Netiket

Psikologi Internet

Nettiquette, Flaming, Trolling, dan Junking

Netiquette adalah singkatan dari “Network Etiquette” atau “Internet Etiquette”.

Netiquette adalah etika saat menggunakan internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.

Do & Don't

   Do

  • Menggunakan bahasa yang sopan
  • Menghargai pendapat orang lain
  • Menyampaikan kritik secara baik
  • Memastikan informasi yang dibagikan benar
  • Menjaga privasi orang lain
   Don't

  • Menghina atau menyerang orang lain
  • Menyebarkan hoaks
  • Menggunakan kata-kata kasar
  • Membuat komentar provokatif
  • Melakukan spam


Bentuk-Bentuk Pelanggaran Nettiquette

  1. Flaming
  2. Trolling
  3. Junking

Flaming

Flaming adalah tindakan mengirim pesan berisi penghinaan, kemarahan, atau provokasi secara emosional di internet, yang melanggar etika berinternet (netiquette). Tindakan ini bertujuan memancing emosi dan menciptakan flame wars (perdebatan kasar).

Dampak Flaming

  • Gangguan Psikologis (Mental): Korban sering mengalami stres, kecemasan, depresi, merasa tidak berharga, dan ketakutan akan kritik lanjutan.
  • Dampak Fisik dan Kesehatan: Kurang tidur atau insomnia akibat cemas, yang berpotensi memicu gangguan fisik lain.
  • Dampak Sosial: Korban cenderung menarik diri dari pergaulan atau komunitas online (seperti game online) untuk menghindari interaksi negatif, menyebabkan isolasi sosial.
  • Reputasi dan Akademik/Kerja: Menurunnya konsentrasi dan motivasi, yang mengakibatkan penurunan prestasi atau kinerja.
  • Konsekuensi Hukum: Pelaku dapat menghadapi tindakan hukum jika flaming dianggap sebagai pencemaran nama baik atau pelecehan siber.

Do & Don't

    Do’s

  • menyampaikan pendapat dengan bahasa yang sopan
  • menghargai perbedaan pendapat
  • menghindari emosi saat berdiskusi online
  • mengklarifikasi jika terjadi kesalahpahaman
    Don’ts

  • menghina atau memaki orang lain
  • menyerang pribadi seseorang
  • menggunakan huruf kapital semua untuk marah
  • memprovokasi konflik di internet

Trolling

Trolling adalah perilaku menulis kata-kata atau pesan yang bersifat provokatif dan tidak relevan dengan topik pembahasan untuk memancing emosi pengguna internet lain sehingga diskusi menjadi kacau.

Pelakunya disebut troller, yang dalam kehidupan nyata mirip dengan provokator.

Dampak Trolling

Dampak Bagi Individu: Menimbulkan emosi negatif (marah, stres atau sedih)

Bisa membuat seseorang tidak nyaman menggunakan media sosial

Dampak bagi komunitas online:

  1. Diskusi menjadi tidak sehat dan penuh konflik.
  2. Mengganggu komunikasi yang seharusnya produktif.
  3. Bisa berkembang menjadi cyberbullying.
  4. penyebaran isu hoaks dan informasi palsu yang dapat membahayakan masyarakat.
Komentar provokatif di media sosial untuk memancing pertengkaran. Mengolok-olok atau mengejek seseorang di forum atau kolom komentar hanya untuk hiburan pribadi.

Do & Don't Trolling

  • ABAIKAN (IGNORE)
Ini adalah senjata nomor satu. Ingat prinsip dasarnya: "Jangan beri makan troll." Ketika Anda tidak memberi reaksi, tujuan troll untuk mencari perhatian gagal total.
  • BLOKIR & LAPORKAN (BLOCK & REPORT)
Manfaatkan fitur keamanan yang disediakan oleh platform media sosial, forum, atau game.
  • MEMBALAS DENGAN EMOSI (DON'T FEED THE TROLLS)
Ini adalah pelanggaran terbesar. Jangan pernah membalas komentar troll dengan kemarahan, kekecewaan, atau kesedihan.
  • JANGAN BERDEBAT DENGAN MEREKA (DON'T ARGUE)
Anda tidak akan pernah "memenangkan" perdebatan dengan troll. Tujuan mereka bukan untuk mencari kebenaran atau diskusi sehat, melainkan untuk mengulur waktu dan membuat Anda frustrasi.

Junking

Junking adalah istilah yang umumnya merujuk pada tindakan membuang, menyingkirkan, atau menganggap sesuatu sebagai “sampah” (junk) sehingga tidak lagi dipakai atau dianggap bernilai.

Junking dalam konteks digital merujuk pada proses mengidentifikasi, memisahkan, dan membuang konten digital yang dianggap tidak penting, tidak relevan, atau berpotensi mengganggu.

Istilah ini sering muncul dalam pengelolaan informasi digital seperti email, file komputer, data internet, dan sistem keamanan digital. Tujuan utamanya adalah menjaga efisiensi sistem, keamanan data, serta memudahkan pengguna dalam mengelola informasi.

Contoh dan Dampak Junking

Contoh Junking

  • Menghapus file sementara atau cache di komputer
  • Memblokir atau menghapus komentar spam di media sosial
  • Menghapus pesan tidak penting di aplikasi komunikasi

Comments

Sering dikunjungi :

Pengantar Psikologi

Perkembangan Psikososial pada Tiga Tahun Pertama I

Cara Baca Beberapa Nama Berikut

Tim KAF berlepas diri dari segala tulisan dari Blog ini. Bila ada kesalahan di dalam pembuatan dan tulisan adalah berasal dari penulis, silakan beri koreksi.

📨 Kotak Pos 📨

Name

Email *

Message *