Emosi
Psikologi Umum
Emosi
Emosi adalah suatu respon yang terdiri dari beberapa bagian yaitu sebagai berikut.
2. Memunculkan respon fisiologis
3. Pengalaman subjektif atau perasaan
Empat kualitas unik emosi
- Emosi itu dapat dirasakan dan diekspresikan disertai dengan respon fisologis yang bervariasi.
- Emosi cenderung sulit untuk dikontrol dan muncul karena alasan tertentu.
- Emosi banyak dipengaruhi oleh beberapa proses kognitif.
- Beberapa emosi sudah terprogram di otak dengan mekanisme tujuan tertentu.
Perbedaan pada Istilah
- Perasaan (Feelings)
- Suasana Hati (Mood)
- Tempramen
Teori Emosi
The Peripheral Theories of Emotion
Tokoh psikologi teori tersebut adalah William James & Carl lange.
Tokoh psikologi tersebut berpendapat bahwa yang menyebabkan emosi adalah reaksi psikologis. Mekanisme sebagai berikut.
atau,
Stimulus (triggers) → Interpret feedback from facial muscle & skin → Different facial feedback result emotion (fear) → Observed response (scream)
- Kritik teori James-Lange
Teori Canon-Bard mengemukakan bahwa perbedaan emosi tidak disebabkan oleh perbedaan respon fisiologis, emosi merupakan respon yang bersumber dari otak bukan hasil dari reaksi fisiologis.
The Cognitive Appraisal Theory of Emotion
Suntik hormon memunculkan respon fisiologis → tergantung situasi akan memunculkan emosi berbeda → emosi yang dimunculkan.
Hal penting dalam tersebut yaitu berpikir/penilaian → Emosi
Emotion → without conscious thought.
Mekanisme sebagai berikut.
Stimulus event, object/thought) → Think/appraised what you can do → Bring feeling happines/joy → Physiological response (smile).
The Affective Neuroscience Approach
Teori tersebut merupakan studi tentang saraf yang berhubungan dengan suasana hati (mood) dan emosi, dimana memfokuskan pada kinerja sistem saraf otak yang mengevaluasi stimulus dan memproduksi/berkontribusi pada ekspresi emosi yang berbeda.
Hal unik yang terkait dengan Emosi sebagai berikut.
1. Emosi dirasakan dan diekspresikan dalam ekspresi wajah yang khas (seperti ketakutan diiringi dengan mulut yang terbuka & alis mata naik), disertai dengan respon fisiologis yang berbeda (takut disertai dengan detak jantung yang cepat, tangan berkeringat).
2. Beberapa emosi yang kita harapkan bisa dikontrol, sulit untuk dikontrol dan terkadang sering tidak melihat alasan emosi itu bisa muncul (“calm down”).
3. Emosi sangat besar dipengaruhi oleh beberapa proses kognitif seperti pengambilan keputusan, mengembangkan hubungan antar pribadi dan memilah tujuan.
4. Beberapa emosi sudah terprogram di dalam otak (tangis & senyum bayi).
Amigdala (Amygdala)→ The Emotional Detector
Amigdala berada pada temporal lobe dan menerima input dari semua penginderaan yang dengan input ini, amigdala memonitor dan mengevaluasi emosi dari stimulus +/ -
Amigdala terlibat dalam penyimpanan ingatan yang memiliki muatan emosi.
Diri kita lebih cepat mendeteksi sesuatu yang memiliki makna emosi (positive/negative expression).
“Bunga Versus Ular”
Otak kita lebih cepat menangkap hal-hal yang membahayakan disekitar kita sebagai mekanisme pertahanan diri.
Sirkuit Emosi Otak
- Sirkuit lambat
Mata → Thalamus → Korteks Visual → Amigdala
- Sirkuit cepat
Ketakutan dan Amigdala (Fear & Amygdala/
Kasus fobia (phobia) atau Kecemasan (anxiety)
Kasus tersebut telah dilakukan melalui eksperimen pada individu normal dan yang mengalami phobia.
Eksperimen dimulai dengan pemberian gambar berupa foto wajah (ceria, ketakutan, marah & sombong). Peneliti menggunakan metode pencitraan media yang digunakan untuk melihat struktur dan aktivitas pada otak yang dinamakan metode Brains Scans (fMRI’s).
Hasil dari penelitian tersebut yaitu individu dengan phobia yang melihat foto marah dan sombong diketahui memiliki aktivitas neural yang meningkat pada amigdala sebelah kanan dibandingkan aktivitas neural individu yang sehat.
Ekspresi wajah bagian dari ekspresi emosi yang dipengaruhi oleh budaya (cross cultural) seperti happy tersenyum (bervariasi).
Faktor genetik seperti menangis
Fungsi Emosi
Fungsi emosi dapat sebagai tanda/sinyal sosial (social signal) seperti berduka, bayi lapar, tersenyum.
Emosi juga sebagai pertahanan, perhatian, dan ingatan pada diri (survival, attention, and memory).
Gairah & Motivasi (Arousal & Motivation) pada hukum Yerkes-Dodson yaitu interaksi tugas dan gairah.
Happiness (Kebahagiaan)
Kebahagiaan diindikasikan dengan senyuman yaitu keadaan mental yang merupakan hasil dari keadaan yang menyenangkan. Misalnya, hubungan yang baik, iklan yang lucu dan lain-lain.
Pusat penghargaan atau kesenangan di beberapa area otak seperti nukleus akumbens dan area tagmental ventral dan beberapa neurotransmitter (senyawa kimia otak) terutama dopamin.
atau,
Reward or a pleasure center: several area of brain, such as nucleus accumbens and ventral tagmental area & several neurotransmitter especially (esp) dopamine.

Comments
Post a Comment