Pengantar Indra Pendengaran dan Keseimbangan
Kelompok ke-7
Pengantar Indra Pendengaran dan Keseimbangan
Pembelajaran
Respons Pendengaran
Penghantaran Suara
Mekanisme Pusat Pendengaran
Psikofisik Pendengaran
Fenomena Auditorik
Kelainan Pendengaran
Fungsi Keseimbangan
Anatomi Telinga
Telinga Luar
Daun telinga menangkap gelombang suara dan mengarahkannya ke saluran telinga.
2. Saluran Telinga Luar (Canalis Auditorius Externus)
3. Gendang Telinga
Telinga Tengah
1. Gendang Telinga
Dimulai dari gendang telinga yang memisahkan telinga luar dan tengah.
2. Tulang Pendengaran Kecil (Ossicles)
3. Saluran Eustachius
Telinga Dalam
1. Koklea (Rumah Siput)
2. Saluran Setengah Lingkaran (Kanalis semisirkularis)
Berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh dengan mendeteksi gerakan kepala.
3. Vestibule
Ruang antara koklea dan saluran setengah lingkaran. Bagian yang juga berfungsi dalam sistem keseimbangan, mendeteksi posisi kepala saat diam maupun bergerak.
Respons Pendengaran Telinga
1. Kuantitas : Amplitudo
Persepsi manusia terhadap bunyi yang keras dan lembut (loudness) bergantung pada amplitudonya.
Semakin besar amplitudo, suara terdengar semakin keras. Ambang pendengaran manusia bervariasi dengan frekuensi.
Amplitudo minimum yang dapat didengar disebut ambang pendengaran (threshold of hearing).
2. Kualitas : Frekuensi
Persepsi terhadap bunyi yang tinggi dan rendah (pitch) bergantung pada frekuensinya.
Manusia dapat mendengar frekuensi antara 20 Hz sampai 20.000 Hz, dengan sensitivitas tertinggi pada kisaran 3.000–4.000 Hz, yang juga merupakan rentang utama frekuensi ucapan manusia.
3. Kualitas : Kompleksitas
Persepsi terhadap terhadap kompleksitas gelombang sebagai persepsi warna atau kualitas suara (timbre).
Karakteristik yang membedakan sumber suara dengan pitch dan loudness yang sama.
Penghantaran Suara
Aerotymponal
Media penghantaran: Gelombang suara di udara
Proses: Gelombang udara menggetarkan membran timpani dan tulang osikula
Contoh situasi: Mendengar suara biasa melalui telinga
Fungsi utama: Cara atau jalaur utama suara diterima dan diproses
Craniotymponal
Media penghantaran: Medium Tulang
Proses: Getaran tulang tengkorak langsung menggetarkan koklea
Contoh situasi: Mendengar suara melalui getaran tulang kepala (bone conduction)
Fungsi utama: Jalur alternatif atau tambahan
Tes Pendengaran
Tes Klasikal dengan Garpu Tala
Tes Weber dan Tes Rinne adalah pemeriksaan pendengaran menggunakan garpu tala untuk mendeteksi dan membedakan jenis gangguan pendengaran, yaitu konduktif dan sensorineural.
1. Garpu tala yang sudah dipukul diletakkan di tengah kepala (biasanya di dahi atau ubun-ubun).
2. Pasien diminta menyebutkan di telinga mana suara terdengar lebih kuat: kiri, kanan, atau sama di kedua telinga.
Interpretasi:
- Suara terdengar sama di kedua telinga → pendengaran normal atau tuli simetris.
- Suara terdengar lebih jelas di satu telinga → kemungkinan gangguan pendengaran konduktif di telinga tersebut atau gangguan sensorineural di telinga yang berlawanan
1. Tempelkan pangkal garpu tala yang bergetar pada tulang mastoid (tonjolan tulang di belakang telinga) pasien.
2. Setelah pasien tidak lagi mendengar suara, segera pindahkan garpu tala ke depan liang telinga (sekitar 1-2 cm dari lubang telinga).
3. Tanyakan mana suara yang lebih jelas: saat garpu tala di mastoid atau di depan liang telinga.
Interpretasi:
Rinne positif: suara lewat udara terdengar lebih lama daripada lewat tulang (normal atau gangguan sensorineural).
Rinne negatif: suara lewat tulang terdengar lebih lama daripada lewat udara (menandakan gangguan pendengaran konduktif)
Mekanisme Pusat Pendengaran
Korteks Audiotori Primer
Fungsi Utama: Menerima sinyal auditori dasar, memproses frekuensi, intensitas, dan durasi suara.
Korteks Auditori Sekunder
Fungsi Utama: Memproses suara kompleks, pengenalan pola suara, bahasa, emosi, dan integrasi multisensoris.
Dengan mekanisme ini, sistem saraf pendengaran manusia tidak hanya mampu mendeteksi suara, tetapi juga menginterpretasikan makna, lokasi, dan konteks suara secara kompleks dan cepat.
Psikofisik Pendengaran
Secara fisiologis, telinga menangkap gelombang suara yang diubah menjadi impuls listrik oleh sel rambut di koklea, lalu diteruskan melalui saraf pendengaran ke korteks auditorik di otak untuk diolah menjadi persepsi suara. Gangguan pada sistem ini, seperti kehilangan pendengaran, dapat menyebabkan kesulitan komunikasi yang berdampak negatif pada kehidupan sosial, pekerjaan, dan pendidikan.
Singkatnya, fungsi fisiologis pendengaran yang terganggu dapat memicu dampak psikologis serius, sehingga penanganan gangguan pendengaran harus memperhatikan aspek fisik dan mental untuk meningkatkan kualitas hidup penderita.
Fenomena Auditorik
Cocktail Party Effect
Deskripsi: Kemampuan otak untuk memfokuskan perhatian pada satu sumber suara tertentu di tengah keramaian atau lingkungan yang bising.
Auditory Processing Disorder (APD)
Deskripsi: Kesulitan otak dalam memproses suara meskipun telinga berfungsi normal.
Contoh: Sulit membedakan kata-kata yang bunyinya mirip, misalnya membedakan kata kotak dengan katak atau beras dengan peras.
Halusinasi Pendengaran (Auditory Hallucinations)
Contoh: Suara orang berbicara, suara langkah kaki, atau musik yang hanya didengar oleh penderita.
Kelainan Pendengaran
Efek kerusakan pada korteks auditori primer dan sekunder berbeda karena fungsi masing-masing area dalam pemrosesan suara memiliki peran yang spesifik:
Kerusakan pada Korteks Auditori Primer
Kerusakan di area ini dapat menyebabkan gangguan dalam persepsi suara dasar, seperti kesulitan mendeteksi nada, frekuensi, atau intensitas suara secara akurat.
Penderita mungkin mengalami hipoakusia sentral (gangguan pendengaran pusat) dengan kesulitan mengenali suara meskipun telinga dan saraf pendengaran berfungsi.
Gangguan ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam membedakan suara yang mirip dan menurunkan kemampuan pendengaran secara umum, walaupun tidak menyebabkan tuli total.
Kerusakan pada Korteks Auditori Primer
Kerusakan di area ini dapat menyebabkan gangguan dalam pemahaman bahasa (afasia auditori), kesulitan mengenali suara-suara lingkungan, dan masalah dalam memproses informasi suara yang kompleks.
Penderita mungkin mengalami kesulitan memahami percakapan, terutama dalam situasi yang menuntut pemrosesan kognitif tinggi seperti di lingkungan bising atau saat berbicara cepat.
Kerusakan ini juga dapat berkontribusi pada gangguan pendengaran pusat dan masalah komunikasi yang signifikan.
Fungsi Keseimbangan
Fungsi keseimbangan dari organon auditory (telinga) terletak pada sistem vestibular di telinga bagian dalam.


Comments
Post a Comment