Perkembangan Fisik dan Kognitif Usia 1-3 Tahun

Psikologi Perkembangan

Perkembangan Fisik dan Kognitif Usia 1-3 Tahun


Perkembangan Fisik

Prinsip Perkembangan

  • Prinsip Cephalocaudal

Perkembangan dimulai dari atas ke bawah, mulai dari otak, perkembangan sensorimotor juga dimulai dari bagian atas tubuh.

  • Prinsip Proximodistal
Perkembangan dimulai dari bagian tengah terlebih dahulu baru ke bagian tepi tubuh. Bagian tengah kepala berkembang terlebih dahulu ke arah tangan.

Pola Perkembangan

Anak berkembang sangat cepat selama 3 tahun pertama, terutama pada bulan-bulan awal kelahiran. Nutrisi yang terbaik adalah ASI, minimal diberikan selama 6 bulan pertama kelahiran.

Sejak tahun 1991, rumah sakit di seluruh dunia didesain 'ramah bayi' untuk memotivasi Ibu memberi ASI pada bayi rooming in.

Menyusui tidak disarankan untuk ibu yang memiliki penyakit menular seperti AIDS, TBC, dan untuk ibu yang meminum obat yang kurang aman untuk kesehatan bayi.

Keuntungan bayi yang mengkonsumsi ASI:

1) Bayi tidak mudah terkena penyakit infeksi.

2) Bayi memiliki resiko lebih rendah terkena SIDS dan kematian setelah kelahiran.

3) Bayi memiliki resiko lebih kecil mengalami radang pada saluran pembuangan

4) Bayi memiliki perkembangan visual, neurologis, dan jantung yang lebih baik

5) Bayi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena obesitas, asma, eksim, diabetes, dan lain sebagainya.

6) Lebih kecil kemungkinan mengalarni keterlambatan bahasa dan motorik.

7) Bayi memiliki skor lebih tinggi pada tes di sekolah sampai masa dewasa muda.

8) Bayi memiliki lebih sedikit gigi yang berlubang dan lebih kecil kemungkinan menggunakan kawat gigi.

Perkembangan Otak dan Refleks

Manusia memiliki sistem saraf pusat (SSP) yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord), yang sangat berguna untuk menyampaikan pesan sensoris kepada otak, serta menyampaikan pesan pada organ motorik.

Pesan sensoris dapat berupa berpikir, menggunakan pancaindra seperti mendengar suara, melihat warna langit, menghidu aroma, dan lain sebagainya. Sementara, motorik dapat berupa suatu gerakan seperti menulis, dsb.

Pada saat lahir, volume otak bayi hanya seperempat atau sepertiga dari volume otak manusia dewasa. Pada anak berusia 6 tahun, ukuran otak anak sudah hampir sama dengan ukuran otak manusia dewasa, tetapi bagian dan fungsi otak masih terus berkembang hingga dewasa.

Bagian-Bagian Otak

  • Cerebellum yaitu bagian otak yang mengatur keseimbangan dan koordinasi motorik.

  • Cerebrum merupakan bagian terbesar otak. Terbagi menjadi bagian kanan dan bagian kiri, dengan fungsi yang berbeda → lateralisasi.
Belahan otak kiri lebih terfokus pada bahasa dan berpikir logis. Belahan otak kanan lebih terfokus pada fungsi spasial dan visual, spt: membaca peta, menggambar.

  • Corpus Callosum adalah jembatan penghubung otak bagian kanan dan otak bagian kiri, yang mana mereka dapat berbagi informasi dan perintah. CC berkembang sangat cepat pada usia dini hingga usia 10 tahun.

Kapasitas Sensoris Awal

Perkembangan alat-alat sensoris sangat cepat pada awal kehidupan bayi, bahkan saat bayi masih dalam kandungan. Bayi pada usia awal kehidupannya, menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam membedakan rangsang.

Sentuhan adalah kemampuan bayi yang pertama kali berkembang dan matang. Bayi yang baru lahir sangat peka terhadap rasa sakit. Penciuman, perasa, dan pendengaran juga berkembang di dalam kandungan.
Penglihatan adalah yang terakhir berkembang.

Perkembangan Motorik

Keterampilan motorik anak berkembang dalam beberapa hal yang berkembang bukan hanya dalam hal kematangan, tetapi juga dalam hal konteks, pengalaman, dan motivasi.

Kemampuan yang sederhana berkembang menjadi kemampuan yang kompleks. Contoh: saat bayi belajar berjalan, setelah bayi mampu mengontrol gerakan yang terpisah antara tangan dan kaki, barulah ia menggunakan kemampuan tersebut untuk melangkah pertama kali.

Salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui perkembangan motorik anak usia 1-6 tahun adalah Denver Developmental Screening Test.

Alat tes tersebut mengukur kemampuan motorik kasar (melibatkan otot yang besar, spt: berlari, melompat), motorik halus anak (melibatkan otot yang kecil, spt: memegang rattle dan meniru lingkaran), kemampuan berbahasa, kepribadian, dan kemampuan sosial (spt: tersenyum pada orang yang dikenalnya).

Perkembangan Motorik dan Persepsi

Perkembangan sensoris memungkinkan bayi untuk belajar mengenai diri sendiri dan lingkungannya, sehingga mereka dapat menilai dengan tepat bagaimana cara mengarahkan dirinya. Pengalaman motorik bersama dengan kesadaran akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya, mempertajam dan menyesuaikan pemahaman persepsi apabila bayi bergerak dan apa yang akan terjadi jika suatu gerakan tertentu dilakukan.

Visual Guidance (Piaget): Bayi mampu menggunakan mata untuk mengarahkan gerakan tangan.

Persepsi kedalaman: Kemampuan untuk mempersepsi objek dan permukaan 3 dimensi. Contoh: Visual cliff pada percobaan Walk & Gibson (1961) dimana ibu dapat meminta bayi yang merangkak untuk turun 1 anak tangga kemampuan lokomotor (bayi dapat menggerakan tubuhnya dan berpindah tempat).


Perkembangan Kognitif

Pendekatan Behavorisme

Bayi dilahirkan dengan kemampuan melihat, mendengar, merasakan, menyentuh, dan mereka juga punya kemampuan untuk mengingat apa yang mereka pelajari.

Classical conditioning: Bayi mampu mengantisipasi suatu kejadian. Contoh: Anna berkedip sebelum lampu blitz menyala karena ayahnya sering memotretnya dengan menggunakan lampu blitz.

Operant conditioning: Fokus pada konsekuensi perilaku. Jika perilaku mendapat penguatan maka akan dilakukan terus, tetapi apabila mendapat hukuman, cenderung tidak akan diulang lagi. Contoh: saat bayi babbling, orangtua akan tersenyum, maka perilaku akan diulang oleh bayi. Tetapi ketika bayi melempar makanan, orangtua akan merasa kesal dan berbicara dengan nada lebih keras, maka bayi cenderung tidak akan mengulang perilakunya.

Ingatan pada Bayi

Freud mengatakan bahwa ingatan pada saat bayi disimpan dalam memori, tetapi direpres (ditekan) (infantile amnesia), karena merupakan hal yang tidak menyenangkan untuk bayi.

Bayi dapat mengingat kejadian pada hidupnya dengan menggunakan operant conditioning. Contoh: Percobaan Collier (1999) n assc, pada salah satu pergelangan bayi yang berusia 2-6 bulan, diikatkan tali dan mainan yang bisa bergerak. Setiap kali bayi menendangkan kakinya, mainan bergerak. Kemudian mainan dilepaskan, tetapi bayi tetap menendang dengan kaki yang semula diikatkan mainan. Di sini tampak adanya ingatan pada bayi.

Pendekatan Psikometrik

Intelegensi mengacu pada kemampuan seseorang untuk menangkap, mengingat, dan menggunakan pengetahuan, untuk memahami konsep dan hubungan, dan untuk memecahkan masalah.

  • Intelligent Behavior: Perilaku dilakukan untuk mencapai tujuan, dan adaptif, sehingga individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

  • Tes IQ: Berisi pertanyaan dan tugas mengenai intelegensi untuk membandingkan seseorang dengan lingkungannya, secara terstandardisasi.

  • Contoh tes kemampuan pada bayi: Bayley Scales of infant and Toddler Development → tes untuk bayi usia 1 bulan hingga 3 tahun dalam hal kemampuan kognitif, berbahasa, motorik, sosial-emosional, kemampuan beradaptasi.

  • HOME pengukuran intelegensi pada anak yang mana peneliti mewawancarai pengasuh utama anak dan memberi tanda (V) pada hal-hal yang mencakup stimulasi dan dukungan intelektual pada anak di rumah.

Pendekatan Piagetian: Tahap Sensorimotor

Tahap pertama dari 4 tahap perkembangan kognitif awal pada Piaget adalah tahap sensorimotor (lahir-usia 2 tahun).
  • Pada tahap ini bayi belajar mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya melalui perkembangan sensoris dan motoriknya. Terjadi perubahan pada bayi, yaitu yang semula perilakunya semata hanya refleks, menjadi perilaku yang bertujuan.

  • Pada 6 subtahap sensorimotor Piaget, perkembangan bayi mengalir melalui skema: pola perilaku dan pemikiran yang terorganisir, dan skema makin terlelaborasi.

  • Banyak perkembangan kognitif awal pada bayi terjadi melalui circular reaction: Bayi belajar mereproduksi kejadian karena ada kesempatan.
Lanjutan
  • Pada subtahap ke-6 (18 bulan-2 tahun): terjadi transisi ke tahap preoperational.

  • Terjadi kemampuan represantional: kemampuan untuk secara mental menghadirkan kembali objek dan perilaku dalam ingatan, melalui kata-kata, angka, dan gambaran mental, sehingga anak dapat merasakan mengalami suatu kejadian. Ini memungkinkan anak untuk berperilaku seperti berpura-pura meniru seseorang dan berpikir mengenai suatu perilaku sebelum melakukannya. Anak tidak lagi harus melalukan trial and error, tetapi anak dapat mencari solusi hanya dengan berpikir.
Lanjutan

Terdapat konsep bahwa objek memiliki eksistensi, karakteristik, dan lokasi yang terpisah dari diri anak

Object Permanence (OP)

Object Permanence adalah kesadaran bahwa obyek atau seseorang akan tetap ada walaupun sudah tidak terlihat. OP sudah mulai berkembang saat tahap sensorimotor

Contoh: Anak sudah mengerti saat diajak bermain ciluk-ba..
  • Pada usia 2 tahun anak sudah mengerti objek dan simbol. Kategorisasi tersebut yaitu kemampuan untuk mengkategorikan tampak mulai usia 18 bulan, walaupun belum sempurna.

  • Pada usia 2 tahun, bahasa menjadi faktor penting dalam melakukan kategorisasi.

  • Causality: Anak mulai paham sebab-akibat, misal: Apabila bebek karet ditekan, bebek akan mengeluarkan bunyi. Kemampuan ini berkembang mulai usia sekitar 1 tahun.

Perkembangan Bahasa

Bahasa adalah komunikasi yang didasari pada kata-kata dan tata bahasa.

  • Ketika anak tahu kata-kata, ia akan dapat menggunakannya untuk merepresentasikan objek dan perilaku.

Perkembangan bahasa anak mengikuti tahap sebagai berikut.

1. Vokalisasi awal: Menangis (newborn), Cooing (3-6 bulan), Babbling (6-10) bulan.

2. Kata-kata pertama (10-14 bulan), anak mampu mengucapkan kata bermakna.

3. Kalimat: (10-24 bulan).

Perkembangan kemampuan berbahasa anak tergantung pada perkembangan otak, interaksi sosial (peran orangtua dan pengasuh), dan stimulasi lingkungan.

Refleks pada bayi

Reflek primitif adalah aksi reflek yang berasal dari dalam pusat sistem saraf yang ditunjukkan oleh bayi baru lahir normal namun secara neurologis tidak lengkap seperti pada orang dewasa dalam menanggapi rangsang tertentu.

Reflek ini tidak menetap hingga dewasa, namun lama-kelamaan akan menghilang karena dihambat oleh lobus frontal sesuai dengan tahap perkembangan anak normal.

Rooting reflek

Jika pipi bayi disentuh, maka ia akan memutar kepala menghadap datangnya rangsangan dan membuka mulut seolah-olah ingin menemukan puting ibunya.

Refleks ini akan hilang setelah bayi berusia 3-4 bulan.

Schuking reflek

Jika meletakkan jari atau benda lainnya ke dalam mulut bayi, maka ia akan memberikan respons mengisap dan membuat gerakan ritmis dengan mulut dan lidahnya.

Refleks ini akan muncul saat bayi berusia 2 bulan.

Reflek moro/startle

Ketika bayi terkejut oleh suara keras atau tiba-tiba terjatuh beberapa cm, maka bayi akan menunjukkan refleks melebarkan tangan dan jari-jarinya. Kemudian lengannya akan turun kembali dan mengepalkan jari-jarinya.

Refleks ini akan muncul saat berusia 2 bulan dan menghilang setelah usia 4 bulan.

Tonic neck reflek

Ketika kepala bayi berpaling ke sisi yang berlawanan, maka bayi akan memperpanjang lengan dan kakinya ke sisi tersebut dan meregangkan lengan serta kakinya ke sisi yang berlawanan seperti posisi pemain anggar.

Neck Righting Reflex

The infant will rotate the trunk in the direction in which the head of the supine infant is turned.

Bayi akan memutar badan sesuai arah kepala bayi terlentang diputar.

Steping reflek

Ketika tubuhnya ditegakkan di atas permukaan datar seperti lantai, maka kakinya akan bergerak maju dan menjejakkan kakinya di lantai.

Refleks ini akan hilang setelah bayi berusia 2-3 bulan.

Grapsing refleks

Ketika sebuah benda seperti pensil atau jari ibunya ditempatkan di telapak tangan bayi, maka ia akan memegang erat dan kekuatannya akan meningkat ketika benda tersebut ditarik keluar.

Refleks ini akan hilang saat bayi berusia 5 bulan.

Babinski reflek

Jika telapak kaki bayi dibelai atau disentuh dari tumit hingga ke jarinya, maka jari-jari kakinya akan mengembang dan ibu jari memiliki posisi yang lebih tinggi.

Refleks ini akan hilang setelah bayi berusia 6 bulan.

Doll's Eye Reflex

When the infants head is slowly turned, the infant's eye will remain stationary.

Saat kepala bayi perlahan-lahan berbalik, mata bayi akan tetap diam.

Perez reflek

Letakan ibu jari di sakrum bayi dan gerakan ke atas menuju kepala maka bayi akan merefleksikan lututnya.

Menetap 2-3 bulan. Tidak adanya gerakan ini mengindikasikan adanya penyakit pada serebrum atau sinal cervical, miopati.

Daftar Pustaka

Gusmilizar. (2025). Perkembangan Fisik dan Kognitif Usia 1-3 Tahun. Universitas Gunadarma, Depok.

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *