang sengaja ditimbulkan (perlu ada kemauan untuk menimbulkannya).
Banyaknya Objek
1. Perhatian yang sempit: Jangkauan objeknya kecil/sedikit
Contoh ➢ Tukang jam memperbaiki jam tangan
2. Perhatian yang luas: Perhatian yang objeknya sekaligus banyak/luas
Contoh ➢ Melihat taman bermain
Terpusat Tidaknya Perhatian
1. Perhatian yang terpusat: Perhatian yang diarahkan individu pada suatu waktu ke suatu objek tertentu saja.
Contoh ➢ Terpusat = Cakupan sempit
2. Perhatian yang terbagi-bagi: Perhatian yang diarahkan suatu waktu pada banyak hal atau objek.
Contoh ➢ Terbagi-bagi = Cakupan luas
Fluktuasi Perhatian
1. Perhatian statis: Perhatian individu pada suatu objek tertentu dan tidak berpindah-pindah
2. Perhatian dinamis: Perhatian individu pada suatu waktu tertentu, tidak hanya pada satu objek namun beralih dari satu objek ke objek lain secara lincah.
• Kesalahan dalam memberikan arti terhadap stimulus yang diterima
• Ilusi ≠ halusinasi
• Halusinasi: Individu merasa mengalami suatu persepsi, sekalipun secara objektif individu tidak dikenai stimulus (pertanda keadaan jiwa terganggu).
Contoh ilusi yaitu sebagai berikut.
Faktor Penyebab Ilusi
1) Faktor Kealaman
▪ Ilusi echo (gema), ilusi kaca.
2) Faktor stimulus
▪ Stimulus yang mempunyai arti lebih dari 1 → gambar yang ambigu.
▪ Stimulus yang tidak dianalisis lebih lanjut → Muller Lyer illusi.
3) Faktor individu
▪ Kebiasaan atau kesiapan psikologis (mental set).
▪ bunyi bel tukang somay → tukang mie.












Comments
Post a Comment