Perkembangan Manusia Ditinjau dari Evolusioner dan Etologi

Psikologi Perkembangan

Kelompok ke-5

Perkembangan Manusia Ditinjau dari Evolusioner dan Etologi


Dalam siklus kehidupan, manusia pasti mengalami proses perkembangan baik dari segi fisik maupun psikologisnya.

Dalam proses perkembangan, jelas adanya perubahan-perubahan yang meliputi aspek fisik, sosial, moral, emosi, minat, bakat, kepribadian, dan lain sebagainya. Dimana dalam setiap aspek tersebut membuat kombinasi-kombinasi atau hubungan baru yang kemudian membentuk spesialisasi fisik dan psikologis yang berbeda.

Dalam hal ini perkembangan manusia banyak ditinjau dari berbagai perspektif, diantaranya perspektif evolusioner dan etologi.


Pendekatan Evolusioner

Evolusioner adalah pendekatan teoritis yang memadukan biologi evolusioner dengan psikologi perkembangan untuk memahami bagaimana perkembangan manusia dipengaruhi oleh proses evolusi.

Pendekatan ini menekankan peran adaptasi evolusioner dalam membentuk perkembangan kognitif, emosional, dan sosial sepanjang rentang hidup.

  • Asal Usul dan Divergensi Primata

Perjalanan evolusi manusia dimulai sekitar 65 juta tahun yang lalu dengan munculnya mamalia mirip primata.

Primata berpisah dari mamalia lain sekitar 85 juta tahun yang lalu dan terus berkembang membentuk garis keturunan kera besar. Pemisahan penting terjadi antara hominid Asia dan Afrika sekitar 14 juta tahun lalu, diikuti oleh pemisahan manusia purba dari gorilla 8-9 juta tahun lalu dan dari simpanse 4-7 juta tahun lalu yang menandai awal munculnya manusia modern.

  • Prinsip-Prinsip Utama Evolusioner

1. Seleksi alam: Hanya individu dengan karakteristik adaptif yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak.

2. Adaptasi: Satu karakteristik yang berkembang secara reliabel dan dapat diwariskan yang muncul menjadi satu ciri satu spesies melalui seleksi ilmiah.

3. Mekanisme psikologis hasil evolusi: Memecahkan problem adaptif khusus yang telah di desain oleh proses seleksi alami.

4. Peran sentral konteks: Psikologi evolusioner menekankan pentingnya lingkungan dan konteks, temasuk tekanan evolusioner masa lalu dan pengalaman hidup dalam membentuk perlaku manusia.

Implikasi Perkembangan Manusia dari Persepektif Evolusioner

1. Peran Genetik
  • Sifat yang diwariskan
  • Mekanisme psikologis khusus
2. Peran Lingkungan
  • Interaksi genetik lingkungan
  • Adaptasi kondisional
3. Implikasi Untuk Perkembangan
  • Keterampilan sosial
  • Periode ketergantungan yang panjang
4. Implikasi Untuk Pendidikan
  • Pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan
  • Pendekatan yang terstruktur
  • Perilaku

Pendekatan Etologi

Kata etologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu:
"ethos" yang berarti kebiasaan atau karakter,
"-logia" yang berarti ilmu atau studi tentang sesuatu.

Etologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari perilaku makhluk hidup dalam konteks alami. Dalam psikologi perkembangan, etologi menekankan pentingnya perilaku yang diwariskan secara biologis dan periode sensitif dalam perkembangan.

  • Sejarah dan Perkembangan Etologi Manusia

Etologi mulai berkembang pada tahun 1930-an berkat sumbangan signifikan dari tiga zoolog yakni Konrad Lorenz, Niko Tinbergen, dan Karl Von Frisch yang dikenal sebagai pelopor etologi manusia.

Mereka mengkritik teori-teori yang hanya berfokus pada pembelajaran dan stimulus dari luar, dan sebagai alternatif mendukung ide bahwa perkembangan spesies didorong oleh kemampuan bawaan dan reaksi terhadap rangsangan tertentu sebagai produk evolusi.

Salah satu sumbangan besar dari Konrad Lorenz dalam karyanya yang berjudul "Die angeborenen Formen moglicher Erfahrung" (1943), Lorenz menerapkan prinsip-prinsip etologi terhadap tindakan manusia, percaya bahwa penemuan terkait perilaku hewan dapat membawa pemahaman yang lebih dalam mengenai perilaku manusia.

  • Prinsip Utama Etologi

1. Penyebab (Causation)

Menjelaskan apa yang memicu perilaku tertentu secara langsung, baik dari segi rangsangan lingkungan maupun mekanisme biologis (hormon, sistem saraf, dll).

Contoh: Mengapa ayam jantan berkokok saat pagi? Karena perubahan cahaya memicu kerja hormon tertentu yang mengaktifkan perilaku itu.

2. Perkembangan (Development/Ontogeny)

Melihat bagaimana perilaku berkembang seiring waktu pada individu

Contoh: Anak burung belajar berkicau lebih kompleks seiring waktu, karena latihan dan meniru suara burung dewasa.

3. Fungsi (Function/Adaptation)

Menggali fungsi adaptif dari perilaku.

Contoh: Cicak memutuskan ekornya saat dikejar predator, karena itu meningkatkan peluang untuk kabur dan bertahan hidup.

4. Evolusi (Phylogeny)

Menelusuri asal-usul evolusioner perilaku tersebut dan bagaimana perilaku itu muncul dalam garis keturunan hewan.

Contoh: Perilaku menggali lubang untuk bertelur pada kura-kura bisa ditelusuri ke nenek moyangnya jutaan tahun lalu.

Implikasi Etologi dalam Perkembangan Manusia

1. Perilaku Naluriah

Beberapa perilaku muncul secara alami yaitu menangis, menghisap, dan meniru yang berfungsi untuk bertahan hidup & berkembang.

2. Periode Kritis & Sensitif

Masa penting di awal kehidupan seperti contoh yaitu ikatan bayi & pengasuh, apabila dilewatkan, bisa mengganggu perkembangan emosi & sosial.

3. Teori Kelekatan (Attachment)

Ikatan emosional antara bayi dan pengasuh yang bersifat biologis. Sebagai contoh yaitu kelekatan aman yang dapat menjadikan anak lebih stabil secara emosional & sosial.

4. Lingkungan & Ekspresi Naluri

Naluri butuh rangsangan dari lingkungan, seperti contoh yaitu kemampuan bahasa & sosialisasi berkembang maksimal dengan interaksi.

5. Implikasi dalam Pengasuhan & Pendidikan

Penting memberi kasih sayang & perhatian sejak dini.


Implikasi dalam Psikologi Perkembangan

Integrasi pandangan evolusi dan etologi dalam studi perkembangan manusia telah menciptakan cara pandang yang lebih menyeluruh untuk memahami pertumbuhan individu. Metode ini mengakui pentingnya baik unsur biologis yang diwarisi maupun dampak lingkungan dalam membentuk kemajuan pribadi.

Kesadaran bahwa pertumbuhan manusia dipengaruhi oleh interaksi rumit antara kecenderungan genetik dan pengalaman yang dialami telah membantu membentuk praktik dalam bidang pendidikan, kesehatan mental, dan kebijakan sosial.

Perkembangan manusia ditinjau dari evolusioner dan etologi membantu menjelaskan mengapa dan bagaimana manusia berkembang.

Evolusioner menjelaskan asal-usul adaptif dari perilaku manusia, sedangkan etologi menekankan pentingnya faktor biologis dan proses adaptasi sosial. Keduanya menekankan bahwa manusia adalah hasil dari perpaduan antara genetika dan lingkungan selama jutaan tahun.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *