Daya Tarik Interpersonal II
Daya Tarik Interpersonal
Love & Close Relationship
- Companionate love
- Passionate love
Attachment Dalam Relasi Intim
Apa itu attachment style?
- Secure attachment
- Anxious attachment
- Avoidance attachment
Teori-teori Daya Tarik Interpersonal
Gagasan bahwa perasaan orang tentang suatu hubungan tergantung pada persepsinya mengenai hasil positif (rewards) dan ongkos (costs) hubungan, jenis hubungan yang mereka jalani, dan kesempatan mereka untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Konsep-konsep dasar teori pertukaran sosial terdiri dari rewards, costs, outcomes, dan comparison level.
Rewards
Rewards aspek positif yang memuaskan dalam hubungan, yang memberikan manfaat dan memperkuat hubungan tersebut.
Costs
Costs sisi lain dari rewards yang ada dalam semua hubungan persahabatan maupun hubungan romantik, misalnya berhadapan dengan kebiasaan dan karakteristik negatif pada orang lain.
Comparison level
Standar pembanding yaitu harapan individu mengenai tingkat rewards dan costs yang mereka inginkan dalam hubungan tertentu → banyak orang memiliki standar pembanding yang tinggi dengan banyak rewards dan sedikit costs.
Outcomes
Perolehan dalam hubungan merupakan selisih antara rewards dan costs bila rewards dikurangi cost hasilnya minus, maka hubungan cenderung berakhir.
Rusbult (1983)
Gagasan bahwa orang akan bahagia dengan hubungan yang dijalinnya bila pengalaman rewards dan costs dan kontribusi antara dua belah pihak diperkirakan seimbang.
Exchange relationships
Hubungan diatur oleh kebutuhan akan ekuitas (yaitu untuk rasio yang sama antara imbalan dan biaya).
Exchange Relationships are governed by.
- Equity Concerns:
(a) We like to be repaid immediately for our favors.
(b) We feel exploited when our favers come hot returned.
(C) We keep track of who is contributing what the relation ship.
(d) Being able to help the person has no effect on our mood.
Communal relationships
Hubungan yang menjadi fokus utama adalah peka dan tanggap terhadap kebutuhan orang lain.
Communal Relationships are governed by.
- Responsiveness to the Other's Needs:
(a) We do not like to be repaid immediately. for our favors.
(6) We do not feel exploited when our favors are not repaid.
(c) We do not keep track of who is Contributing to the relationship.
(d) Being able to help the person puts us in a good mood.
Berakhirnya Hubungan: Proses putus hubungan
Duck (1982) menjelaskan bahwa perceraian merupakan proses dengan beberapa tahap, yaitu sebagai berikut.
- Fase intrapersonal
- Fase dyadic
- Fase sosial
- Fase interpersonal.
Berakhirnya Hubungan: Pengalaman perpisahan
Peran orang dalam perpisahan menentukan bagaimana perasaan mereka.
Mereka yang diputus (breakers) yang paling sedih-bingung.
Pemutus (breakers) hanya sedikit sedih-bingung dan bila timbal-balik (saling memutus) kesedihan-kebingungannya menengah.
Wanita mengalami emosi negatif agak lebih daripada laki-laki.
Bila perpisahan itu keputusan bersama, dua belah pihak ini lebih mungkin untuk tetap berteman setelah hubungan berakhir.

Comments
Post a Comment