Pengantar Penginderaan dan Indra Peraba
Psikologi Faal
Pengindraan dan Indra Peraba
Penginderaan
Kemampuan penginderaan memungkinkan manusia beradaptasi terhadap lingkungannya, merespons perubahan eksternal, serta mempertahankan keseimbangan internal (homeostasis).
Sensasi
Persepsi
Hubungan Sensasi dan Persepsi
Organ Indra dan Reseptor (Persepsi dan Sensori)
Organ Indra Manusia:
Jenis-jenis Reseptor Sensorik
- Fotoreseptor
Terletak di retina mata,- Kemoreseptor
- Mekanoreseptor
Terletak di kulit dan telinga,- Termoreseptor
Terletak di kulit,Hubungan Sensori dan Persepsi dalam Perilaku
Stimulus eksternal ditangkap oleh reseptor →
Impuls saraf dikirim ke otak melalui saraf sensorik →
Otak memproses impuls menjadi pengalaman sadar (persepsi) →
Persepsi ini memengaruhi reaksi perilaku seperti berbicara, bergerak, atau mengambil keputusan.
Contoh integrasi sensori dan persepsi
Klasifikasi Organ Indra
- Eksteroreseptor
Definisi: Reseptor yang mendeteksi rangsangan dari lingkungan luar tubuh.
Fungsi: Membantu manusia memahami kondisi lingkungan sekitar, menghindari bahaya, dan berinteraksi sosial.
- Interoreseptor
Definisi: Reseptor yang mendeteksi perubahan internal dalam tubuh.
Kemoreseptor di pembuluh darah (mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida) di pembuluh darah (mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida)
- Proprioreseptor
Definisi: Reseptor yang mendeteksi posisi, gerakan, dan ketegangan otot serta sendi.
Contoh: Reseptor di otot, tendon, dan ligamen.
Eksteroseptor → menerima informasi dari luar.
Interoseptor → memantau kondisi dalam tubuh.
Proprioseptor → mengontrol posisi dan pergerakan tubuh.
Indra Peraba
Reseptor indra peraba (taktil) adalah struktur pada kulit yang mampu mendeteksi berbagai jenis sentuhan, tekanan, dan rasa, seperti sentuhan ringan, getaran, tekanan kuat, dan sensasi dingin atau panas.
Reseptor ini terbagi menjadi beberapa jenis utama, seperti mekanoreseptor, termoreseptor, dan nosiseptor.
Jenis Reseptor
Reseptor Tambahan
Fenomena Taktil
Fenomena taktil adalah pengalaman indrawi yang terkait dengan indra peraba atau sentuhan. Ini mencakup berbagai sensasi yang dirasakan melalui kulit, seperti tekanan, getaran, suhu, dan nyeri.
Fenomena taktil juga bisa mencakup halusinasi taktil, di mana seseorang merasakan sensasi sentuhan meskipun tidak ada stimulus eksternal yang nyata.
Halusinasi Taktil
Halusinasi taktil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan narkoba, gangguan mental, atau masalah medis lainnya.
Skema
Setiap Indra mempunyai reseptor yang berbeda-beda.
Stimulus → Indra → Persepsi → Perilaku
-Cahaya. |
-Aroma. Reseptor
-Rasa. / \
-Tekanan. Jenis Asal
/ \
-Foto -Ekteroreseptor: Cahaya, luar
-Kemo -Interoreseptor: Perubahan tekanan darah, rangsangan dalam
-Mekano. -Propioreseptor: Otot, keseimbangan: mata, telinga, otak
-Baroreseptor
Stimulus → Indra
Stimulus ke indra terjadi suatu rangsangan dan terjadi transmisi sinyal listrik.
Indra → Persepsi
Penyaluran sinyal listrik dari indra ke otak.
Persepsi → Perilaku
Ditransmisikan ke perilaku karena perilaku hasil dari persepsi.
Comments
Post a Comment