Tingkah Laku dalam Kelompok II

Psikologi Sosial

Tingkah Laku dalam Kelompok


• Apakah dua orang atau lebih menghasilkan keputusan lebih baik dari pada keputusan satu orang?.

• Pada umumnya kita berasumsi bahwa keputusan dari dua orang atau lebih menghasilkan keputusan lebih baik dari pada keputusan satu orang.

• Keputusan seseorang mungkin bersifat subjektif dan mengandung bias, sedangkan keputusan beberapa orang dapat mengubah ide, menemukan kesalahan-kesalahan ide sebelumnya, dan mencapai keputusan lebih baik.

Process Loss dalam Kelompok

Apa itu process loss?

Process loss terjadi jika interaksi dalam kelompok menghambat munculnya keputusan yang baik.

Penyebab Process Loss

- Kelompok gagal menetapkan siapa anggota yang paling ahli untuk membantu proses pemecahan masalah.

- Kelompok gagal menentukan siapa anggota kelompok yang paling lemah dalam memberikan kontribusi pemecahan masalah.

- Masalah komunikasi di mana anggota kelompok enggan mendengar pendapat satu dengan yang lain.

Process Loss & Keputusan Buruk

  • Komunikasi memainkan peranan penting yang harus saling mendengarkan dan kurangi dominasi suara anggota tertentu.

  • Pertimbangkan berbagi informasi yang khusus/unik untuk kemajuan pengetahuan bersama, jangan hanya menyebarkan informasi yang sifatnya umum.

Unshared Information & Transactive Memory

Transactive memory

Anggota kelompok dapat saling mengingatkan anggota kelompok yang lain terkait hal-hal penting dan unik yang seharusnya dapat diingat dan dibagikan.

Sesuatu yang kerap terlupakan oleh individu sebagai pribadi.


Groupthink

Groupthink adalah teori yang berisikan suatu fenomena psikologis dalam kelompok yang dikemukakan oleh Irving Janis.

Groupthink yaitu cara bagi kelompok dalam melakukan kesepakatan atau harmonis mengorbankan pemikiran kritis dan evaluasi objektif terhadap suatu ide atau rencana sehingga didapatkan pengambilan keputusan yang tidak diinginkan bahkan merugikan.

  • Dikembangkan oleh Irving Janis.

  • Banyak orang tetapi satu gagasan.

  • Suatu pola pikir yang cenderung lebih mementingkan mengelola kohesivitas kelompok dan solidaritas dari pada mempertimbangkan fakta-fakta secara realistis.

  • Lebih mungkin terjadi bila berhadapan dengan prekondisi tertentu, yaitu (1) kelompok kohesivitasnya tinggi, (2) terisolasi dari opini-opini lain yang berlawanan, (3) diatur oleh pimpinan yang cenderung mengarahkan keputusan sesuai harapannya sendiri.

Menghindari Groupthink

Remain impartial → Seorang pemimpin seharusnya tidak mengambil peran mengarahkan tetapi harus tetap tidak memihak.

Seek outside opinions → Mengundang orang luar yang tidak berkepentingan terhadap kekompakan kelompok.

Create subgroups → Pemimpin membagi beberapa kelompok kecil, mendiskusikan masalah, dan kemudian bertemu kembali dengan membawa variasi saran.

Seek anonymous opinions → Pengambilan suara secara anonim supaya anggota kelompok terbebas dari rasa takut, terintimidasi dan menghasilkan respons yang jujur.

Polarisasi kelompok → Kecenderungan kelompok untuk membuat keputusan yang lebih ekstrim daripada kecenderungan awal (group inclinations) dari anggota-anggotanya.

Terjadi karena perbedaan kubu yang memperjuangkan pendapat yang berbeda dan bertolak belakang. Polarisasi Kelompok: Menjadi Ekstrimis.

Polarisasi dalam Kelompok

The Persuasive Argumentation Interpretation

Individu akan diberikan argumentasi yang tidak terpikirkan sebelumnya yang membawa dirinya semakin menyetujui sikap dan opini yang telah diyakini sebelumnya.

The Social Comparison Interpretation

Anggota kelompok mengecek perasaan dan value dari anggota kelompok lain sebelum mengemukakan pendapat → kemudian dukungan diberikan.


Kepemimpinan dalam Kelompok

Great person theory → Beberapa kepribadian membuat seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik, tidak peduli apapun situasinya saat itu.

• Pemimpin cenderung lebih cerdas, ekstrovert, didorong oleh kebutuhan akan kekuasaan, karismatik, memiliki keterampilan sosial, terbuka terhadap pengalaman baru, yakin dengan kemampuan kepemimpinannya, dan tidak neurotik (mudah curiga) dianggap punya kesempatan menjadi pemimpin yang bagus dalam kelompok.

Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transaksional → mampu mengembangkan suatu tujuan jangka pendek dan memberikan ganjaran bagi mereka yang mencapainya.

Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional → menginspirasi para pengikutnya untuk berfokus pada tujuan umum jangka panjang.

• Pemimpin berorientasi tugas versus pemimpin berorientasi hubungan → dapat maksimal jika masing-masing tipe ditampilkan sesuai konteks kebutuhan dalam kelompok.

• Perbedaannya lebih terasa jika dilihat dalam
bidang yaitu (1) militer, dan (2) organisasi bisnis,
atau (3) kelompok kemanusiaan.

Macam-macam Kepemimpinan


Kepemimpinan Transaksional Versus Transformasional


Kepemimpinan & Budaya

Sebagian besar penelitian tentang kepemimpinan telah dilakukan di negara-negara Barat; dengan demikian, muncul pertanyaan tentang berapa banyak hasilnya berlaku untuk kepemimpinan dalam budaya lain.
Bagaimana di Indonesia?

Kepemimpinan dari tanah air dapat pada gagasan seorang tokoh yakni Ki Hajar Dewantara.

Ing ngarso sung tulodo → seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan.

Ing madyo mangun karso → seorang pemimpin mampu menggugah semangat bawahannya untuk maju bersama-sama.

Tut wuri handayani → seorang pemimpin harus
mampu mendorong bawahannya dari belakang dengan dukungan moral dan semangat, bukan hanya berada di depan.

Daftar Pustaka

Rahardjo, Wahyu. 2025. Tingkah Laku dalam Kelompok II. Psikologi Sosial. Universitas Gunadarma

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *