Perkembangan Manusia Ditinjau dari Perspektif Teori Belajar

Psikologi Perkembangan

Kelompok ke-2

Perkembangan Manusia Ditinjau dari Perspektif Teori Belajar (Learning Theory)


Learning (belajar)

Perubahan perilaku dapat berlangsung lama, melalui pengalaman.

Learning theory (teori belajar) mencakup beberapa yakni sebagai berikut.

1. Behaviorisme (Behaviorism)

Behaviorisme dengan rumus Stimulus-Respon (S-R) manusia bereaksi terhadap kondisi lingkungan yang menyenangkan atau mengancam dibagi menjadi beberapa bagian yaitu sebagai berikut.
  • Classical Conditioning

  • Operant Conditioning

2. Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)

Manusia berperilaku karena ada ‘model’ yang ia lihat.


Behaviorisme (Behaviorism)

Klasikal Kondisioning (Classical Conditioning)

  • Stimulus-Respon (S-R)

Ivan Pavlov (1849-1936) melakukan eksperimen (stimulus-respons) dengan perilaku sebagai berikut.

Eksperimen dilakukan pada hewan yakni anjing. Anjing yang diberikan makanan ketika ada bel berbunyi mengeluarkan air liur, eksperimen tersebut dilakukan dari waktu ke waktu, lalu sampai pada waktu pembunyian bel kembali akan tetapi tidak ada makanan dan yang terjadi pada hewan anjing tersebut adalah didapatkan air liur yang tetap ada pada hewan tersebut.

Bel - makanan - air liur → ↓

Bel - air liur

Klasikal Kondisioning (Classical Conditioning)

  • Conditioning of Fear
John B. Watson (1878-1958): Conditioning of Fear

John B. Watson menerapkan teori rangsangan respon kepada anak-anak. Ia melakukan penelitian kepada seorang anak bernama Albert.

Watson dalam penelitian tersebut berusaha mengajari bayi bernama Albert yang berusia 11 bulan untuk takut pada objek putih berbulu.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa seorang bayi dapat dikondisikan untuk takut pada hal-hal yang ia takuti sebelumnya.

Manusia berperilaku karena ada ‘model’ yang dilihat.


Behaviorisme (Behaviorism)

Prinsip Operant Conditioning

  • Penguatan positif atau negatif (Reinforcement)
Tokoh dari teori tersebut yakni B.F Skiner, seorang Psikolog dari Amerika Serikat (1904-1990).

Teori tersebut menggunakan ‘reinforcement positif atau negatif’ untuk meningkatkan atau mengurangi perilaku yang dikehendaki atau tidak dikehendaki.

Contoh Operant Conditioning

“Orang cenderung mengulangi perilaku yang diberi hadiah atau pujian, dan tidak mengulangi perilaku yang diberi hukuman atau celaan.”

Memberikan Hadiah untuk Berhenti Menangis

  • Stimulus: Anak menangis karena tidak ingin berbagi mainan.

  • Respon: Orang tua memberikan hadiah kepada anak jika berhenti menangis.

  • Konsekuensi: Anak berhenti menangis dan menerima hadiah.

  • Hasil: Anak akan lebih cenderung untuk menangis ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, karena tahu bahwa orang tua akan memberikan hadiah jika berhenti menangis.

Operan Kondisioning (Operant Conditioning)

  • Penguatan (Reinforcement)
Positif: Positif misal seperti memuji anak atau memberi hadiah ketika anak berperilaku baik (seorang anak dapat menyelesaikan tugasnya, diberi hadiah permen atau es krim).

Negatif: Menghilangkan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk mendorong suatu perilaku (siswa tidak perlu mengikuti remedial karena nilainya sudah memenuhi standar penilaian).

  • Hukuman (Punishment)

Positif: memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk mengurangi suatu perilaku (seorang anak dimarahi karena berkata kasar kepada temannya).

Negatif: menghilangkan pengalaman yang menyenangkan untuk mengurangi suatu perilaku (remaja dilarang main game seminggu karena pulang terlambat).

Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)

Teori ini menyatakan bahwa manusia belajar perilaku sosial yang sesuai dengan mengamati dan meniru modelnya, yaitu dengan menyaksikan orang lain.

Metode social learning, observasi, dan permodelan (modeling).

Contoh: Anak akan memilih ‘model’ yang akan di tiru perilakunya dengan melihat perilaku di sekitarnya.

Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)

Menurut Bandura, terdapat dua fenomena yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

1. Manusia dapat berpikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri

2. Banyak aspek fungsi kepribadian melibatkan interaksi orang satu dengan orang lain

Teori belajar sosial dari Bandura didasarkan pada konsep saling menentukan (Recipsocal Determinism) tanpa penguatan (Beyond Reinforcement) dan pengaturan diri/kognitif (Self Regulation-cognition).

Konsep Recipsocal Determinism Bandura, menyatakan bahwa ada keterkaitan antara lingkungan, perasaan, dan perilaku dalam menentukan tingkah laku individu.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *