Kurikulum
PERENCANAAN KEGIATAN BELAJAR - MENGAJAR
- Pendahuluan
- Kurikulum
- Empat Pilar Pendidikan UNESCO
- Pembekalan TCL dan SCL
Pendahuluan
Apa yang akan saya lakukan di kelas → Prosedur pengajaran
Tujuan Instruksional
- Interaksi antara guru dengan sekelompok siswa tertentu; didalam situasi tertentu;
- Dan dalam usahanya mencapai tujuan-tujuan instruksional tertentu.
• Tujuan instruksional yang spesifik, yaitu :
Perubahan-perubahan apakah yang guru inginkan terjadi dalam diri siswa-siswanya → Perilaku yang seharusnya ditunjukkan oleh siswa pada akhir pengajaran.
- Membantu guru dalam mengadakan pemilihan pengantar terhadap kegiatan belajar-mengajar.
- Memberikan kemungkinan kepada guru untuk lambat laun memperbaiki rencana program mengajarnya.
Model Instruksional
1. Menentukan tujuan-tujuan instruksional secara spesifik dalam bentuk perilaku siswa;
2. Penilaian pendahuluan keuntungan utama dari tahap ini, yaitu :
- Guru dapat memastikan mampu tidaknya siswa mencapai tujuan yang dimaksud sebelum pengajaran berlangsung.
- Guru dapat mengetahui keadaan siswanya satu per satu yang mungkin memerlukan adanya variasi tujuan atau prosedur pengajarannya.
Model Instruksional yang Beracuan Tujuan
Penentuan tujuan-tujuan spesifik (jika tujuan tercapai, kembangkan)→ Penilaian pendahuluan → Pengajaran → Evaluasi (jika tujuan tidak tercapai, perbaiki)
Kurikulum
Model Pemilihan Tujuan (Model Tyler)
1. Siswa
2. Masyarakat
Hasil dari pengajaran sekiranya dapat berguna bagi siswa di tengah masyarakat kelak.
Pengajaran untuk siswa pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
3. Bidang Studi
Darimanakah konsep pembelajaran seorang guru yang diajarkan kepada muridnya?
Selain didapat dari apa yang diberikan dalam kurikulum, sebaiknya guru juga memberikan informasi tambahan dari berbagai sumber.
Adanya kreativitas (pemberi tugas) dari siswa juga bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan tambahan.
Empat Pilar Pendidikan
Learning to Know
Learning to Do
Pembelajaran diantaranya untuk mengembangkan practical know-how menuju kompetensi, mempraktikkan yang sudah dipelajari, mengembangkan keterampilan dan inovasi.
Pembelajaran tidak terbatas untuk pekerjaan, tetapi respon dari partisipasi dalam perkembangan sosial yang dinamis.
Learning to Be
Pembelajaran diantaranya untuk mengembangkan pikiran dan fisik, inteligensia, sensitivitas, tanggung jawab, dan nilai-nilai spiritual. Selain itu, untuk mengembangkan mutu imajinasi dan kreativitas, pengayaan personalitas, serta mengembangkan potensi diri.
Learning to Live Together
Pembelajaran mengandung makna untuk menghormati keragaman, memahami dan mengerti diri seseorang, terbuka (receptive) terhadap yang lainnya.
Pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan dalam memecahkan perbedaan pendapat melalui dialog, dan mengelola konflik.
Pembekalan TCL dan SCL
Pola pembelajaran yang terpusat pada pengajar (teacher centered learning) sudah tidak memadai untuk mencapai tujuan pendidikan berbasis capaian pembelajaran dengan berbagai alasan, antara lain sebagai berikut.
- Perkembangan IPTEK dan seni yang pesat dengan berbagai kemudahan untuk mengaksesnya menjadi materi yang sulit dipenuhi oleh seorang pengajar.
- Perubahan kompetensi kekaryaan yang berlangsung sangat cepat memerlukan materi dan proses pembelajaran yang lebih fleksibel.
- Kebutuhan untuk mengakomodasi demokratisasi partisipasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran di dorong menjadi berpusat pada peserta didik/siswa (student centered learning) dengan memfokuskan pada capaian pembelajaran yang diharapkan.
Perubahan pendekatan pembelajaran TCL menjadi SCL merupakan perubahan paradigma cara pandang tentang pembelajaran, yaitu:
- Pengetahuan → dari pengetahuan yang dipandang sebagai sesuatu yang sudah jadi dan tinggal ditransfer oleh pengajar ke peserta didik, menjadi hasil konstruksi atau hasil transformasi oleh pembelajar.
- Belajar → belajar adalah menerima pengetahuan (pasif-reseptif), menjadi mencari dan mengonstruksi pengetahuan, aktif serta spesifik caranya.
- Pembelajaran → dari pengajar menyampaikan materi melalui ceramah atau kuliah, menjadi pengajar berpartisipasi dengan peserta didik membentuk pengetahuan.
Tiga Prinsip dalam Pembelajaran Student Centered Learning (SCL)
1. Memandang pengetahuan sebagai satu hal yang belum lengkap.
2. Memandang proses belajar sebagai proses untuk merekonstruksi dan mencari pengetahuan yang akan dipelajari.
Perbedaan TCL dan SCL
- TCL
Mahasiswa menerima pengetahuan secara pasif.
Menekankan pada penguasaan materi.
Biasa memanfaatkan media tunggal.
Fungsi pengajar sebagai pemberi materi informasi utama dan evaluator.
Proses pembelajaran dan penilaian dilakukan secara terpisah.
Menekankan pada jawaban yang benar.
- SCL
Peserta didik aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya.
Peserta didik aktif terlibat dalam mengelola pengetahuan.
Tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan karakter mahasiswa (life-long learning).
Memanfaatkan banyak media atau multimedia.
Fungsi pengajar sebagai fasilitator dan evaluasi dilakukan bersama peserta didik.
Proses pembelajaran dan penilaian (assessment) dilakukan secara berkesinambungan dan terintegrasi.
Menekankan pada proses pengembangan pengetahuan, kesalahan dinilai dan dijadikan sumber pembelajaran.
Comments
Post a Comment