Pengaruh Sosial & Kontrol Pribadi II

Psikologi Sosial

Pengaruh Sosial & Kontrol Pribadi


Kesepakatan

Definisi kesepakatan yaitu suatu bentuk pengaruh sosial yang meliputi permintaan langsung dari seseorang kepada orang lain untuk mengikuti aturan/norma yang ada.

Pelaku Kesepakatan

Penjual, orang-orang di bidang periklanan, pelobi politik, pencari dana, politisi, penipu ulung, negosiator profesional, dan lain sebagainya.

Prinsip-prinsip Dasar Kesepakatan

Pada umumnya, kita akan lebih bersedia memenuhi permintaan dari teman atau orang-orang yang kita sukai daripada permintaan orang asing atau orang-orang yang tidak disukai.

  • Komitmen dan Konsisten

Komitmen akan menyebabkan kita lebih bersedia memenuhi permintaan mengenai permintaan tingkah laku yang konsisten dengan posisi atau tindakan tersebut daripada permintaan yang tidak konsisten dengan posisi atau tindakan tersebut (tidak konsisten).

  • Kelangkaan

Pada umumnya, kita menghargai/berusaha untuk mempertahankan hasil atau objek yang langka/ketersediaannya.

  • Resiprositas (Timbal balik)

Pada umumnya, kita lebih bersedia dalam memenuhi permintaan dari orang yang sebelumnya telah memberikan bantuan/kemudahan bagi kita daripada menuruti seseorang yang tidak berbuat baik kepada kita.

  • Validasi Sosial

Berpikir dan bertindak seperti orang lain. Kita umumnya lebih bersedia dalam memenuhi permintaan untuk melakukan beberapa tindakan, jika tindakan tersebut konsisten dengan apa yang kita percaya dilakukan/dipikirkan oleh orang lain yang mirip dengan kita.

  • Kekuasaan 

Pada umumnya, kita lebih bersedia untuk memenuhi permintaan dari seseorang yang memiliki kekuasaan sah atau semacamnya.

Teknik mendapatkan kesepakatan

  • Ingratiation

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana pemohon pertama mengusahakan agar target menyukai mereka, kemudian berusaha untuk mengubah tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan.

Contoh → memuji pelanggan agar membeli barang lebih banyak.

  • The foot-in-the-door effect

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana pemohon memulai dengan permintaan yang kecil dan kemudian ketika permintaan ini disetujui meningkat ke permintaan yang lebih besar yang memang sudah diinginkan sejak awal.

Contoh → anak kecil yang meminta sesuatu kepada orang tuanya.

  • Law ball

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan dimana suatu penawaran atau persetujuan diubah (menjadi lebih tidak menarik).

Contoh → beli suatu buah yang sebagian sudah agak lama, jadi diminta bisa beli dengan harga yang lebih rendah.

  • The door-in-the-face effect

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana pemohon memulai dengan permintaan yang lebih besar dan kemudian ketika permintaan ini ditolak mundur ke permintaan yang lebih kecil (yang memang mereka
inginkan sejak awal).

Contoh → minta dibelikan barang mulai dari yang paling mahal.

  • That’s-not-all

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana pemohon menawarkan keuntungan tambahan kepada orang-orang yang menjadi target, sebelum mereka memutuskan apakah mereka hendak menuruti atau menolak permintaan spesifik yang diajukan.

Contoh → beli dua gratis satu.

  • Jual Mahal

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan
dengan memberikan kesan bahwa seseorang atau objek adalah langka dan sulit diperoleh.

Contoh → calon pegawai mengatakan ada perusahaan lain yang berminat ketika melakukan wawancara kerja.

  • Deadline

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana orang yang menjadi target diberitahu bahwa mereka memiliki waktu yang terbatas untuk mengambil keuntungan dari beberapa tawaran atau untuk memperoleh suatu barang.

Contoh → diskon belanja sampai batas waktu tertentu.

  • Pique

Suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan di mana orang yang menjadi target distimulasi oleh permintaan yang tidak umum → sebagai akibatnya, mereka tidak menolak secara otomatis seperti yang sering terjadi.

Contoh → Memberi tanda emoticon ☺ pada bon pembayaran makanan dengan harapan pengunjung/pembeli nanti akan kembali lagi.

  • Propaganda

Memanipulasi perilaku dan sikap orang lain dengan informasi yang tidak benar (misleading).

Contoh → Iklan menyesatkan, informasi COVID-19 oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Daftar Pustaka

Rahardjo, Wahyu. 2025. Pengaruh Sosial & Kontrol Pribadi II. Psikologi Sosial. Universitas Gunadarma

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *